Wednesday, September 23, 2009

Omah TEMBI - WEDANG UWUH

Rating:
Category:Restaurants
Cuisine: Other
Location:Bantul, Yogyakarta
Malam hari sembari menikmati alunan gamelan, dan melihat gemerlapnya bintang serta alunan irama jengkerik, terasa begitu syahdu dan sejenak melupakan rutinitas yang membelenggu dan suasana hari menjadi lebih tenteram.
Udara di Bantul yang mulai dingin, serasa hilang ketika menikmati seduhan WEDANG UWUH di Omah TEMBI. Ketika masih panas, terasa sekali kenikmatan yang diberikan jauh melebihi nama seduhan Wedang UWUH.

UWUH dalam bahasa jawa sehari-hari sebenarnya identik dengan “SAMPAH” dalam bahasa Indonesia, memang sepintas kemasan Wedang UWUH nampak seperti serpihan sampah kering dari berbagai potongan dedaunan, serutan kayu. Ternyata dalam sampah kering tersebut terdiri dari berbagai jenis bahan yang bermanfaat bagi tubuh kita antara lain daun pala, daun dan kayu manis, batang cengkeh, potongan jahe, secang dan gula batu.

Sepintah memang seperti UWUH, namun ketika UWUH itu dituangkan air mendidih, maka akan nampak warna air menjadi sedikit kemerahan dan terasa harumnya rempah jahe dan cengkeh yang ada dalam UWUH tersebut. Menikmati Wedang UWUH dimalam hari terasa lebih lengkap manakala Pisang goreng juga tahu susur panas datang menghampiri meja hidangan. Wis… enak tenan.

Wedang UWUH sendiri, sangat popular di daerah Imogiri, dan sudah menjadi minuman khas Imogiri.

Silahkan bagi yang berminat untuk mencicipi Wedang UWUH bisa tengok disini :
http://wedang_uwuh_imogiri.indonetwork.com


Sunday, September 20, 2009

Mie Ongklok




Akhirnya mudik juga ke Wonosobo, menikmati dinginnya cuaca dan segarnya angina pegunungan, terasa lengkap setelah di sore hari menikmati mie ongklok, tempe kemul dan geblek serta sate daging sapi. Rasanya kurang lengkap kalau pulang tidak menikmati kenikmatan mie onglok cs.

Saturday, September 12, 2009

SYUKURAN

Ketika seseorang mendapatkan “sesuatu keberhasilan”, biasanya ia akan mengucap syukur kepada Yang Maha Kuasa. Keberhasilan itu bisa dalam bentuk lulus ujian, kenaikan kelas, kenaikan pangkat,  memperoleh jabatan baru, pindah rumah baru atau mungkin mutasi ke tempat yang diinginkan.  Terhadap semua hal tersebut memang sudah sepatutnya kita mengucap syukur kepada Yang Maha Kuasa.

 

Namun meskipun anda sudah mengucap syukur atas keberhasilan tersebut, biasanya rekan-rekan anda akan menagih kapan syukurannya?

Dalam bahasa pertemanan, istilah syukuran ini lebih banyak diartikan dengan ”kapan kita makan-makan” untuk merayakan keberhasilan tersebut. Berkumpul bersama dengan rekan-rekan, kemudian ada sedikit sambutan, ceramah atau apapun bentuknya terus dilanjutkan dengan acara pokok yaitu makan-makan.

 

Acara seperti ini sudah menjadi trend atau kewajiban yang tidak tertulis bahwa setiap orang yang memperoleh statu keberhasilan maka wajib untuk mengundang rekan-rekan, untuk ngumpul, ngobrol dan akhirnya makan-makan.

 

Adakah sesuatu yang salah dengan hal ini? Jelas bahwa acara syukuran ini tidak salah, bahkan lebih banyak manfaat yang bisa diperoleh bagi orang yang mengundang maupun yang diundang. Ada silaturahmi, ada canda, ada tawa dan mungkin juga akan mengingatkan kembali pada masa-masa lalu tentang pengalaman lucu sewaktu masih muda.

Namun kadang kala, acara syukuran ini juga bisa dilakukan di cafe atau tempat pertemuan lainnya yang disesuaikan dengan kondisi dan situasi yang diharapkan. Datang, say hello, ngrumpi, makan & minum terus ngobrol sampai malam, terus pulang...... selesai.

 

Berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk acara seperti ini? Biaya yang timbul sangat bervariasi mulai dari yang paling sederhana dalam jumlah puluhan ribu rupiah, atau ratusan ribu rupiah bahkan mungkin jutaan rupiah.  Tapi yang jelas, meskipun harus mengeluarkan sejumlah uang yang besar, tentu tidak menjadi masalah bagi orang yang mendapat keberhasilan, karena secara financial jelas berkecukupan.

 

Lalu apa yang salah dengan syukuran, kalau memang hal ini sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat pada umumnya?

 

Model syukuran yang selama ini banyak dilakukan adalah dengan cara-cara seperti di atas, dan sebenarnya hasil akhirnya sama saja….., datang, ngobrol, makan, pulang dan semua yang dimakan akhirnya (mohon maaf) dibuang di toilet. Selesailah sudah.

 

Sebenarnya masih banyak cara lain untuk ”syukuran”, dan mungkin akan banyak manfaat yang dapat diperoleh bagi orang yang syukuran maupun pihak lain yang terlibat, baik manfaat jangka pendek maupun jangka panjang.

 

Mungkin anda masih ingat, kejadian tragis yang sebenarnya tidak perlu terjadi terhadap seorang anak yang malu tidak dapat membayar uang sekolah bulanan (yang besarnya lebih kecil dari satu kali makan siang anda?) berupaya untuk bunuh diri karena malu tidak bisa membayar?

Kejadian ini sebenarnya hanya merupakan puncak gunung es di lautan, yang sangat kecil kelihatannya, namun permasalahan yang sangat besar belum terungkap.

Masih banyak saudara-saudara kita yang hidup dalam serba kekurangan, sehingga lebih baik mengorbankan bangku sekolah untuk dapat membantu orang tua dalam mencari penghasilan. Selain itu masih banyak anak-anak dipanti asuhan yang memerlukan bantuan untuk bisa sekolah.

 

Bayangkan bila hal ini terjadi dalam jangka waktu yang panjang, maka kita akan kehilangan calon penerus bangsa yang tidak dibekali pendidikan yang cukup.Tentu anda juga tergerak untuk dapat membantu sebagian kecil dari mereka, agar dapat meneruskan sekolahnya.

