Tuesday, August 11, 2009

Menumbuhkan semangat orang tua

51.  Menumbuhkan semangat Orang Tua

 

Pertengahan Mei 2009,  kami bertiga (saya, istri dan sibungsu) pulang ke Jogyakarta  untuk menengok ibu mertua yang sedang sakit.  Memang sudah sering kali ibu dirawat di rumah sakit karena factor usia yang sudah lanjut dan memang ada  sakit diabetes juga hypertensi. Selain itu juga informasi dari saudara kalau kondisi ibu sudah cukup lemah dan tidak bisa beranjak dari tempat tidur, serta tidak ada semangat lagi.

 

Sengaja kami pulang tidak membawa kendaraan tetapi dengan Kereta api Lodaya jurusan Bandung – Solo. Berangkat sekitar 20.30 dan sampai di stasiun Tugu Yogyakarta sekitar 05.00, sedikit terlambat dari jadwal seharusnya. Tujuan kami pulang ke Yogyakarta memang hanya untuk menungguin dan merawat Ibu, karena selama ini jika kami liburan ke Yogyakarta lebih banyak mainnya dari pada nungguin ibu,

 

Ketika sampai di rumah, kami lihat kondisi ibu memang jauh dari perkiraan kami, karena sebulan terakhir kami pulang, ibu masih bisa beraktivitas sendiri, namun kali ini tergolek lemah di tempat tidur dan terlihat tidak ada semangat sama sekali.

Pagi hari setelah dimandikan dan sarapan, disuapi oleh istriku, kelihatan raut muka yang lebih cerah meskipun masih harus tetap berbaring ditempat tidur. Kami sampaikan tujuan kami ke Yogyakarta, untuk bisa bersama ibu dan merawat ibu sambil berbincang mengenai kondisi kami sekeluarga. Demikian pula untuk makan siang dan malam, istriku selalu menayakan, ibu mau makan apa? Apa kesukaan ibu? Dan sesuai dengan keinginan ibu, istriku menyiapkan makanan dan menyuapi dengan tulus.

 

Namun suasana menjadi berubah pada hari ketiga, ketika ibu memanggil istriku, beliau berbicara seolah sudah akan meninggalkan anak-anak, bahkan sudah mulai memberikan pesan juga berbagai hal yang perlu ditangani, rencana menitipkan sesuatu untuk dijaga.  Semangat untuk tetap sehat sudah tidak terlihat diraut wajahnya,  yang ada kemurungan dan duka karena merasa bahwa selama ini hanya merepotkan anak-anak saja.

Istriku dengan tabah tetap mendampingi dan membiarkan ibu bicara sampai puas apa-apa yang dipesankan,  hingga akhirnya tak tahan istriku berkata bahwa dia masih ingin ditungguin ibu,  juga anak-anak masih ingin ditungguin simbah. Kami tidak merasa direpotkan olah ibu bahkan kami merasa senang apabila ibu mau dirawat dan ditunggu kami.

 

Memang selama ini, kami sangat dekat dengan ibu, karena kami punya prinsip bagaimana menyenangkan ibu selama ibu masih ada, bukan melalui materi tetapi dengan hati yang tulus dan mau memahami isi hati ibu.

Istriku bilang kalau secara fisik, ibu sudah tidak mungkin pulih seperti semula tetapi dengan semangat untuk tetap sehat ibu masih bisa menungguin anak, cucu dan cicit.

 

Setelah bicara banyak dengan ibu, dan memberi semangat untuk ibu, akhirnya pecah juga pertahanan istriku keluar kamar  dan menumpahkan tangisnya, seakan tidak percaya sebegitu dalamnya ibu sudah tidak ada semangat untuk tetap sehat.

Seharian menunggu dan berbaring bersama ibu sambil memberikan semangat akhirnya ibu bicara lagi, setelah tahu raut wajah istriku yang terlihat sedih. Ibu bicara ” Iya,nok,.... simbok harus tetap semangat untuk sehat supaya bisa nungguin dan melihat anak-anak dan cucu hidup rukun guyub”

 

Semenjak pembicaraan itu, ibu semakin tumbuh harapan untuk tetap sehat dan istriku bertambah semangat untuk melayani, merawat ibu.  Secara perlahan dan pasti perubahan besar mulai nampak dan kondisi ibu semakin baik, keinginan untuk makan mulai tumbuh dan semangat itu tercermin di raut mukanya.  Demikian pula seluruh keluarga, ketika melihat perubahan ini, semuanya menjadi lebih optimis kalau ibu masih ada semangat untuk tetap sehat.

 

Setelah lima hari, istri dan sibungsu kembali ke Bandung, dan setiap hari kami selalu kontak dengan keluarga di Yogyakarta, dan yang lebih mengejutkan lagi seminggu setelah pulang ternyata ibu sendiri yang menerima telepon dari kami. Puji Tuhan,  doa dan usaha kami untuk memberi semangat kepada ibu membawa hasil yang sangat menggembirakan.

Rasanya tidak keliru ketika kami memutuskan pulang ke Yogyakarta secara khusus untuk menunggu dan merawat ibu, hanya untuk sekedar menyenangkan hatinya dan memberi semangat untuknya.

Dan tentu saja, doa yang kita panjatkan pada Tuhan Yang Maha Kasih, berserah kepada kehendakNYA, karena rencana Tuhan adalah yang terbaik buat kita semua.

 

Jika masih ada kesempatan untuk melayani orang tua, janganlah anda tunda untuk menyenangkan hatinya dan memberikan semangat, sebab tidaklah mungkin kita mampu membalas kasih sayangnya.

 

Bandung, 24  Mei 2009.

Monday, August 10, 2009

Semarang - Heritage




Malem minggu yg lalu sempat menikmati malam panjang di Semarang..., akhirnya bisa mengunjungi kota tua semarang. Semarang tawang dari seberang kolam terlihat indah dimalam hari, tak lupa mampir Gereja Blenduk.

Coklat dan Es campur




Koenig Restoran Jl Gajah mada Semarang..., dua menu minuman yang wajib di coba. Es campurnya.... yang menyegarkan dan Es krim coklat... yang terasa lumer... di lidah... enak tenan, siapa mau?

Wednesday, August 05, 2009

Impian anak bukanlah impian orang tua

Berikut ini adalah tulisan ketika saya cuti dan ikut cari sekolah buat anakku :

 

52.  Mencari sekolah lanjutan.

Ada rasa kekhawatiran orang tua apabila memiliki anak yang duduk dibangku sekolah kelas 6 SD, 3 SMP atau 3 SMA, terkait dengan kesiapan anak dalam mengikuti Ujian Akhir Nasional. Seolah UAN menjadi penentu segalanya, sehingga berbondong-bondong memasukkan anak ke lembaga bimbingan belajar agar bisa menyelesaikan soal ujian dan lulus UAN.

Meskipun pengumuman kelulusan UAN belum ada, namun upaya orang tua untuk mendapat keyakinan bersekolah ke jenjang yang lebih tinggi sudah mulai terasa ketika UAN berakhir, bahkan ada juga yang sudah memperoleh sekolah lanjutan dengan biaya yang besar  dan harus dilunasi ketika sudah ada pengumuman bahwa anak tersebut sudah diterima. Bagi keluarga yang mampu, dana yang besar ini tidak menjadi masalah, namun hal ini menjadi semacam penghalang bagi anak yang pandai tetapi secara ekonomi tidak mampu untuk memperoleh kesempatan yang sama dalam bidang pendidikan.

Pola seleksi masuk di Perguruan Tinggi yang seperti ini, akan menciptakan jurang pemisah antara orang yang mampu secara ekonomi untuk melanjutkan pendidikan dibandingkan yang tidak mampu, seolah Perguruan Tinggi hanya milik anak-anak yang mempunyai kemampuan ekonomi yang bagus.

Apabila pola seleksi lebih menitik beratkan pada besarnya sumbangan untuk sekolah, penulis merasa miris kita ini akan bisa tertinggal dalam dunia pendidikan karena jumlah orang yang memiliki kemampuan ekonomi menengah kebawah sangat besar dibandingkan dengan orang yang kaya.  Sementara banyak bibit unggul SDM yang sebenarnya berasal dari keluarga ekonomi lemah, tidak dapat melanjutkan sekolah karena masalah biaya yang begitu besar untuk ukuran mereka.

Mudah-mudahan pemerintah yang terpilih nanti mengalokasikan dana yang cukup untuk pendidikan, sehingga semua rakyat memiliki kesempatan yang sama dalam memperoleh pendidikannya. Dengan biaya pendidikan yang terjangkau maka bibit-bibit unggul dari keluarga ekonomi lemah akan mampu mendorong kemajuan bangsa ini.