Salahsatu cara untuk ikut membantu mereka adalah, merubah model syukuran kita yang semula kita mengeluarkan uang dalam jumlah banyak hanya untuk makan-makan, marilah kita salurkan untuk bantuan pendidikan bagi yatim piatu, anak-anak tak mampu.

Apabila semua diantara kita mengubah model syukuran dengan cara ini, maka akan banyak anak-anak yang akan memperoleh pendidikan.

Smoga!

Friday, September 11, 2009

Segala sesuatu akan Indah dan tepat pada waktunya

Jalan hidup setiap orang tidak akan pernah ada yang sama
Cita-cita yang telah diimpikan, akan bisa terwujud namun juga bisa sebatas impian saja.
Semua dicapai dengan usaha dan doa
Terkadang seseorang berharap untuk memperoleh sesuatu, yang menurutnya adalah terbaik.
Namun ketika pada kenyataan, berbeda dengan yang diharapkan, sering terjadi rasa kesal, uring-uringan bahkan bisa jadi marah.

Secara manusiawi, wajar bila itu terjadi.
Impian yang selama ini diinginkan, dan telah dibarengi dengan usaha keras juga disertai doa tentunya.
Namun kenyataan jauh dari yang diharapkan.
Apa yang sebenarnya baik menurut pribadi manusia, belum tentu sesuai dengan kehendakNya.

Harusnya kita bisa menerima segala keadaan, karena semuanya tidak terjadi dengan kebetulan.
Bersyukurlah untuk segala keadaan, karena kita tidak pernah tahu hikmat yang ada dari setiap kejadian itu, ketika hal itu terjadi.
Ketika waktu mulai berlalu, biasanya pikiran jernih akan muncul dan menjadi tahu apa sebenarnya makna atau hikmat dari kejadian tersebut. Dan yakinlah bahwa hal itu terjadi pasti akan membawa kebaikan bagi diri kita.

Tuhan Yang Maha Tahu, akan memberikan sesuatu kepada umatnya pada saat yang tepat dan indah pada waktunya. Tinggal bagaimana kita mau untuk mampu memahami setiap kejadian yang merupakan kehendakNya. Dekat dengan Tuhan dan berserah kepadaNya akan membuat kita menjadi orang yang senantiasa bersyukur dan berpikiran positif terhadap setiap kejadian yang menimpa kita.

Smoga

Thursday, September 10, 2009

Belajar pada burung Rajawali

Berbagai macam burung memiliki karakteristik yang sangat berbeda, satu diantaranya yang menarik bagi saya adalah burung rajawali.

Gagah, perkasa dan memiliki sorot mata yang tajam, seakan padangannya dapat langsung mengujam tajam, mampu terbang tinggi, membangun sarang ditempat yang tinggi dan aman, dan dengan cakar yang kuat serta sayap yang lebar menambah kegagahannya.

 

Namun bukan hanya secara fisik saja, ada satu hal yang bisa saya contoh dan bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu rajawali selalu siap menghadapi badai atau angin yang besar dengan mengembangkan sayapnya. Dengan tenang dan pasti, ketika angin badai datang, rajawali selalu siap menghadapinya, ketika sayapnya dikembangkan..... rajawali akan membumbung lebih tinggi, tidak terbawa oleh badai atau angin yang besar.

Sayapnya mengembang seakan dia berkata " kan kuhadapi angin kencang dengan sayapku yang terkembang", kan ku naiki angin kencang untuk membawaku ketempat yang lebih tinggi.

Seandainya angin kencang datang, lalu rajawali menutup sayapnya seperti ketika dia akan menerkam mangsanya...., rajawali pasti terhempas dan hancur di tanah.

Apa yang dapat dipelajari dari rajawali?

 

Ketika badai kehidupan, atau angin ribut yang datang melanda kehidupan kita, contohlah seperti rajawali yang siap dan tenang untuk menghadapi tantangan itu, bukan melarikan diri dengan menutup sayap, tapi buka dan kembangkan sayap agar dapat menyelesaikan tantangan dan menang! Sehingga kita bisa menapak lebih tinggi lagi dalam tataran kehidupan.

 

Mulai dari persoalan yang kecil, meningkat lebih tinggi dan semakin berat maka akan membantu kita untuk melihat permasalahan dari sudut pandang yang lebih baik dan sudut pandang yang semakin tinggi ibarat rentangan sayap rajawali yang mulai membumbung tinggi dalam menghadapi tiupan angin permasalahan.

 

Tantangan kehidupan bukan untuk dihindari, tetapi untuk dihadapi dan dijalani, yang akhirnya akan memberikan manfaat pada kematangan pribadi, terlebih lagi bila selalu meminta pertolongan dari Tuhan Yang Maha Kasih.

 

Berbagai persoalan yang kita hadapi, akan membuat kita menjadi lebih kuat dan menjadi lebih tekun, lebih berpengharapan akan pertolongan Tuhan.

 

Belajarlah pada burung rajawali.

 

 

 

Dia yang memuaskan hasratmu dengan kebaikan, sehingga masa mudamu menjadi baru  seperti  pada burung  rajawali”  Mzm 103 : 5

Wednesday, September 09, 2009

Bekerja itu ........, Belajar

Semua orang akan setuju dengan kalimat “bekerja itu ibadah”, karena memang pada hakekatnya apabila seseorang bekerja dengan sepenuh hati dan mempertanggung jawabkan hasil pekerjaannya bukan hanya sekedar memenuhi kewajiban tetapi merupakan wujud dari rasa syukurnya, pada Yang Maha Kuasa, maka sebenarnya ia sedang beribadah.

Ada kalanya intensitas pekerjaan sangat padat, dan target penyelesaian yang sangat ketat, seringkali akan membuat seseorang merasa beban dan tanggungjawabnya menjadi lebih berat dari yang seharusnya. Berbagai macam tanggapan akan muncul tergantung dari persepsi orang tersebut dalam memaknai pekerjaannya.

Mungkin yang satu akan berpendapat, “rasanya tidak adil, mengapa beban pekerjaan tersebut tidak dibagi dengan yang lain, sementara dari sisi penghasilan tidak berbeda”
Atau mungkin akan muncul pendapat, “Orang yang rajin akan mendapat limpahan kerjaan yang lebih banyak, semakin rajin semakin berat tanggungjawabnya, sementara yang lain bisa menikmati rutinitas dengan datang siang, pulang sore”

Bahkan juga bisa muncul pendapat “Salahnya sendiri mengapa harus rajin bekerja, kalau memang tidak ada pengaruhnya”

Malas, rajin, bertanggungjawab, atau menghindar dari tugas, itu sudah menjadi pilihan masing-masing orang. Karena setiap keputusan yang diambil akan menentukan masa depannya. Pengambilan keputusan yang salah, akan dapat berdampak pada masa yang akan datang.