Di sisi lain,  ketika besarnya dana sekolah tidak lagi menjadi masalah, mungkin secara individu  juga muncul masalah ketika tidak ada kesesuaian antara keinginan anak dan orang tua.

Pemahaman anak masa kini, jauh berbeda dengan sepuluh tahun lalu, dimana saat ini anak lebih bebas menyampaikan keinginan atau pendapatnya terkait dengan rencana pendidikan selanjutnya.

Banyak hal yang tidak pernah terpikirkan oleh orang tua ketika anak menentukan jurusan pendidikan yang sama sekali bertentangan dengan yang diinginkan oleh orang tua.

Kalaupun orang tua dapat memaksakan anak untuk melanjutkan pendidikan sesuai jurusan yang diinginkan orang tua, ternyata setelah tengah jalan banyak yang memberontak, beralih ke sekolah lain. Bahkan terjadi ketika ijasah telah diterima, ternyata bukan kebanggaan anak yang ada atas prestasinya, tetapi diberikan kepada orang tuanya dan lebih baik bersekolah kembali sesuai yang diinginkannya.

Bercermin dari kondisi ini, penulis pun mengalami hal yang sama mengenai rencana melanjutkan pendidikan anak sulung kami.  Di awal kelas 3 SMA IPA, anak kami berkeinginan untuk mengambil jurusan geologi, dengan alasan sederhana yaitu banyak beraktivitas di luar kantor, tetapi entah karena apa tiba-tiba di awal semester II, berubah total ingin melanjutkan ke NHI mengambil jurusan kitchen sebagai pilihan utama. Alternatif lainnya mengambil program S1 di STP Bandung Sementara untuk pilihan lainnya ingin ke ITB sebagai cadangan dengan jurusan FSRD yang sama sekali tidak pernah didiskusikan dan sama sekali tidak memiliki kemampuan di bidang seni rupa, itupun mengambil seleksi USM, bukan kemitraan.

Semula ada rasa khawatir di dalam diri saya,  apa iya sih si sulung benar-benar berminat dibidang itu? Untuk meyakinkan diri, saya coba Tanya mbah goggle untuk mencari informasi mengenai prospek dari NHI, STP Bandung. Juga mencoba mencoba informasi lainnya kepada senior yang bergelut juga dibidang pendidikan.

Jawaban yang saya peroleh,  ternyata semuanya menyarankan agar rencana anak saya didukung sepenuhnya, karena untuk masa depan yang diperlukan bukan hanya sekedar ijasah, tetapi profesionalisme di bidangnya yang akan dapat menjadi sumber penghasilan.

Saya alokasikan waktu secara khusus untuk mendukung pilihan si sulung dan tetap memberikan motivasi agar dia siap untuk mengikuti ujian masuk, sambil tetap berdoa agar rencana Tuhanlah yang jadi, sementara kita berusaha sesuai kemampuan kita.

Dukunglah anak kita untuk mewujudkan impiannya, bukan impian orang tua.

Bandung, 24

Saturday, August 01, 2009

Masjid di Yerusalem Kuno




Ditempat suci terdapat dua Masjid besar yang berhadapan yaitu Masjid Al Aqsa dan Kubah Emas

Tembok Ratapan




Tembok bagian barat tempat suci di Yerusalem, merupakan tempat suci untuk berdoa bagi orang Yahudi

Church




Betapa bersyukurnya ketika bisa mengunjungi dan melihat gereja dimana Yesus mengajar atau membuat mujizat. Khotbah 8 kata2 bahagia di atas bukit, Gereja Air Mata tempat Yesus menangisi Yerusalem, Gereja Bapa Kami tempat Yesus Mengajar ber doa, dan Kana tempat terjadinya mujisat air menjadi anggur.

St. Chaterine




Biara St. Chaterine ini letaknya berdekatan dengan sebuah Gunung tempat Musa menerima 10 perintah Allah.

Tuesday, July 28, 2009

Fajar di Galilea




Begitu setianya mentari pagi selalu datang menerangi bumi.
Hangatnya mentari untuk semua makhluk di bumi,
Bersyukurlah kepada Ilahi untuk tiap pagi yang Dia beri.

Saturday, July 25, 2009

I luv u bojoku

Pas. 18 Juli 2009 yang lalu merupakan ultah pernikahan kami yang ke 19 (wis tuwo). Berhubung tanggal tersebut saya berada diluar kota, maka seminggu sebelumnya sudah ku pesan karangan bunga warna merah berikut secarik kertas puisi.

Dan pada 18 Juli 2009 istriku sms "mas tks kirimannya. i luv u"

begini sebagian isinya :

Untuk istriku tersayang

 

Ketika waktu bergulir dengan cepat dan pasti.

Sewindu serasa setahun

Setahun serasa sebulan

Sebulan serasa sehari

Sehari serasa semenit

 

Tak terasa hampir 20 tahun semenjak kita bertemu kali pertama di Kendangsari.

Masih lekat dalam ingatanku.. ketika ku jabat tanganmu dan kulirik senyum diwajahmu.

sekian saja... nggak saya tulis sampai rampung.... hehe..

yang jelas I luv u bojoku.

Friday, July 24, 2009

Surya Pagi




Sunrise di Krakatoa Resort Kalianda Lampung. suasana tenang, hening dan terasa menjadi lebih menyatu dengan surya, laut dan angin.
Tiada terang sehangat surya pagi.

B2W




Kalau orang kota, mulai menjadi trend Bike2Work, tapi saudara kita di dea memang BAIK pakai BIKE untuk kerja sehari-hari, dan ya memang itu yang ada. Jadi dengan senang dan penuh syukur karena BIKE sangat membantu kerja mereka untuk mengangkut jerami untuk makan ternak.

Thursday, July 23, 2009

Menu Makan Siang




Makan siang di restoran Palestina dekat Yeriko. Berbagai sayuran yang disajikan dalam bentuk seperti salad, roti dan sate daging kamibing yang ukuran jumbo, cukup lezat dan mengenyangkan.

Piramid




Peninggalan sejarah di Mesir yang masih kokoh berdiri dari masa lalu.

Tuesday, July 21, 2009

Dead Sea




Kandungan garam yang sangat tinggi di laut mati, mengakibatkan orang akan terapung meskipun tidak bisa berenang. Cuaca sangat panas dan air laut terasa sangat asin dan berwarna agak keruh abu2. Menjadi tempat kunjungan wisata dan sarana yang ada sangat memadai.

Perjalanan panjang ke Sinai




Sepanjang perjalanan dari Taba border, terlihat sebelah kiri jalan laut merah adn sebelah kanan jalan gunung batu dan padang pasir. Setelah belok menuju ke St. Chaterine kiri kanan jalan hanya gunung batu dan padang pasir yang tandus. Cuaca sangat panas sekitar 45 derajat Celcius dan hampir tidak ada kehidupan. Jadi bersyukurlah kalau di Indonesia, kita merasakan panasnya kemarau karena akan datang musim hujan. Di daerah ini tidak ada musim hujan, karena hujan turun dalam hitungan jari ada yang 8 kali setahun.

Saturday, July 11, 2009

Bunga Tanaman Liar




Sebegitu indahnya Sang Pencipta menghiasi bunga tanaman liar, terlebih lagi manusia sebagai ciptaanNya yang sempurna. Bersyukurlah atas segala pemberianNya.

Thursday, July 09, 2009

Bukan Menari tapi mencari rejeki




Berbagai cara seorang penjual untuk menarik pembeli, penjual geleumbung busa sabun ini, dari kejauhan kelihatan sedang menari, tetapi sebenarnya sedang menarik pembeli. Anak kecil akan senang ketika melihat gelembung busa yang banyak sedang diterbangkan angin, dan dengan seolah menari, gelembung busa terjadi banyak beterbangan.

GULALI permen JADUL




Semasa kecil, makanan kecil ini sejenis permen yang dibuat dari gula yang dilelehkan, dan bisa dibentuk menjadi berbagai jenis permen sesuai cetakan yang di ingini oleh pembeli. Untuk memperoleh bentuk sesuai cetakan, penjual akan meniup gulali sehingga berkembang sesuai cetakannya.
Penjual gulali saat ini sudah sangat jarang ditemui, dan saya beruntung ketika main ke pantai santolo ada penjual gulali yang sedang dikelilingai anak2 kecil.

Wednesday, July 08, 2009

Mesin Tua




Bagi penikmat kopi, sudah tidak asing lagi dengan pabrik kopi Aroma, yang terletak di Jl Banceu Bandung. Perangkat tua untuk pembuat bubuk kopi masih tetap dipelihara, meskipun tidak dipakai untuk produksi.

Tua Masih Berkarya




Meskipun sudah senja, namun tetap berkarya agar tidak membenani yang muda.

Monday, July 06, 2009

Soto Cak Tohir

Rating:★★★★
Category:Other
Salah satu alternatif sarapan pagi di Bandung, cobalah nikmati sarapan pagi di Soto Cak Tohir. Tempatnya pas pinggir jalan dari terminal angkot stasiun Bandung menuju perempatan pasar baru, kira2 100 meter dari terminal angkot, dengan ciri tutup tenda warna biru dan tetlulis soto ayam madura cak Tohir.

Waktu yang tepat untuk menikmati soto dan masih komplit sekitar 07.30 s/d 08.00. Setelah selesai jalan kaki dari gasibu atau dari padjajaran, segeralah menuju ke soto Tohir untuk sarapan pagi, biasanya sudah banyak yang datang mengantri. Jika hari Sabtu atau Minggu, biasanya saya sering ketemu rekans sekantor yang sudah duduk didalam sedang menikmati semangkuk soto ayam.
Apabila Lewat waktu tersebut, kita tidak bisa menikmati soto ayam madura ini dengan pilihan “komplit” karena beberapa pelanggan memang cukup fanatik untuk menikmati soto ayam komplit, karena masih bisa minta menu sesuai pilihan (yen..., kebagian). Di sini berlaku siapa cepat dia dapat.

Jika lewat waktu makan siang, bisa-bisa tidak kebagian karena biasanya soto sudah habis sekitar jam 12.30.

Untuk sebagian pelanggan (termasuk rekans sekantor) cak Tohir and his gang sudah hafal menu pilihan sesuai selera antara lain :
• Soto daging ayam + kulit
• Soto daging ayam + swiwi (sayap, merupakan bagian daging yang paling empuk)
• Soto daging ayam + brutu + telur
• Soto daging ayam + brutu + (ndas, gulu + ceker yang disajikan di mangkuk terpisah) paling asyik dua tangan aktif semua.

Daging ayam kampung sudah di masak bumbu kuning dan terlihat kesat tidak berlemak (ciri khas ayam kampung), dan sesuai dengan permintaan pembeli, maka staf cak tohir agar segera meracik soto ayam, mulai dari nasi (sesuai permintaan), diatasnya ditambah irisan kol, kemudian bihun.

Baru kemudian, irisan titpis2 daging ayam langsung ditaburkan diatasnya, dan apabila kita meminta tambahan, misal brutu maka dengan cekatan rongkongan brutu beralih ke tangah dan pisau yang tajam segera memilah antara tulang dengan daging brutu yang kuning mringin, dan ditambahkan diatas taburan daging ayam.
Diatasnya ditambahkan garam halus, penyedap rasa (bila mau), bubuk koya, kemudian taburan irisan daun seledri, terakhir bawang merah goreng , kecap manis dan penyeimbang rasa sekaligus penghilang bau daging adalah peresan jeruk nipis.

Kemudian, kuah kuning soto dituangkan diatas mangkok yang sudah terisi racikan, serta sesendok sambal merah akan membuat pembeli untuk segera menikmatinya.
Untuk memperoleh ”rasa” yang pas, aduklah perlahan agar kuah menyatu dengan nasiputih juga potongan daging ayam yang empuk.
Ketika sesendok kuah beserta irisan daging ayam, mulai masuk dalam olah rasa lidah, terasa nendangnya perpaduan rasa gurih kuah soto dan empuknya daging ayam (apalagi yang pakai brutu) dan sedikit rasa pedas.
Selanjutnya terserah anda, kalau masih kuat bisa nambah, atau bisa juga dibekal bawa pulang dengan minta ”kuah dipisah”.

Dijamin setelah menghabiskan semangkuk soto ayam madura ini, kenyang, puas karena rasa dan pasti akan berkeringat (maklum nggak ada AC karena di pinggir jalan raya) akhirnya pasti ingin kembali mencicipinya.

Untuk rasa, kalau dalam skala 10, saya berani pasang angka 8 - 9 karena memang benar-benar enak.... mak klenyer.

Friday, July 03, 2009

Sun Rise Candi Ratu Boko




Lokasi ini terletak dekat dengan Prambanan, tetapi lokasinya berada di atas bukit, dan kendaraan bisa parkir sampai ke atas bukit jika melalui jalan melingkar.
Saat sun set, banyak pengunjung yang datang untuk menikmati sun set dari beranda cafe.
Kali ini saya coba datang waktu fajar, dan sun rise dinikmati dari pendopo candi disebelah timur.

Thursday, July 02, 2009

Sea Food Pantai Jatimalang

Rating:★★★
Category:Restaurants
Cuisine: Asian
Location:Jatimalang - Purworejo
Minggu 28 Juni 2009, perjalanan pulang dari Yogyakarta ke Bandung, terpaksa harus mampir dulu ke Godean nganter dulu ke DOWA (tas khusus untuk wanita, juga bermacam handycraft) sesuai permintaan istri dan si bungsu.
Ternyata ada untungnya, karena berangkat dari godean sudah hampir jam 10.00 pagi dan perkiraan saya sampai di Pantai Jatimalang sekitar jam 11.30 lihat pantai sebentar terus makan sea food di Warung makan Pak Sunardi.

Sengaja kam mengambil rute lintas selatan pantai Jawa Tengah, karena anak2 minta untuk makan siang di Pantai Jatimalang. Perjalanan relatif dari Godean dilanjutkan ke Wates langsung menuju pantai selatan Jawa Tengah. Terasa betapa nyaman ketika melintasi jalan yang halus hotmix, dan di kanan kiri jalan terdapat saluran air yang cukup jernih dan pemandangaan hijau sawah.
Tak terasa perjalan sudah masuk daerah Purworejo, dan jalur selatan di kabupaten Purwarejo ini ada yang lebar sebanyak 4 jalur (dua arah) kualitasnya seperti jalan tol, dan lurus sepanjang hampir 4 kilometer, serta masih dikerjakan perpanjangan lagi.

Sampai diujung jalan ini, terlihat papan penunjuk Pantai jatimalang, anak2 terlihat begitu senang, karena selama ini belum pernah menikmati sea food Jatimalang dan penasaran hanya cerita saja dari saya.

Rumah makan ini letaknya hanya beberapa meter saja dari gardu pungutan restribusi masuk area wisata. Jadi sangat mudah untuk ditemukan karena merupakan rumah makan pertama sebelum masuk pantai Jatiwangi.

Kali ini kami memesarn 2 porsi uang asam manis, 2 porsi kepiting saus tiram, ikan bawal putih goreng dan bakar dan tak lupa cumi goreng tepung. Udang bakar tidak jadi kami pesan karena stok udang galah lagi kosong. Untuk minuman dipesan 2 kelapa muda (masih baru karena langsung dipetik dari kebun) es jeruk dan teh panas.

Sembari menunggu proses masak, kami sekeluarga langsung menuju ke pantai untuk melihat sepintas bagaimana kondisi pantainya. Ternyata hampir sama dengan kondisi pantai selatan pulau jawa tengah, sebagian besar tidak boleh untuk berenang. Dari pada berpanas ria, maka segera kami kembali ke warung makan.
Masakan belum selesai dan kami harus menunggu beberapa waktu, sambil menikmati minuman yang telah disediakan.

Pesanan akhirnya datang juga dan disajikan secara bersamaan, mulai dari kepiting kemudian udang, ikan dan terakhir cumi goreng tepung.
Anak-anak langsung menyerbu hidangan yang tersedia, dan saya sangat senang ketika anak-anak makan dengan lahapnya. Bahkan sampai tambah nasi dua kali.

Untuk rasa, menurut ukuran saya pada kisaran angka 7 – 8 dari skala 10, udang asam manis terasa kesegaran udangnya, dan gurihnya saus asam manis, serta rasa jahe yang cukup nendang. Taburan potongan hijau daun bawang sangat kontras dengan kulit udang yang berwarna merah, sangat menggugah selera makan.

Kepiting satu porsi berisi dua ekor dan tampilannya cukup menarik, saus tiramnya terlihat coklat dan kontras dibandingkan dengan kepitingnya. Saus tiramnya saya coba dipadu dengan sesuap nasi putih terasa gurih, sedikit pedas tapi pas dengan ukuran saya. Daging kepiting juga terasa masih segar dan manis, dan ketika dioleskan ke saus terjadi perpaduan yang nikmat.