Memang pada kondisi tertentu, seseorang akan mengalami tambahan pekerjaan yang sebenarnya sudah diluar tanggungjawabnya. Jika seseorang selalu berpikir positif maka tambahan pekerjaan tersebut bukan lagi menjadi beban namun justru akan diambil hikmahnya yaitu adanya kesempatan untuk memperoleh hal baru. Tidak semua orang memperoleh kesempatan yang sama dalam proses “belajar” dalam menangani pekerjaan tersebut.

Secara tidak langsung ia akan “belajar” untuk hal-hal yang sebelumnya tidak pernah ditangani karena lingkup tanggungjawabnya yang terbatas.
Banyak hal yang bisa diperoleh ketika seseorang berpikir positif atas tambahan pekerjaannya, seperti misalnya :
Tambahan pekerjaan secara tidak langsung belajar untuk menerima tambahan tanggungjawab.
Menuntut lebih cerdas dalam menyiasati keterbatasan waktu dan tenaga.
Menuntut flexibililtas, adaptasi dan penguasaan pekerjaan yang lebih baik ketika harus mengkomunikasikan pekerjaan kepada level yang lebih tinggi.
Memperoleh kesempatan untuk “tampil” di forum yang lebih tinggi.
Belajar untukmengambil keputusan dengan cepat dan tepat sejalan dengan resiko yang harus dihadapi.
Dan lebih dari itu adalah bersyukur atas kesempatan dan kepercayaan yang diberikan, karena segala sesuatu selalu ada hikmahnya.

Jadi, tetaplah berpikir positif apabila beban pekerjaan bertambah, karena ketika kita sedang bekerja, sebenarnya saat itu kita sedang belajar.

Semoga kita bisa selalu belajar dalam melaksanakan pekerjaan kita

Tuesday, September 08, 2009

KERJAKAN SEKUAT TENAGA

Ketika seseorang telah menyelesaikan pendidikannya, maka statusnya berubah dari status sebagai mahasiswa, menjadi “pencari kerja” atau pengangguran sementara. Dan betapa berbahagianya manakala datang surat panggilan untuk test dan beruntung bisa diterima  menjadi karyawan atau pegawai.

 

Dimasa awal sebagai karyawan atau pegawai, terasa semangat yang tinggi dan segala tugas atau pekerjaan, semuanya dikerjakan dengan penuh tanggungjawab, karena takut masih dalam masa percobaan bisa dikeluarkan manakan dianggap tidak mampu bekerja. Semangat kerja juga masih tetap tinggi setelah melewati masa percobaan karena menjadi ajang pembuktian diri bahwa nilai hasil kuliah dulu masih harus dipertanggungjawabkan ketika mulai kerja (meskipun sebenarnya tidaklah sepenuhnya relevan).

 

Setelah melewati masa percobaan, dan mampu menunjukkan kinerja yang baik dan selamat menjadi karyawan tetap dan dipandang mampu, mulailah seperti pohon yang tumbuh semakin tinggi, mampu membandingkan diri dengan sekelilingnya. Mulai mampu mengamati lingkungan kerjanya: dari teman seangkatan, atau senior yang cara kerjanya tidak baik tetapi justru memperoleh promosi lebih dulu, atau juga melihat rekan sekerja yang sukanya 805 (masuk jam delapan, kontribusi nol dan selalu pulang jam 5), atau yang hobinya selalu main game di jam kerja, atau mungkin juga rekan kerja yang suka mandiri (main sendiri ke bengkel atau ke mall) ketika atasan tidak ditempat.

 

Kondisi ini jelas tidak menciptakan iklim kerja yang baik, dan bila selalu melihat kepada orang lain dan membandingkan dengan diri sendiri, maka secara perlahan dan pasti, akan berpengaruh negative terhadap karyawan yang memiliki kinerja baik tersebut.  Kemudian timbul perasaan iri manakala ada rekan sekerja yang bisa promosi lebih cepat atau meskipun kerjaan dibawah standar namun bisa mengambil hati atasan justru yang lebih dipercaya.

 

Keinginan untuk selalu membandingkan dengan orang lain, dan tidak pernah melakukan introspeksi terhadap diri sendiri dalam jangka waktu yang lama akan merusak pribadi dan juga karir. Sebaliknya  ketika kondisi lingkungan kerja mulai tidak baik, tetaplah menjaga integritas dan ingat kembali, pada awal masuk kerja, dan sekarang sudah bekerja dapat posisi yang lumayan, tidak perlu membandingkan dengan orang lain, tetapi berskyukurlah atas apa yang Tuhan berikan hingga saat ini.

Jadilah dirimu sendiri yang selalu mensyukuri atas perkerjaan yang telah Tuhan berikan,  bertanggungjawablah atas pekerjaan tersebut bukan hanya kepada manusia, tetapi seolah bertanggungjawab kepada Tuhan yang memberikan rejeki melalui pekerjaan tersebut.

 

Kerjakan semua tugas dengan sekuat tenaga, jangan memikirkan pekerjaan orang lain, tetapi tunjukkanlah kinerja yang baik dan bertanggungjawab, karena pada saatnya semua hasil pekerjaan yang baik dan benar akan dilihat orang dan sekaligus akan menjadi contoh bagi sekeliling kita, hingga akhirnya penghargaan akan datang dengan sendirinya.

 

Jadi, kalau lingkungan kerja tidak kondusif, sementara tugas dan pekerjaan yang menjadi tanggungjawab semakin besar,  lakukanlah pekerjaan itu sekuat tenaga, jangan biarkan lingkungan mempengaruhimu.

 

Just do It !

 

 

Salam

 

Bandung, 6 September  2009

 

”Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu utuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga,.........” Pengkhotbah 9:10

Monday, September 07, 2009

Belajar dari alam

Lilburan keluarga di bulan Agustus 2009 yang lalu di Ujunggenteng, betapa kami sangat menikmati indahnya alam pantai selatan  Jawa Barat.   Ternyata keindahan alamnya melebihi ekspektasi kami karena pemandangan alamnya jauh lebih baik dibandingkan gambaran yang kami dapatkan dari internet. Ada dua hal yang sangat menarik bagi saya yaitu aliran sungai dan debur gelombang yang menuju pantai, seakan  memberikan pelajaran untuk lebih memahami betapa Tuhan Yang Maha Kasih selalu memberi berkah, damai dan sejahtera yang tidak pernah berhenti.