Ikan bawal putih goreng terasa krispi karena digoreng dalam bentuk potongan kecil-kecil sehingga tampilannya menjadi kuning menarik, gigitan pertama terasa gurih dan renyah. Ikan bawal goreng tampilannya kurang menarik karena terkesan gosong, namun dibalik kulit ikan yang gosong terlihat putih daging ikan dan rasanya enak ketika dicocol dengan sambel kecapnya.
Cumi goreng tepung disajikan dalam irisan yang kecil-kecil dan nikmat kalau dimakan hanya dengan nasi putih saja.

Rasanya tidak sia-sia kami mengajak makan siang bersama anak-anak untuk makan di Warung pak Sunardi di pantai Jatimalang, karena semua hidangan ludes habis (kecuali kulit udang dan kulit kepiting serta duri ikan yang tersisa).
Dan yang lebih puas lagi ketika total kerusakan untuk berlima sekitar Rp 200 ribu.

Cobalah nikmati rute jalur linta selatan Pantai Jawa Tengah, betapa nikmatnya mengendari mobil tanpa kuatir akan diserempet bus atau truk, juga tidak terganggu oleh banyaknya sepeda dan sepeda motor, juga masih dapat pemandangan yang indah dan bonus sea food yang enak dengan harga yang murah.

Pantai Jatimalan - Purworejo

Wednesday, July 01, 2009

Nasi Liwet Bu Wongso Lemu

Rating:★★★★
Category:Restaurants
Cuisine: Asian
Location:Keprabon Kulon Solo
Sabtu sore 27 Juni 2009, kami sekeluarga meluncur ke Solo untuk silaturahmi dengan “papi” (ayah dari teman yang sudah seperti orang tua kami).
Sudah menjadi kebiasaan, setiap kali kami melakukan perjalanan sikecil selalu Tanya “kita makan malam dimana”. Mengingat waktu yang terbatas karena kami berencana menginap di Jogyakarta, maka pilihan makan malam tentunya harus sejalur dengan jalan yang akan dilewati sebelum ke rumah papi. Pilhan makan malam dengan menu nasi liwet mendapat persetujuan semua.

Ketika masuk ke Jalan Slamet Riyadi, waktu sudah menunjukkan pukul 18.30 rasanya waktu yang tepat untuk makan malam, dan kami langsung menuju ke Jalan Keprabon Kulon yang terdapat banyak penjual nasi liwet di lokasi tersebut.
Pilihan kami langsung ke Nasi Liwet Bu Wongso Lemu. Langsung kami berlima memesan Nasi Liwet komplit, minuman Es teh manis dan teh panas manis. Sambil menunggu pesanan, mata mulai menyasar sekeliling tempat duduk lesehan. Terlihat ada kerupuk rambak, kerupuk gendar/ puli kerupuk aci juga ceker goreng, sebagai pelengkap makan nasi liwet.
Akhirnya pesanan datang, nasi liwet disajikan dalam daun pincuk, dan mulai rasa penasaran muncul karena sudah lama tidak mampir ke tempat ini. Untuk ukuran makan malam rasanya pas bagi yang selera makannya biasa saja, tetapi untuk yang doyan makan, 1 porsi terasa nangung.

Dalam daun telah disajikan nasi liwet terlihat putih dan lembut sementara diujung pincukan sudah tertutup kuah agak merah dari sayur labu siam karena bumbu cabe, ada potongan tahu, suwiran daging ayam, ati ampela, paha ayam kampung, telur dan sedikit taburan bawang merah. Benar-benar menggugah selera makan malam.
Meskipun sudah kepingin mulai makan, saya tahan sebentar untuk menggambil gambar agar review makanan ini jadi komplit.

Saya mulai menyendok nasi liwet yang sudah tercampur dengan kuah sayur labu siam, nasi liwetnya terasa sedikit gurih dampak dari santan, dan kuah sayur yang sedikit pedas menjadi perpaduan yang pas. Kemudian suwiran daging ayam kampung saya nikmati, terasa dagingnya empuk dan kesat (kenyal dan tidak berlemak) bumbu meresap sampai kedalam daging dan aroma rempah juga terasa sehingga menambah selera makan.
Suapan berikutnya, beralih nasi liwet beserta telur ayam, dan sayur labu siam, terasa lembutnya potongan kecil labu siam menjadi satu dengan nasi liwet ada sedikit rasa pedas, namun masih terasa nikmat dilidah saya. (Bagi penggemas pedas, sudah disediakan cabe rawit di meja)
Terasa masih ada yang kurang, yaitu kerupuk sebagai pelengkap makan nasi liwet, dan saya coba untuk menikmati krupuk rambak sembari menikmati suapan-suapan nasi liwet plus krupuk rambak, Ya, ternyata memang pas sekali perpaduan nasi liwet daging ayam dan krupuk rambak yang gurih.
Irama tangan menjadi lebih cepat dalam menikmati sepincuk nasi liwet, dan tak terasa semua yang tersaji didalamnya habis ludes.

Makan malam menjadi terasa lebih nikmat, karena ditemani alunan siter dan tabuhan kendang yang melantunkan tembang-tembang jawa oleh ibu-ibu dan seorang bapak yang telah lanjut usia. Benar-benar terasa suasana solo diwaktu malam menjadi lengkap sembari menikmati teh manis dan rasa kenyang .

Saya lihat pasukan sudah menghabiskan sepincuk nasi liwet, dan rekan kami bahkan nambah karena ukuran porsi yang nanggung dan memang nasi liwetnya memang enak tenan.

Apabila rekans kebetulan singgah ke Solo, cobalah untuk singgah di Keprabon Kulon untuk menikmati sajian nasi liwet yang enak tak terkira.

Tuesday, June 30, 2009

Ngobrol (3)

Ngobrol dengan teman sekerja lebih mudah untuk dilakukan , sementara untuk bisa ngobrol dengan anak harus berupaya keras karena sulit untuk dapat berjalan dengan lancar. Ngobrol bisa dilakukan ketika hubungan antara orang tua dan anak bisa terjalin dengan baik dan tidak ada sekat dan kedudukan yang setara.

 

Tidak semua rencana yang telah disusun dengan baik dapat berjalan dengan baik pada saatnya, namun bisa juga jauh dari harapan semula.  Komitmen yang telah disepaki untuk mulai merancang masa depan dengan lebih baik, yang diawali dengan sukses di bangku sekolah hingga ke jenjang perguruan tinggi, ternyata setelah sekian bulan tidak lagi berjalan dengan baik sesuai rencana.

 

Menghadapi ujian Nasional yang kurang sekitar 2 bulan,  berulang kali saya ingatkan untuk belajar lebih rajin, dan sayapun mencoba untuk pulang lebih awal dari biasanya agar bisa sekedar menemani belajar.

Namun meskipun berulang kali diingatkan, rasanya tidak berjalan dengan baik karena lebih banyak tidur dari belajar.

Hal ini berlangsung hampir lebih satu bulan, dan ketika saya ajak ngobrol ternyata macet total dan tidak bisa terjalin dengan baik, bahkan cenderung menentang, dan setiap kali diberi nasehat, kelihatan semakin jelas upaya pembangkangannya.

 

Satu hal yang saya tekankan, bahwa keberhasilan diawali dengan disiplin dan kedisiplinan diawali dengan diri sendiri, terwujud dari bagaimana seorang anak remaja mampu atau tidak mengatur kamar tidurnya! Jika kamar tidurnya selalu berantakan dan tidak bisa belajar, bagaimana mungkin akan bisa mengatasi berbagai masalah yang lebih besar.

 

Setiap hari Sabtu, dan libur sekolah saya sarankan agar memanfaatkan waktu yang tinggal sedikit ini untuk belajar, ternyata lebih banyak chatting, bermalas-malasan dan lebih banyak tidur, dari pada belajar.

 

Demikian pula ketika si bungsu sakit (lihat tulisan. Ketika sakit tiba), sehingga istri harus menunggu di rumah sakit dan saya selalu nengok si kecil hingga pukul 22.00 baru pulang ke rumah. Ternyata anakku juga tidak memanfaatkan waktu yang ada untuk belajar.

Sebenarnya ingin rasanya saya marah, namun hal ini tidak akan memecahkan masalah justru akan menambah parah bila anakku merasa tertekan.