 

Ketika mengunjungi curug Cikaso, kami menikmati aliran sungai yang tenang, air yang  jernih dan rimbunnya dedaunan dari pepohonan yang masih hijau disepanjang aliran sungai Cikaso. Suatu pemandangan yang sangat menyejukkan, ketika mengamati kehidupan ditepi sungai Cikaso mulai dari kegiatan mencari ikan, penambang pasir, hijaunya sawah dan perkebunan disepanjang aliran sungai.

Seolah aliran sungai Cikaso tidak pernah berhenti memberikan air yang memberikan manfaat bagi kehidupan disekitarnya. Hijau pepohonan, sawah yang subur selalu berada dekat dengan aliran sungai, demikian juga bagi manusia yang berada disekitarnya akan memperoleh manfaat dari aliran sungai tersebut.

Sungai menjadi sumber kehidupan bagi pepohonan, tanaman juga manusia yang memanfaatkannya dengan benar. Tidak ada pohon yang mati kekeringan meskipun terjadi kemarau karena aliran air akan selalu menyegarkan dan menyediakan makanan untuk diserapnya. Tiada sawah yang kekeringan karena air selalu mengalir, tiada kesulitan bagi manusia karena air selalu tersedia.

 

Demikian pula halnya dengan kehidupan manusia, jika selalu dekat dengan sumber hidupnya Tuhan Pencipta Alam Semesta, maka manusia akan selalu merasa hidup ini lebih damai dan sejahtera karena selalu bergantung pada Tuhan sebagai sumber hidupnya. Walaupun berbagai masalah menimpa namun akan selalu ada kesejukan yang Tuhan berikan ketika kita selalu dekat dengan Tuhan.

 

Ketika menunggu senja di Pantai Pengumbahan, diatas hamparan pasir putih yang lembut, dan ufuk senja mulai datang, kami amati gelombang pantai yang mulai membesar, bergulung-gulung dan akhirnya pecah dipantai, terasa begitu indahnya warna biru yang diterpa semburat jingga senja, dan menjadi warna putih ketika ombak pecah.

Begitu teratur datang gelombang menuju pantai kemudian pecah, dan hilang menyentuh pasir putih tepian pantai. Kemudian datang lagi, menuju pantai dan disusul gelombang dibelakangnya.

Satu-satu gelombang menuju pantai dan tidak pernah habis selalu datang teratur.

 

Dapatkan kita menghitung banyaknya ombak yang datang kepantai dalam sehari? Dalam sebulan? Dalam setahun? Sepanjang umur hidup kita? Jawabannya adalah tidak mungkin kita bisa menghitung ombak yang setia dan selalu menghampiri pantai.

 

Ketika tahu bahwa kita tidak mungkin menghitung gelombang yang datang menghampiri pantai, serasa diingatkan, bahwa kasih Tuhan yang diwujudkan dalam kehidupan kita baik melalui rejeki, kesehatan dan berbagai kesejahteraan serta rasa hidup yang penuh damai tidak pernah manusia bisa menghitungnya.

Mulai dari tidur ketika mata terpejam, kita tahu bahwa Tuhan menjaga kita sekeluarga, ketika bangun dan menghirup udara pagi,  Tuhan tetap memberikan kehidupan bagi kita dan selama kita ber-aktivitas Tuhan senantiasa menjaga kita.

Dapatkah kita menghitung berkat yang Tuhan berikan bagi kita? Mulai dari oksigen yang diberikan gratis manakala sehat hingga berbagai hal yang Tuhan berikan, kita tidak akan pernah mampu untuk memahami betapa besar kasih Tuhan kepada setiap manusia yang senantiasa bersandar pada Tuhan.

 

Air sungai yang terus mengalir dan gelombang yang setia menuju pantai, mengajarkan keteraturan dan mengingatkan bahwa setiap orang yang selalu mengandalkan Tuhan, akan selalu diberikan kedamaian dan kesejahteraan yang tidak pernah berhenti.

 

Belajarlah kepada alam, karena melalui ciptaanNya, kita akan selalu diingatkan pada Tuhan Yang Maha Kasih.

 

Salam

 

Ujunggenteng 21 Agustus 2009

 

”Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti” (Yesaya 48: 18)

Thursday, August 27, 2009

Gedung Sate Bandung




Ketika pulang kerja melintas di depan Gedung Sate, terasa sekali nuansa pesta 17 Agustus, kebetulan bawa kamera, ya.... saya coba abadikan keindahan gedung sate dimalam kemerdekaan.

Tuesday, August 25, 2009

Rumah Makan Kepiting Prima

Rating:★★★★
Category:Restaurants
Cuisine: Seafood
Location:Comal Pemalang
Rasa penasaran akan cerita teman, kalau didaerah comal ada rumah makan kepiting yang patut untuk dicoba. Kebetulan perjalanan dari Bandung ke Semarang berangkat pagi hari, dan tepat waktu makan siang kami sudah sampai di Comal langsung mencari papan nama Kepiting Prima.
Letaknya ditengoh kota Comal namun tidak dijalur utama Pantura, masuk sekitar 200 m.
Rumah makan ini cukup besar dan fasilitas parkir yang cukup luas.
Kami memesan 1 kg kepiting masak prima, sop sayur warna warni, kerang rebus dan teh manis.
Pertama yang datang sop sayur warna warni yaitu sayuran kol, buncis, wortel yang disop, sangat menarik terlebih lagi taburan bawang merah diatasnya. Untuk rasa patut diacungi jempol karena kuah bening namun ukuran gurih, rasa bawang putihnya cukup nendang dan sayurannya empuk.
Kerang rebus dengan saus nanas, cukup lumayan dan perlu ekstra untuk membuka kerangnya.
Terakhir kepiting msak prima, tampilannya kecoklatan terdiri dari 3 ekor kepiting. langusng saya coba sausnya dicampur nasi putih..... terasa enak dan pas... sekilas terasa seperti saus rendang namun setelah dinikmati sedikit lama... rasa seperi saus sate bakar kea arah kuah gule kental dan terasa pedasnya.
Daging kepitingnya masih segar... dan ketika dicampurkan dengan sausnya... bikin ketagihan. secara keseluruhan saya sangat menikmati kepiting ini dan untuk harga relatif terjangkau.
Sambil menikmati kepiting, saya panggil pelayan untuk pesan buat besok siang diambil sepulang dari Semarang.... Enak tenan.