 

 

Seminggu setelah sibungsu sehat dan pulang kerumah, Selasa sore istriku menelpon, kalau anakku yang besar merasa demam dan pusing,  segera saya pulang dan mengajak periksa ke dokter. Namun hingga tengah malam, demam tidak kunjung turun, bahkan terasa lebih panas dan menggigil. Baru kali ini, anakku yang besar mengeluh kalau badan terasa sakit dan demam yang tinggi.

 

Rabu dini hari sekitar pukul 03.00, saya siapkan baju ganti untuk anakku kedalam tas dan saya masukkan ke mobil, sementara demam anakku semakin meningkat.  Segera kami berangkat ke UGD dan dengan penuh keyakinan, bahwa Tuhan akan memberikan kesembuhan melalui perantara dokter, perawatan dan obat-obatan.

 

Benar perkiraanku ternyata anakku juga terkena Demam Berdarah seperti adiknya yang baru sembuh seminggu lalu. Pagi itu juga anakku langsung masuk rawat inap, dan perasaanku semakin lega karena sudah dapat diidentifikasi kalau positif DB.

Hari pertama di rawat di rumah sakit, kondisi demam masih tinggi dan tidak banyak tingkah yang dilakukan anakku yang biasanya selalu ribut dan tidak pernah diam, kecuali sedang tidur.

Kali ini giliran saya giliran jaga setiap sore, hingga malam dan menginap di rumah sakit. Pagi hari berangkat ke kantor sekitar 07.45  karena kebetulan lokasinya dekat dengan kantor.

 

Ketika sudah melewati masa kritis untuk DB, mulai kelihatan lagi usilnya anakku dan mulai rasa bosan harus tiduran dan tidak bisa kemana-mana.

Menjelang malam, anakku ngomong kalau rasanya bosan tiduran terus menerus, tidak enak dan tidak bisa kemana-mana, badan terasa pegal-pegal. Menurutku ini saat yang tepat untuk ngobrol kembali karena posisi anakku yang mulai pembicaraan dan tidak mungkin lagi mengelak karena mau tidak mau harus tetap berbaring dan hanya saya yang bisa diajak ngobrol.

 

Saya sampaikan bahwa segala sesuatu kejadian, tidak pernah tanpa seijin Tuhan Yang Maha Kasih. Kali ini anakku di tegur secara tidak langsung bahwa selama ini, waktu yang diberikan Tuhan untuk belajar lebih banyak disia-siakan dengan bermalas-malasan dan lebih banyak tidur daripada belajar. Kali ini anakku diberi kesempatan untuk tetap berbaring ditempat tidur dan tidak bisa melakukan aktivitas seperti biasanya, bahkan yang muncul adalah rasa kebosanan.

Kusampaikan ke anakku, bersyukurlah karena masih diberi peringatan dengan merasakan sakit dan berbaring di tempat tidur. Maka ketika diberi waktu, janganlah waktu itu terbuang percuma, karena waktu itu akan habis dan tidak bisa diulang kembali.

Kusampaikan kembali pesanku untuk lebih rajin belajar ketika sudah sembuh nanti.

 

Ada juga hal lain yang menjadi pelajaran bagi anakku, selama ini anakku sudah terbiasa merokok dan sebenarnya sudah dimulai ketika masih SMP. Berulang kali kami mengingatkan bahaya merokok dan sebenarnya tidak ada manfaatnya bagi kesehatan tubuh, namun nyatanya juga tidak bisa menghentikan kebiasaan merokok.

 

Menjelang satu minggu anakku berbaring di rumah sakit, saya katakan bahwa kalau tidak merokokpun tidak akan berakibat apa-apa bagi dia, bahkan sambil bercanda, saya katakan hal ini juga teguran bagi dia yang selama ini membangkang dengan orang tua.

 

Hampir setiap malam, setelah istriku pulang, kami ada kesempatan ngobrol dan berbicara berbagai hal sehingga kami merasakan adanya kedekatan kembali setelah sekian lama, lebih banyak terjadi pertentangan.

 

Ya, akhirnya setelah anakku sembuh dan pulang kerumah, kami merasakan jelas perbedaan semangat belajar dan mulai berkurang rasa pembangkangan serta kebiasaan merokoknya berhenti total.

 

Puji Tuhan, karena berbagai hal dapat terjadi dan segala sesuatu yang terjadi akan membawa kebaikan bagi setiap orang tepat dan indah pada waktunya.

 

Salam ngobrol

 

 

 

Bandung,  20 Mei 2009.

 

Monday, June 29, 2009

Fajar di Kenjeran




Lokasi ini di Pantai Kenjeran Surabaya.
Beruntung bangun pagi setelah mengunjungi jembatan Suramadu, dan ketika pulang terlihat semburat jingga, petanda fajar mulai menyapa.
Waktu yang tepat untuk meluncur ke pantai kenjeran, dapat sunrise, dan suasana pas sepi, sehingga bisa ambil gambar dengan leluasa.

Matur nuwun Gusti untuk pagi indahMu

SURAMADU




Jembatan Suramadu sepanjang 5,4 Km merupakan ikon baru di Surabaya.
Mungkin tol untuk sepeda motor baru satu-satunya ada ya di Jembatan Suramadu.

Bandeng Pak Elan

Rating:★★★★
Category:Restaurants
Cuisine: Seafood
Location:Gresik
Sea food, menjadi salah satu menu favorit di keluarga kami, dan menu ikan baker selalu menjadi pilihan disetiap kali kami menikmati sea food. Namun menu bandeng bakar tidak pernah terlintas menjadi pilihan, dengan alasan sederhana repot karena banyak duri-duri halusnya.

Menu bandeng yang serng kami santap hanya bandeng presto dan otak2 bandeng, belum biasa dengan Bandeng Bakar, karena ketika kami masih di Indonesia Timur, banyak pilihan ikan bakar, tetapi tidak pernah mencoba bandeng bakar dengan alasan banyak duri halusnya.

Kali ini, saya diajak rekans di Surabaya untuk menikmati makan malam di Rumah Makan Pak Elan, yang lokasinya berada di Kota Gresik Jalan Veteran, berhadapan dengan lokasi Semen Gresik.

Cukup terpana, ketika dihidangkan berbagai jenins masakan dari bandeng, mulai dari bandeng goreng, bandeng bakar, otak2 bandeng, juga ditemani oleh sate kerang yang ukurannya extra large, urab sayur kering, dan sambal manis kecoklatan. Untuk minuman telah disajikan segelas besar es legen.
Dan ketika mengetahu bahwa hidangan bandeng sudah disajikan tanpa duri, langsung nasfu makan saya bertambah, nasi menjadi lauk dan makan ikan bandeng.

Untuk Bandeng Bakar, penyajian sangat menarik karena terlihat kering tetapi sebagian besar kulit masih bersih, tidak gosong karena bara api, ternyata badian dalam ikan telah kering dan tidak ada duri sama sekali. Tampilannya sudah sangat menarik untuk segera dinikmati. Saya ambil secuil daging ikan bandeng bakar, dan dicocol kesambel terasa manis dan gurihnya daging bandeng bakar, dan rasa sedikit pedas dari sambel menjadi paduan yang pas. Dari hanya mencuil sedikit daging bandeng bakar, maka segera ambil setengah potong bandeng bakar, dan menurut saya enak sekali, terlebih lagi ketika dinikmati berbarengan dengan urab sayur, maka perpaduan daging bandeng sambal dan urap, seolah harmoni rasa yang pas.

Pandangan beralih pada sate kerang yang ukuran XL, gigitan pertama terasa cukup empuk, dan rasa rasa gurih mengarah ke manis ,ada rasa merica dan sedikit rasa jahe, sangat cocok ketika disatukan dengan pulennya nasi putih.. Satu rasanya kurang maka tiga tusuk sate kerang menghilangkan rasa penasaran karena empuk, enak dan tida ada bau amis.

Setelah sate kerang, sasaran berikutnya bandeng goreng?
Secara fisik, cukup menarik daging bandeng bakar terlihat kering, dengan warna kuning sedikit kecoklatan (tidak terlihat gosong), langsung tangan mencuil sedikit dan dicocol ke sambil untuk coba-coba, Gigitan pertama terasa kering dan empuk, gurih, tanpa duri dan terasa nendang ketika bercanpur dengan nasi. Selanjutnya ambil separuh dan untuk lebih menikmati rasa gurihnya daging goreng, maka daging bandeng bakar, dinikmati tanpa nasi. Enak dan tanpa takut nelan duri halus, sangat disarankan untukdicoba.
Masih ada menu yang tidak saya cicipi yaitu otak-otak bandeng, karena terasa ”wudele wis miring”, (pusarnya sudah miring) artinya sudah terasa kenyang, sebagai dampak penuhnya lambung, maka akan mendorong pusar sedikit kearah kanan..