Monday, August 24, 2009

Nira - Gula Merah




Perkebunan kelapa yang mengelilingi komplek vila Amanda, ternyata membawa berkah bagi banyak orang untuk mengolah air nira dari pohon kelapa untuk dijadikan gula merah. Terlihat banyak orang yang sedang "menderes nira" untuk dijadikan gula merah. Proses yang cukup panjang mulai dari memasang jerigen untuk menampung tetesan nira sehari penuh, pengumpulan dan akhirnya air nira dimasak dalam tungku selam kurang lebih 6 jam untuk memperoleh kekentalan yang pas untuk dicek.
Air nira yang bru diambil dari pohon kelapa ternyata manis dan menyegarkan.

Lembayung Senja Pangumbahan




Menikmati lembutnya pasir putih, deburan ombak dan menanti senja. Memberi diri untuk instrospeksi akan perjalanan hidup pribadi. Ombak yang menderu tak pernah berhenti, belumlah sebanding dengan kasih Tuhan kepada umatNya yang tidak sedetikpun berhenti. Menatap mentari yang perlahan pasti meredup diujung senja, memberi diri untuk memahami untuk berhenti sejenak dan mengisi hari esok saat mentari berseri.

Ombak-ombak Pangumbahan




Pantai Pengumbahan terkenal dengan tempat penyu bertelur, juga dengan debur ombaknya yang cukup besar, sehingga dekat dengan pantai ini ada vila Koboi, yang kebanyakan orang dari mancanegara yg hobinya selancar. Semakin besar semakin menarik banyak selancar mendatangi tempat ini.

Di Ujungnya - Ujunggenteng




Sejauh mata memandang di ujungnya Ujunggenteng, hanya birunya langit dan birunya laut yang menyatu, semilir angin menerpa tubuh dan riak ombak kecil dikaki serasa menyatu dengan alam.
Hamparan pasir putih memanjang hingga terlihat menyatu dengan laut dan langit biru.
Sungguh indah dan agung ciptaanNya.

Air terjun Cigangsa




Pertama kali melihat dasar sungai yang mengering, timbul pertanyaan dalam hati"apa bener dasar sungi ini semuanya terdiri dari batu yang menyatu?". Lalu segera menuju sungai yang mengering dan ternyata memang benar, terdiri dari rangkaian batu2 yang menyatu. Kali ini melilhat curug / air terjun bermula dari puncak air terjun dan kebetulan aliran sungai sangat kecil. Pemandangan dari atas sangat indah melihat hijaunya lembah dikedalaman dan langit yang biru.
Air terjun ini terdiri dari tiga tingkat dan kami hanya bisa mendekat di bagian atas dan tingkat yang kedua. untuk dasarnya kami tidak bisa mendekat. Tebing batu yang merupakan alur air terjun sangat kokoh.... benar2 indah.

Air Terjun Cikaso




Menuju air terjun Cikaso, kita harus kembalil ke Surade kemudian belok kanan ke arah Tegal Beleud kira2 8 Km, akan sampai ke Sungai CIkaso. Untuk menuju air terjun kita diantar dengan perahu kecil dengan tarif Rp.60 ribu (pp). Lokasi air terjun sangat terjaga kondisi hutan sekitarnya terlihat dari rimbunnya pepohonan sepanjang aliran ke air terjun. Air terlihat sangat jernih, karena musim kemarau dan terbukti ketika sampai di air terjun aliran air sangat kecil dan jernih sekali.

Menanti Fajar




Bagun pagi....., untuk mengabadikan fajar menyingsing di Amanda Ratu.
Terasa tiupan angin laut yang sangat kuat dan debur ombak yang kencang menggapai tebing pantai. Gelora laut dipagi hari seolah menunjukkan keperkasaan alam, dan terasa betapa kecilnya manusia.
Pemandangan yang sangat indah akhirnya dapat dinikmati ketika semburat sinar mentari muncul diufuk timur laut.

Safe green turtle




Bersyukur kita punya pantai Pengumbahan, yang menjadi tujuan penyu hijau untuk tempat bertelur. Tempat ini dijadikan tempat kawasan lindung untuk penangkatan penyu hijau. Kami berkesempatan untuk melihat penyu hijau bertelur dan menuju kegelapan pantai dimalam hari.

Senja di Ujunggenteng




Betapa bersyukurnya ketika cuaca begitu cerah, menikmati indahnya semburat jingga yang menghiasi langit ketika mentari perlahan tenggelam pertanda datangnya malam.

TPI Ujunggenteng




Ujung dari jalan aspal di Ujunggenteng adalah TPI. Ternyata pemandangannya cukup bagus dan warna biru mendominasi laut dan langitnya.

Sunday, August 23, 2009

Pantai Mina Jaya - Ujunggenteng




Pantai Mina Jaya terletak sekitar 4 Km dari jalur utama Surade menuju ke Ujunggenteng. Pantai ini cukup landai dan bisa untuk berenang. Disepanjang pantai masih terdapat pepohonan yang cukup rindang dan bisa menikmati indahnya pantai sambil berteduh.

Pantai Cibuaya - Ujunggenteng




Diwilayah Ujunggenteng, merupakan tempat yang berbatasan langsung dengan pantai laut selatan. Salah satu tempat yang paling dekat diakses adalah Pantai CIbuaya. Pengunjung bisa berenang karena ada tempat yang cukup aman dan bisa juga memancing dipinggiran, atau menikmati indahnya karang disepanjang pantai.

Villa Amanda Ratu




Perjalanan yang cukup melelahkan dari Bandung - Cianjur - SUkabumi - Pelabuhan Ratu - Surade - Ujunggenteng ditempuh dalam waktu kurang lebih 6,5 Jam, karena rute Pelabuhan Ratu - Ujunggenteng belum pernah saya jalni. Kondisi jalan yang berliku, sepanjang Pelabuhan Ratu hingga Ujung genteng membuat perjalanan terasa lama dan cukup menjemukan. Namun setelah tiba di vila Amanda Ratu, kepenatan dan rasa lelah rasanya hilang karena disambut pemandangan yang sangat indah yaitu perkebunan kelapa semenjak masuk pintu gerbang hingga lokasi vila. Selain itu pemandangan yang indah di tepi pantai tepat didepan front office. Laut yang biru dan langit biru....

I love blue - Vila Amanda Ratu




Laut dan langit biru menyatu dipantai Ujung Genteng, tepatnya di vila Amanda Ratu, pemandangan yang indah tepat berada di depan vila, dan ada "tanah lot" ujung genteng.

Friday, August 14, 2009

Serba Ikan Bakar




Menyusuri Pantai Selatan Jawa Barat, dimulai dari Pantai Cidaun, Cijayanti, Rancabuaya hingga Santolo Pamengpeuk, satu hal yang tidak terlupa dan ingin kembali menikmati adalah menu makan serba ikan laut segar.
Benar-benar makan ikan, karena nasi hanya sedikit, ikan bakarnya yang banyak, maklum kalau di Bandung sulit untuk dapat menikmati ikan segar.
Mulai dari ikan kerapu, ikan kakap, ikan kuwe, udang maupun lobster, tinggal pilih dan sambil menunggu ikan dibakar kita bisa nikmati indahnya pantai selatan yang ombak dan langitnya membiru menyatu.
DI Cidaun, kita bisa memilih langsung di TPI dan minta kepada pemilik warung makan untuk mengolahnya, sesuai keinginan kita, termasuk sambalnya.
DI Rancabuaya, ada rumah makan yang menyediakan berbagai jenis ikan dan kita bisa memilih sesuai keinginan kita, sementara di santolo lebih maju lagi ada daftar menu yang disiapkan oleh warung makan.
Secara umum diketika tempat itu, kualitas ikan cukup dijamindan tingkat kesegarannya terasa sekali ketika mencuil daging ikan dan terlebih lagi setelah dicocol ke sambal, gigitan pertama terasa masih ada rasa manis dan kekenyalan daging ikan tsb. Benar-benar makan ikan, siapa tertarik menyusuri pantai selatan jawa?

Tuesday, August 11, 2009

Menumbuhkan semangat orang tua

51.  Menumbuhkan semangat Orang Tua

 

Pertengahan Mei 2009,  kami bertiga (saya, istri dan sibungsu) pulang ke Jogyakarta  untuk menengok ibu mertua yang sedang sakit.  Memang sudah sering kali ibu dirawat di rumah sakit karena factor usia yang sudah lanjut dan memang ada  sakit diabetes juga hypertensi. Selain itu juga informasi dari saudara kalau kondisi ibu sudah cukup lemah dan tidak bisa beranjak dari tempat tidur, serta tidak ada semangat lagi.

 

Sengaja kami pulang tidak membawa kendaraan tetapi dengan Kereta api Lodaya jurusan Bandung – Solo. Berangkat sekitar 20.30 dan sampai di stasiun Tugu Yogyakarta sekitar 05.00, sedikit terlambat dari jadwal seharusnya. Tujuan kami pulang ke Yogyakarta memang hanya untuk menungguin dan merawat Ibu, karena selama ini jika kami liburan ke Yogyakarta lebih banyak mainnya dari pada nungguin ibu,

 

Ketika sampai di rumah, kami lihat kondisi ibu memang jauh dari perkiraan kami, karena sebulan terakhir kami pulang, ibu masih bisa beraktivitas sendiri, namun kali ini tergolek lemah di tempat tidur dan terlihat tidak ada semangat sama sekali.

Pagi hari setelah dimandikan dan sarapan, disuapi oleh istriku, kelihatan raut muka yang lebih cerah meskipun masih harus tetap berbaring ditempat tidur. Kami sampaikan tujuan kami ke Yogyakarta, untuk bisa bersama ibu dan merawat ibu sambil berbincang mengenai kondisi kami sekeluarga. Demikian pula untuk makan siang dan malam, istriku selalu menayakan, ibu mau makan apa? Apa kesukaan ibu? Dan sesuai dengan keinginan ibu, istriku menyiapkan makanan dan menyuapi dengan tulus.

 

Namun suasana menjadi berubah pada hari ketiga, ketika ibu memanggil istriku, beliau berbicara seolah sudah akan meninggalkan anak-anak, bahkan sudah mulai memberikan pesan juga berbagai hal yang perlu ditangani, rencana menitipkan sesuatu untuk dijaga.  Semangat untuk tetap sehat sudah tidak terlihat diraut wajahnya,  yang ada kemurungan dan duka karena merasa bahwa selama ini hanya merepotkan anak-anak saja.

Istriku dengan tabah tetap mendampingi dan membiarkan ibu bicara sampai puas apa-apa yang dipesankan,  hingga akhirnya tak tahan istriku berkata bahwa dia masih ingin ditungguin ibu,  juga anak-anak masih ingin ditungguin simbah. Kami tidak merasa direpotkan olah ibu bahkan kami merasa senang apabila ibu mau dirawat dan ditunggu kami.

 

Memang selama ini, kami sangat dekat dengan ibu, karena kami punya prinsip bagaimana menyenangkan ibu selama ibu masih ada, bukan melalui materi tetapi dengan hati yang tulus dan mau memahami isi hati ibu.

Istriku bilang kalau secara fisik, ibu sudah tidak mungkin pulih seperti semula tetapi dengan semangat untuk tetap sehat ibu masih bisa menungguin anak, cucu dan cicit.

 

Setelah bicara banyak dengan ibu, dan memberi semangat untuk ibu, akhirnya pecah juga pertahanan istriku keluar kamar  dan menumpahkan tangisnya, seakan tidak percaya sebegitu dalamnya ibu sudah tidak ada semangat untuk tetap sehat.

Seharian menunggu dan berbaring bersama ibu sambil memberikan semangat akhirnya ibu bicara lagi, setelah tahu raut wajah istriku yang terlihat sedih. Ibu bicara ” Iya,nok,.... simbok harus tetap semangat untuk sehat supaya bisa nungguin dan melihat anak-anak dan cucu hidup rukun guyub”

 

Semenjak pembicaraan itu, ibu semakin tumbuh harapan untuk tetap sehat dan istriku bertambah semangat untuk melayani, merawat ibu.  Secara perlahan dan pasti perubahan besar mulai nampak dan kondisi ibu semakin baik, keinginan untuk makan mulai tumbuh dan semangat itu tercermin di raut mukanya.  Demikian pula seluruh keluarga, ketika melihat perubahan ini, semuanya menjadi lebih optimis kalau ibu masih ada semangat untuk tetap sehat.

 

Setelah lima hari, istri dan sibungsu kembali ke Bandung, dan setiap hari kami selalu kontak dengan keluarga di Yogyakarta, dan yang lebih mengejutkan lagi seminggu setelah pulang ternyata ibu sendiri yang menerima telepon dari kami. Puji Tuhan,  doa dan usaha kami untuk memberi semangat kepada ibu membawa hasil yang sangat menggembirakan.

Rasanya tidak keliru ketika kami memutuskan pulang ke Yogyakarta secara khusus untuk menunggu dan merawat ibu, hanya untuk sekedar menyenangkan hatinya dan memberi semangat untuknya.

Dan tentu saja, doa yang kita panjatkan pada Tuhan Yang Maha Kasih, berserah kepada kehendakNYA, karena rencana Tuhan adalah yang terbaik buat kita semua.