Sembari menikmati rasa kenyang, maka tujuan beralih pada segelas es legen (air nira yang diambil dari pohon siwalan – CMIIW) yang sudah menanti untuk diminum, terasa sangat menyegarkan dengan rasa manis yang sedang dan sedikit aroma air legen.
Makan malam menjadi lengkap karena diakhiri dengan buah siwalan yang sudah didinginkan di es batu, rasanya kenyal dan menyerupai kelapa muda.

Bandeng bakar, bandeng goreng menjadi menu yang wajib untuk dinikmati apabila anda sempat berkunjung ke Gresik.

Saturday, June 20, 2009

Pasir Putih Santolo




Pantai ini letaknya bersebelahan dengan lokasi peluncuran roket LAPAN, dan hanya beberapa meter dari jalan utama ke TPI Santolo. Pasir putih, pantai bersih dan tidak ada sampah. Pengunjung bisa berenang karena pantainya landai.

Menarik Jaring




Ketika menunggu makan siang di tepi pantai Santolo, terlihat perahu nelayan mulai menepi. Bergegas, berlari dihamparan pasir putih Santolo, dan syukur saya dapatkan moment yang indah. Bergotong royong menarik jaring yang telah ditebar dan hasilnya cukup banyak, yaitu jenis ikan layur. Tak terkecuali si kecil ikut berebut mengambil ikan

Aktivitas TPI Santolo




TPI Santolo merupakan salah satu TPI yang besar di Garut Selatan, siang itu banyak kapal bersandar dan beberapa aktivitas menarik untuk diambil gambarnya.

Horizon Rancabuaya




Hanya sekitar 1 Km dari Rancabuaya, kita dapat menyaksikan indahnya horizon pantai selatan, tepatnya di Puncak Guha. Pemandangan di sini mirip sekali dengan kondisi di Bali.

Indahnya Karang Rancabuaya




Ketika masuk ke area wisata Rancabuaya, langsung disambut dengan pasir putih dan hamparan karang sepanjang pantai.
Berbagai jenis karang mulai dari batukarang yang besar, karang halus, karang runcing dan kasar, hingga hamparan pasir putih, dan pantai yang landai didekat TPI, membuat pantai ini lengkap panorama alamnya.

Nasi Jamblang Pak Gendut

Rating:★★★
Category:Other
Setiap kali berkunjung ke Cirebon, menu yang tidak pernah terlewat adalah Nasi Jamblang. Tempat favorit bagi banyak orang adalah warung nasi jamblang Mang Doel. Kebetulan kali ini kami mencoba untuk makan malam Nasi Jamblang ternyata warung Mang Doel sudah tutup.

Pilihan beralih menuju depan mall Grage, yang merupakan pusat penjualan nasi jamblang sepanjang jalan didepan mall tersebut.
Banyak pilihan warung nasi jamblang sepanjang jalan tersebut, dan kami sekeluarga mencoba mengamati warung-warung tersebut, akhirnya pilihan bersama memutuskan untuk ke warung nasi jamblang Pak Gendut, dengan alasan tempatnya lebih luas, suasana terang benderang, dan terlihat banyak pilihan lauk-pauk yang berjajar disajikan sangat rapi dan menarik.

Nasi jamblang adalah nasi putih yang dibungkus dengan daun jati dalam ukuran mini, karena ukurannya kecil hanya sekitar 2 atau 3 kali suapan nasi. Biasanya orang akan meminta lebih daru dua bungkus nasi jamblang yang satukan dan disajikan diatas daun jati. Biasanya penjual akan menawarkan sambal matang cabe merah yang diiris tipis memanjang, sehingga ketika dituangkan diatas nasi jamblang akan terlihat angat menarik karena kontras antara putih nasi, merahnya sambal diatas hijaunya daun jati, terlihat “mlekoh”

Untuk pengunjung yang pertama kali menikmati nasi jamblang biasanya akan bingung dengan tawaran penjual, karena akan menanyakan “satu, dua, tiga?”
Pengunjung akan bingung dengan tawaran ini, dan biasanya mulai “ngeh” ketika penjual mulai membuka bungkus nasi jamblang kedalam piring.
Kebingungan yang kedua akan muncul manakala setelah menerima nasi, kemudian terserah pembeli mau pilih lauk yang mana.

Mulai dari emping goreng, kripik tempe tipis, peyek tempe, peyek teri, peyek udang, masih ada beberapa jenis sate, mulai sate usus, sate telur puyuh sate udang, serta berbagai gorengan seperti tempe goreng, tahu goreng , perkedel, telur dadar, telur ceplok, paru goreng, telur bumbu pedas juga telur mata sapi. Ada juga sejenis daging masak kari, daging masak pedas, juga masak renadng, semuanya disajikan dalam potongan-potongan kecil, Kita bisa juga untuk menikmati potongan ikan asin atau pindang tongkol.

Malam itu, saya minta 3 bungkus nasi jamblang dan diatasnya langsung diberi sambal cabe merah yang kontras dengan putihnya nasi, saya ambil tempe goreng dan telur ceplok bumbu pedas sebagai pilihan lauk yang pertama.
Setelah cuci tangan, langsung saya campurkan sambel cabe merah dengan nasi, dan ketika sesuap nasi mulai masuk terasa benar sambal merahnya cukup nendang tetapi tidak terlalu pedas. Secuil telur ceplok segera menemani suapan nasi pertama. Tempe gorengnya terasa gurih tetapi hanya dalam dua gigitan sudah habis karena ukuran yang kecil. Sambil menikmati pedasnya sambal dan telur ceplok, pandangan mata mulai mencari sasaran lain, dan tertuju pada paru goreng , juga dalam ukuran kecil, sehingga saya putuskan untuk mengambil dua potong.

Setelah nambah dua potong paru goreng yang cukup renyah dan gurih, giliran nasinya sudah habis dan saya minta satu lagi dari pada nanti malam merasa lapar karena ukuran yang serba mini.

Untuk minuman, ada pilihan, teh manis, es teh, es jeruk, jeruk panas juga ada kopi, untuk menemani makan nasi jamblang.

Secara keseluruhan, cukup enak dan mengenyangkan (bila nasinya lebih dari 3 bungkus) dan untuk harga jelas sangat murah karena dapat terjangkau semua lapisan masyarakat. Terkadang juga di warung nasi jamblang ini terlihat banyak anak muda yang menikmati makan sambil ngobrol .

Apabila anda singgah ke Cirebon, cobalan nikmati nasi jamblang sebagai alternative makan malam di pinggir jalan, namun bagi anda yang berasal dari Jogyakarta, maka nuansa warung nasi jamblang hampir sama dengan warung akringan, dan tentu saja kita dapat 3 M (Murah Meriah dan Mengenyangkan)

Friday, June 19, 2009

Indahnya pemandangan Cijayanti - Rancabuaya




Setelah melewati jalan yang dalam perbaikan, dan mulai menikmati jalan hotmix, rasanya sangat sayang kalau tidak mengabadikan keindahan alam sepanjang jalur ini. Sawah yang hijau dan menguning, berbatasan dengan laut. Kondisi ini sangat jarang ditemui di Pantura. Anda tidak tertarik menikmati indahnya alam ini?

Kondisi Jalan Cijayanti - Rancabuaya




Keluar dari pantai Cijayanti, kondisi jalan relatif baik, boleh dikatakan 90% mulus, namun sekitar setengah jam perjalan, sedang dilakukan perbaikan jalan dan pengaspalan, kondisinya cukup parah dengan jarak sekitar 5 km. Setelah itu kondisi jalan mulus, hotmix dan perjalanan terasa nyaman. Terlebih lagi pemandangan pantai selatan sepanjang jalur ini menarik untuk diabadikan

Perahun di Cijayanti




Mencari objek photo yang menarik di antara puluhan perahu yang bersandar di pantai, memberikan keasyikan tersendiri.

Indahnya Pantai CIjayanti




Setelah melewati indahnya kebut teh, lembah naringgul juga melewati Cidaun akhirnya kami bisa menikmati indahnya pantai cijayanti.
Sambil menunggu ikan bakar, kami istirahat di warung paling ujung di TPI Cijayanti.