 

Jika masih ada kesempatan untuk melayani orang tua, janganlah anda tunda untuk menyenangkan hatinya dan memberikan semangat, sebab tidaklah mungkin kita mampu membalas kasih sayangnya.

 

Bandung, 24  Mei 2009.

Monday, August 10, 2009

Semarang - Heritage




Malem minggu yg lalu sempat menikmati malam panjang di Semarang..., akhirnya bisa mengunjungi kota tua semarang. Semarang tawang dari seberang kolam terlihat indah dimalam hari, tak lupa mampir Gereja Blenduk.

Coklat dan Es campur




Koenig Restoran Jl Gajah mada Semarang..., dua menu minuman yang wajib di coba. Es campurnya.... yang menyegarkan dan Es krim coklat... yang terasa lumer... di lidah... enak tenan, siapa mau?

Wednesday, August 05, 2009

Impian anak bukanlah impian orang tua

Berikut ini adalah tulisan ketika saya cuti dan ikut cari sekolah buat anakku :

 

52.  Mencari sekolah lanjutan.

Ada rasa kekhawatiran orang tua apabila memiliki anak yang duduk dibangku sekolah kelas 6 SD, 3 SMP atau 3 SMA, terkait dengan kesiapan anak dalam mengikuti Ujian Akhir Nasional. Seolah UAN menjadi penentu segalanya, sehingga berbondong-bondong memasukkan anak ke lembaga bimbingan belajar agar bisa menyelesaikan soal ujian dan lulus UAN.

Meskipun pengumuman kelulusan UAN belum ada, namun upaya orang tua untuk mendapat keyakinan bersekolah ke jenjang yang lebih tinggi sudah mulai terasa ketika UAN berakhir, bahkan ada juga yang sudah memperoleh sekolah lanjutan dengan biaya yang besar  dan harus dilunasi ketika sudah ada pengumuman bahwa anak tersebut sudah diterima. Bagi keluarga yang mampu, dana yang besar ini tidak menjadi masalah, namun hal ini menjadi semacam penghalang bagi anak yang pandai tetapi secara ekonomi tidak mampu untuk memperoleh kesempatan yang sama dalam bidang pendidikan.

Pola seleksi masuk di Perguruan Tinggi yang seperti ini, akan menciptakan jurang pemisah antara orang yang mampu secara ekonomi untuk melanjutkan pendidikan dibandingkan yang tidak mampu, seolah Perguruan Tinggi hanya milik anak-anak yang mempunyai kemampuan ekonomi yang bagus.

Apabila pola seleksi lebih menitik beratkan pada besarnya sumbangan untuk sekolah, penulis merasa miris kita ini akan bisa tertinggal dalam dunia pendidikan karena jumlah orang yang memiliki kemampuan ekonomi menengah kebawah sangat besar dibandingkan dengan orang yang kaya.  Sementara banyak bibit unggul SDM yang sebenarnya berasal dari keluarga ekonomi lemah, tidak dapat melanjutkan sekolah karena masalah biaya yang begitu besar untuk ukuran mereka.

Mudah-mudahan pemerintah yang terpilih nanti mengalokasikan dana yang cukup untuk pendidikan, sehingga semua rakyat memiliki kesempatan yang sama dalam memperoleh pendidikannya. Dengan biaya pendidikan yang terjangkau maka bibit-bibit unggul dari keluarga ekonomi lemah akan mampu mendorong kemajuan bangsa ini.

Di sisi lain,  ketika besarnya dana sekolah tidak lagi menjadi masalah, mungkin secara individu  juga muncul masalah ketika tidak ada kesesuaian antara keinginan anak dan orang tua.

Pemahaman anak masa kini, jauh berbeda dengan sepuluh tahun lalu, dimana saat ini anak lebih bebas menyampaikan keinginan atau pendapatnya terkait dengan rencana pendidikan selanjutnya.

Banyak hal yang tidak pernah terpikirkan oleh orang tua ketika anak menentukan jurusan pendidikan yang sama sekali bertentangan dengan yang diinginkan oleh orang tua.

Kalaupun orang tua dapat memaksakan anak untuk melanjutkan pendidikan sesuai jurusan yang diinginkan orang tua, ternyata setelah tengah jalan banyak yang memberontak, beralih ke sekolah lain. Bahkan terjadi ketika ijasah telah diterima, ternyata bukan kebanggaan anak yang ada atas prestasinya, tetapi diberikan kepada orang tuanya dan lebih baik bersekolah kembali sesuai yang diinginkannya.

Bercermin dari kondisi ini, penulis pun mengalami hal yang sama mengenai rencana melanjutkan pendidikan anak sulung kami.  Di awal kelas 3 SMA IPA, anak kami berkeinginan untuk mengambil jurusan geologi, dengan alasan sederhana yaitu banyak beraktivitas di luar kantor, tetapi entah karena apa tiba-tiba di awal semester II, berubah total ingin melanjutkan ke NHI mengambil jurusan kitchen sebagai pilihan utama. Alternatif lainnya mengambil program S1 di STP Bandung Sementara untuk pilihan lainnya ingin ke ITB sebagai cadangan dengan jurusan FSRD yang sama sekali tidak pernah didiskusikan dan sama sekali tidak memiliki kemampuan di bidang seni rupa, itupun mengambil seleksi USM, bukan kemitraan.

Semula ada rasa khawatir di dalam diri saya,  apa iya sih si sulung benar-benar berminat dibidang itu? Untuk meyakinkan diri, saya coba Tanya mbah goggle untuk mencari informasi mengenai prospek dari NHI, STP Bandung. Juga mencoba mencoba informasi lainnya kepada senior yang bergelut juga dibidang pendidikan.

Jawaban yang saya peroleh,  ternyata semuanya menyarankan agar rencana anak saya didukung sepenuhnya, karena untuk masa depan yang diperlukan bukan hanya sekedar ijasah, tetapi profesionalisme di bidangnya yang akan dapat menjadi sumber penghasilan.

Saya alokasikan waktu secara khusus untuk mendukung pilihan si sulung dan tetap memberikan motivasi agar dia siap untuk mengikuti ujian masuk, sambil tetap berdoa agar rencana Tuhanlah yang jadi, sementara kita berusaha sesuai kemampuan kita.

Dukunglah anak kita untuk mewujudkan impiannya, bukan impian orang tua.