Wednesday, June 17, 2009

Jernihnya Muara Cidaun




Baru kali ini, saya bisa melihat betapa jernihnya air di muara Cidaun, karena penasaran akhirnya turun ke sungai untuk menyentuh dingin dan jernihnya air dimuara Cidaun

Lembah Balegede - Naringgul




Lembah Naringgul, dikelilingi tebing terjal dan masih hijau karena hutan masih terjaga dengan baik. Air yang mengalir sangat jernih, air terjun yang terlihat putih membelah hijaunya dinding tebing, serta hamparan sawah yang tertata rapi.
Bersyukur dapat menikmati indahnya pemandangan ini.

Tuesday, June 16, 2009

Breakfast di ujung Rancabali




Apapun makanannya, terasa nikmat diketinggian dan dinginnya rancabali.

Monday, June 15, 2009

Rancabali




Hamparan hijau perkebunan teh dan langit yang cerah di Rancabali, membuat kami harus turun dan mengambil foto yang cukup indah

Wednesday, June 10, 2009

Indahnya tiap sudut Lagoon Hotel




Banyak hotel di kawasan Nusa Dua, diantaranya Lagoon Hotel, yang tertata sangat indah dan nyaman.

Garuda Wisnu Kencana Plaza




Bali, merupakan tempat yang paling enak untuk dikunjungi dan tidak pernah bosan untuk selalu kembali menikmati keindahannya.
Bebapa lokasi wisata yang menarik diujung selatan pulau bali dapat dinikmati mulai dari GWK, pura Uluwatu dan dream land pantai yang indah dan idaman para peselancar.

GWK Plasa , merupakan harmoni perpaduan hasil karya seorang empu pembuat patung dan alam yang terata indah diatas potongan-potongan tebing cadas.
Diketinggian bukit cadas ini kita bisa menikmati keindahan alam dan patung GWK.
Dan belum ada perubahan yang banyak dibadingkan kunjungan beberapa tahun lalu.
Mudah2an kedepan proyek ini bisa selesai sesuai rencana awal.
Kebayang deh keindahannya jika sudah selesai sempurna.

Tuesday, June 09, 2009

Menyiapkan Sarapan Pagi

Suasana rumah dipagi hari biasanya lebih sibuk karena semua anggota keularga biasanya secara bersama melakukan aktifitas rutin  untuk menyiapkan segala sesuatu yang akan dilakukan sepanjang hari tersebut.  Semua berusaha untuk dapat segera menyelesaiakan persiapannya secepat mungkin dan dapata berangkat ke sekolah, tempat kerja tepat waktu agar tidak terlambat samapai di tempat tujuan.

 

Dibanyak kota besar, setiap pagi terjadi arus masuk berbagai kendaraan, mulai dai angkutan kota, bus, sepeda motor, kendaraan pribadi maupun kereta api, seolah akan berebut jalur menuju kota. Semakin jauh pemukiman dari pusat kota, maka semakin  pagi harus cepat berangkat dari rumah agar tidak terlambat.

 

Semua anggota keluarga menjadi sibuk sendiri menyiapkan perkelangkapan, namun yang lebih sibuk lagi di pagi hari biasanya ibu-ibu yang selalu berusaha agar sarapan pagi sudah selalu siap ketika anggota keluarga selesai berbenah diri.

Seorang ibu biasanya bangun lebih pagi dan lebih sibuk dibandingkan anggota keluarga yang lain karena, meyiapkan air panas, untuk minuman pagi,  menyiapkan masakan untuk sarapan pagi.

Sarapan pagi menjadi hal yang penting karena dengan asupan makanan dan minuman dipagi hari akan membantu kelancaran aktivitas seseorang hingga siang hari.

 

Bagi banyak orang, karena hal ini dianggap suatu rutinitas belaka maka masalah menyiapkan sarapan pagi menjadi hal yang mudah, karena hanya mengetahui segala sesuatunya sudah tersedia di meja makan.

Minuman panas seperti kopi, teh atau susu mungkin juga sereal serta jenis makanan pagi seperti roti, nasi (kuning, uduk, goreng) atau mie goreng semua tersedia dengan rapi dan siap dinikmati oleh anggota keluarga.

 

Untuk sebagian orang, mungkin bisa menikmati sarapan pagi dirumah, namun ada juga yang membawa bekal sarapan pagi dan dinikmati dalam perjalanan untuk menghemat waktu. Namun tetap saja hal ini juga memerlukan persiapan agar semuanya dapat dinikmati oleh anggota keluarga.

 

Ketika penulis mencoba untuk menempatkan diri dalam menyiapkan sarapan pagi selama beberapa hari(kebetulan istri sedang keluar kota), ternyata menyiapkan sarapan pagi tidak sekedar menata makanan dan minuman di meja makan. Tetapi lebih dari itu,  ternyata perlu juga mempersiapkan segala sesuatu  untuk sarapan pagi. Mulai dengan menu apa  yang akan disiapkan esok pagi, seseuai dengan keinginan anak, siapkan bahan makanan untuk sarapan, cek juga persediaan makanan yang ada di rumah.

Bangun tidur lebih pagi dan mulai menjerang air untuk minum, juga meracik bahan untuk sarapan pagi,  membuat sarapan pagi dan mengidangkan di meja makan tepat waktu agar anak-anak bisa sarapan pagi dan tidak terlambat di sekolah.

Beruntung rasanya kalau permintaan anak-anak tidak susah, kadang hanya cukup disiapkan menu sereal sehingga cukup menjerang air tanpa harus repot menyiapkan sarapan pagi.

 

Aktivitas dalam menyiapkan sarapan pagi cukup menyita waktu dan tenaga, namun semua ini menjadi sesuatu yang menyenangkan manaka menu yang dihidangkan dinikmati dan dihabiskan oleh semua anggota keluarga. Sebaliknya apabila sudah berupaya menyiapkan sarapan pagi, ternyata makanan tidak disentuh sama sekali yang muncul adalah perasaan sedih, karena merasa menyiapkan sarapan pagi menjadi sia-sia. 

 

Dari proses kegiatan yang kelilhatan sederhana dalam menyiapkan sarapan pagi,  ada beberapa hal yang bisa menjadi pelajaran bagi para suami antara lain :

  • Sekali waktu, tempatkan diri anda untuk melakukan aktivitas rumah tangga yang selama ini dilakukan oleh istri tercinta agar lebih memahami bahwa menyiapkan sarapan pagi bukan sekedar menyiapkan makanan dan minuman saja.
  • Lihatlah aktivitas menyiapkan sarapan pagi ini bukan sekedar aktifitas rutin, tetapi lebih dari itu adalah wujud kasih seorang ibu kepada anggota keluarga agar tetap sehat dan dapat melakukan aktivitas dengan baik
  • Bersyukurlah atas apa saja yang dihidangkan untuk sarapan pagi oleh seorang istri, meskipun terkadang masakannya kurang pas, tetapi yang jelas anda harus lebih bersyukur karena masih ada istri yang menyiapkan makan pagi.

 Nikmatilah setiap sarapan pagi yang dihidangkan di meja makan, karena itu wujud kasih seorang istri/ ibu untuk anggota keluarga dan semuanya itu merupakan berkat dari Tuhan Yang Maha Kasih.

Friday, June 05, 2009

Kawasan Bandung Selatan




Tujuan wisata yang cukup ramai di kawasan bandung selatan adalah kawah putih, ranca upas, rancabali, situ patengan.

Thursday, June 04, 2009

Cuci Motor / Mobil

Berapa kali dalam sebulan kita mencuci motor atau mobil? Mungkin ada yang bilang sekitar 5 s/d 8 kali cuci dalam sebulan, tetapi mungkin juga akan lebih dari 10 kali bila sering terjadi hujan. Ada perasaan kurang nyaman apabila mengendarai motor/  mobil dalam kondisi kotor dan berlumpur, seolah menunjukkan siapa yang mengendarainya.  Sebaliknya akan terasa nyaman apabila motor/ mobil kelihatan bersih dan kinclong.

 

Pilihan untuk cuci motor atau mobil banyak pilihan, mulai dicuci sendiri, jasa cuci manual, snow wash sampai ke Automatic car wash yang hanya memerlukan waktu kurang dari 15 menit kendaraan sudah bersih mengkilap. Sementara untuk cuci motor berkisar antara Rp. 4 ribu s/d Rp. 6 ribu sekali cuci.

 

Masing-masing pilihan ada konsekuensinya, jika dicuci sendiri paling hanya mengeluarkan sesendok sabun dan air untuk menyiram. Jika cuci manual perlu waktu sekitar 1 jam dan biaya sekitar  Rp. 20 s/d Rp. 25 ribu,  dengan snow wash sekitar Rp. 30 ribu. Apabila tidak waktu yang tersedia sempit dan perlu kendaraan terlihat bersih disisi luarnya saja, maka automatic car wash menjadi pilihan yang tepat.

 

Bagi beberapa orang, biaya cuci mobil tidaklah menjadi masalah karena secara ekonomi memang sudah mapan, namun akan bermasalah ketika secara ekonomi memang tidak berlebihan, terlebih lagi bila nilainya cukup material dalam satu bulan, maka mencuci mobil sendiri

 

Dengan mencuci sendiri untuk motor atau mobil, secara ekonomi jelas akan mengurangi pengeluaran rutin, dan saving dapat digunakan untuk keperluan lainnya yang lebih penting.

 

Selain dari sisi ekonomi, ada beberapa manfaat yang dapat diperoleh ketika kita mencuci motor atau mobil dirumah antara lain :

 

  • Selain mobil menjadi bersih, sebenarnya secara tidak langsung kita sedang menjalankan aktivitas olah raga yang melibatkan tangan, dan kaki kita, mulai dari menyemprotkan air, menggosok badan mobil dapat menguatkan otot tangan, jongkok ketika menggosok ban dan bumper, berjinjit ketika menggapai bagian atas mobil,  juga ketika mengeringkannya. Bila cara mencuci mobil dilakukan dengan runut makan sebenarnya kita sedang berolah raga, dan setelah selesai terasa capek dan berkeringat.
  • Sekali waktu libatkan anak-anak untuk ikut mencuci mobil/ motor, minta pada anak-anak  untuk menyemprotkan air, juga untuk menggosok mobil dengan busa sabun. Lakukan semua itu dengan riang dan sedikit canda, seperti salah semprot sehingga baju anak-anak  menjadi basah, atau sebaliknya anak-anak menyemprotkan air ke ayah. Kita tahu bahwa dengan melibatkan anak maka proses mencuci menjadi lebih lama juga hasilnya belum tentu sempurna, namun kegiatan ini juga memberikan manfaat karena ada interaksi,  juga canda dan tawa antara ayah dan anak. Sudah barang tentu kita tidak ingin anak-anak masuk angin, maka sembari kita mencuci mobil bersama, mintalah kepada ibu untuk menyiapkan air hangat sehingga apabila cuci mobil selesai, maka anak-anak siap untuk mandi dengan air hangat. Ada olah raga, ada canda dan ada kebersamaan antara ayah dan anak ketika mencuci mobil bersama.

 

  • Jika anak kita sudah beranjak remaja,  sarana cuci mobil/ motor  ini juga bisa menumbuhkan rasa bertanggungjawab atas mobil/ motor yang dikendarai.  Bisa juga sebagai sarana untuk mulai belajar menghemat dengan menyisihkan ongkos cuci kedalam tabungan mereka.

 

  • Bila punya waktu lebih lama, setelah selesai cuci mobil, ada kesempatan ayah untuk menginformasikan seluk beluk mesin secara praktis dan hal-hal apa saja yang wajib diketahui atau di cek apabila ada masalah dengan mobil/ motor tersebut.

  

Berhemat, berolah raga dan bercanda dengan anak-anak dapat dilakukan sekaligus manakala kita mencuci motor/ mobil bersama anak-anak.

 

Yuk, kita cuci motor/ mobil sendiri bersama anak kita.

Ngobrol (2)

Memang mudah untuk ngobrol dengan rekan sekerja atau teman dekat, karena tidak ada sekat pembatas, menjadikan suasana ngobrol menjadi lancar, mengalir dan menyenangkan. Sebaliknya ketika mencoba untuk ngobrol dengan keluarga terasa susah karena posisi sebagai orang tua terasa sekali dominant dalam proses ngobrol tersebut.

 

Dalam suasana sehari-hari  dalam keluarga yang sedikit memiliki waktu luang dan semua anggota keluarga berkumpul bersama, maka kesempatan ngobrol menjadi semakin sedikit, dan kalaupun ada hanya di akhir pekan saja.  Kalaupun bisa ngobrol lebih banyak dengan topic permintaan masing-masing anggota keluarga, bukan berbicara yang sifatnya ringan tetapi mampu membangun kebersamaan keluarga.

Terasa lebih sulit lagi ketika harus ngobrol dengan anak-anak usia remaja yang sedang mencari jati diri, kecenderungan hanya akan bicara seperlunya saja dan yang terkait dengan keinginannya.

Sayapun merasakan hal ini, ketika mencoba untuk mengajak ngobrol dengan anak sulung yang beranjak remaja dikala waktu senggang di rumah. Namun yang terjadi sering pembicaraan tidak tuntas, karena merasa orang tua mendominasi pembicaraan, sementara anak sulit untuk diajak berbicara dengan penuh rasa tanggung jawab.

 

Salah satu cara untuk dapat ngobrol secara bebas, adalah membangun suasana yang akrab antara anak dan orang tua, dan hal itu bisa dilakukan ketika sekeluarga liburan bersama.

Semenjak berangkat liburan, kami orang tua sudah mulai mencoba untuk membangun suasana yang santai dengan anak-anak, tanpa harus membicarakan permasalahan sekolah atau tugas dan tanggungjawab anak-anak, tetapi lebih banyak bicara berbagai hal yang sedang menjadi pembicaraan dikalangan anak-anak, mulai dari musik, majalah ataupun film.

 

Dengan mencoba memahami keinginan juga arah pembicaraan anak-anak, secara tidak langsung mulai terjalin komunikasi dua arah dan lebih banyak nuansa ngobrol dibandingkan komunikasi antara orang tua dengan anak. Kami merasa sejauh ini upaya untuk menghilangkan sekat antara orang tua dan anak mulai nampak karena sudah lebih banyak canda dan tawa bersama.

 

Ketika sampai ditempat tujuan untuk liburan, anak-anak kami bebaskan untuk melakukan aktivitas sesuai keinginannya, kami hanya mengikuti kegiatan mereka  sehingga hubungan menjadi semakin lancar.

 

 

Setelah makan malam, kami sekeluarga duduk-duduk didepan penginapan sambil memandang gemerlapnya bintang dikegelapan malam. Bercanda mengenai hal-hal kecil yang dulu terjadi ketika sikecil masih balita,  yang lucu dan menggemaskan. Suasana menjadi sangat cair dan ini waktu yang tepat untuk ngobrol dengan anakku yang mulasi beranjak remaja. Istri keberi tanda untuk masuk ke kamar dan kami berdua mulai ngobrol dengan ringannya.

 

Berbagai hal menjadi topik obrolan kami, mulai dari hal yang kecil mengenai kebiasaan makan, jenis makanan, teman juga masalah kedisplinan yang dimulai dari hal terkecil, misalnya tepat waktu dalam melakukan tugas. Juga bagaimana menghormati seorang wanita, dalam kehidupan kami, mulai dari ibu, adik wanita, juga masalah pacar.  Jadilah seorang pemuda yang bertanggungjawab dalam berteman dengan anak putri, mulai minta ijin keorang tua ketika mau jalan bersama, juga ketika pulang jangan pernah mengantar hanya sampai ditengah jalan tetapi sampai di rumah dan bertemu dengan orang tuanya.

 

Hingga akhirnya membuat komitmen untuk mulai merancang masa depan dengan lebih baik, yang diawali dengan sukses di bangku sekolah hingga ke jenjang perguruan tinggi.

 

Tak terasa, kami ngobrol cukup lama, hingga mendekati tengah malam, dan baru kali ini saya dan anak lelaki saya bisa ngobrol bebas hampir 3 Jam.

 

Beberapa hal yang membuat kami bisa ngobrol antara lain :

1.                  Ciptakan suasana yang menyenangkan agar anak bebas untuk mulai pembicaraan.

2.                  Buatlah pembicaran tanpa ada sekat pembatas antara orang tua dan anak

3.                  Pembicaraan lebih bersifat membangun tidak ada rasa ingin memerintah dan tidak didominasi orang tua.

4.                  Biarkan anak untuk bebas berbicara dan sediakan waktu untuk mendengar sampai anak tuntas menyampaikan pendapatnya.

5.                  Menghargai pendapat anak, dan jika ada yang kurang tepat jangan langsung disalahkan tetapi arahkan kepada hal yang benar.

 

Selamat mencoba untuk ngobrol dengan anggota keluarga dan jangan hanya ngobrol dengan rekan sekerja saja.