Bandung, 24

Saturday, August 01, 2009

Masjid di Yerusalem Kuno




Ditempat suci terdapat dua Masjid besar yang berhadapan yaitu Masjid Al Aqsa dan Kubah Emas

Tembok Ratapan




Tembok bagian barat tempat suci di Yerusalem, merupakan tempat suci untuk berdoa bagi orang Yahudi

Church




Betapa bersyukurnya ketika bisa mengunjungi dan melihat gereja dimana Yesus mengajar atau membuat mujizat. Khotbah 8 kata2 bahagia di atas bukit, Gereja Air Mata tempat Yesus menangisi Yerusalem, Gereja Bapa Kami tempat Yesus Mengajar ber doa, dan Kana tempat terjadinya mujisat air menjadi anggur.

St. Chaterine




Biara St. Chaterine ini letaknya berdekatan dengan sebuah Gunung tempat Musa menerima 10 perintah Allah.

Tuesday, July 28, 2009

Fajar di Galilea




Begitu setianya mentari pagi selalu datang menerangi bumi.
Hangatnya mentari untuk semua makhluk di bumi,
Bersyukurlah kepada Ilahi untuk tiap pagi yang Dia beri.

Saturday, July 25, 2009

I luv u bojoku

Pas. 18 Juli 2009 yang lalu merupakan ultah pernikahan kami yang ke 19 (wis tuwo). Berhubung tanggal tersebut saya berada diluar kota, maka seminggu sebelumnya sudah ku pesan karangan bunga warna merah berikut secarik kertas puisi.

Dan pada 18 Juli 2009 istriku sms "mas tks kirimannya. i luv u"

begini sebagian isinya :

Untuk istriku tersayang

 

Ketika waktu bergulir dengan cepat dan pasti.

Sewindu serasa setahun

Setahun serasa sebulan

Sebulan serasa sehari

Sehari serasa semenit

 

Tak terasa hampir 20 tahun semenjak kita bertemu kali pertama di Kendangsari.

Masih lekat dalam ingatanku.. ketika ku jabat tanganmu dan kulirik senyum diwajahmu.

sekian saja... nggak saya tulis sampai rampung.... hehe..

yang jelas I luv u bojoku.

Friday, July 24, 2009

Surya Pagi




Sunrise di Krakatoa Resort Kalianda Lampung. suasana tenang, hening dan terasa menjadi lebih menyatu dengan surya, laut dan angin.
Tiada terang sehangat surya pagi.

B2W




Kalau orang kota, mulai menjadi trend Bike2Work, tapi saudara kita di dea memang BAIK pakai BIKE untuk kerja sehari-hari, dan ya memang itu yang ada. Jadi dengan senang dan penuh syukur karena BIKE sangat membantu kerja mereka untuk mengangkut jerami untuk makan ternak.

Thursday, July 23, 2009

Menu Makan Siang




Makan siang di restoran Palestina dekat Yeriko. Berbagai sayuran yang disajikan dalam bentuk seperti salad, roti dan sate daging kamibing yang ukuran jumbo, cukup lezat dan mengenyangkan.

Piramid




Peninggalan sejarah di Mesir yang masih kokoh berdiri dari masa lalu.

Tuesday, July 21, 2009

Dead Sea




Kandungan garam yang sangat tinggi di laut mati, mengakibatkan orang akan terapung meskipun tidak bisa berenang. Cuaca sangat panas dan air laut terasa sangat asin dan berwarna agak keruh abu2. Menjadi tempat kunjungan wisata dan sarana yang ada sangat memadai.

Perjalanan panjang ke Sinai




Sepanjang perjalanan dari Taba border, terlihat sebelah kiri jalan laut merah adn sebelah kanan jalan gunung batu dan padang pasir. Setelah belok menuju ke St. Chaterine kiri kanan jalan hanya gunung batu dan padang pasir yang tandus. Cuaca sangat panas sekitar 45 derajat Celcius dan hampir tidak ada kehidupan. Jadi bersyukurlah kalau di Indonesia, kita merasakan panasnya kemarau karena akan datang musim hujan. Di daerah ini tidak ada musim hujan, karena hujan turun dalam hitungan jari ada yang 8 kali setahun.

Saturday, July 11, 2009

Bunga Tanaman Liar




Sebegitu indahnya Sang Pencipta menghiasi bunga tanaman liar, terlebih lagi manusia sebagai ciptaanNya yang sempurna. Bersyukurlah atas segala pemberianNya.

Thursday, July 09, 2009

Bukan Menari tapi mencari rejeki




Berbagai cara seorang penjual untuk menarik pembeli, penjual geleumbung busa sabun ini, dari kejauhan kelihatan sedang menari, tetapi sebenarnya sedang menarik pembeli. Anak kecil akan senang ketika melihat gelembung busa yang banyak sedang diterbangkan angin, dan dengan seolah menari, gelembung busa terjadi banyak beterbangan.

GULALI permen JADUL




Semasa kecil, makanan kecil ini sejenis permen yang dibuat dari gula yang dilelehkan, dan bisa dibentuk menjadi berbagai jenis permen sesuai cetakan yang di ingini oleh pembeli. Untuk memperoleh bentuk sesuai cetakan, penjual akan meniup gulali sehingga berkembang sesuai cetakannya.
Penjual gulali saat ini sudah sangat jarang ditemui, dan saya beruntung ketika main ke pantai santolo ada penjual gulali yang sedang dikelilingai anak2 kecil.

Wednesday, July 08, 2009

Mesin Tua




Bagi penikmat kopi, sudah tidak asing lagi dengan pabrik kopi Aroma, yang terletak di Jl Banceu Bandung. Perangkat tua untuk pembuat bubuk kopi masih tetap dipelihara, meskipun tidak dipakai untuk produksi.

Tua Masih Berkarya




Meskipun sudah senja, namun tetap berkarya agar tidak membenani yang muda.

Monday, July 06, 2009

Soto Cak Tohir

Rating:★★★★
Category:Other
Salah satu alternatif sarapan pagi di Bandung, cobalah nikmati sarapan pagi di Soto Cak Tohir. Tempatnya pas pinggir jalan dari terminal angkot stasiun Bandung menuju perempatan pasar baru, kira2 100 meter dari terminal angkot, dengan ciri tutup tenda warna biru dan tetlulis soto ayam madura cak Tohir.

Waktu yang tepat untuk menikmati soto dan masih komplit sekitar 07.30 s/d 08.00. Setelah selesai jalan kaki dari gasibu atau dari padjajaran, segeralah menuju ke soto Tohir untuk sarapan pagi, biasanya sudah banyak yang datang mengantri. Jika hari Sabtu atau Minggu, biasanya saya sering ketemu rekans sekantor yang sudah duduk didalam sedang menikmati semangkuk soto ayam.
Apabila Lewat waktu tersebut, kita tidak bisa menikmati soto ayam madura ini dengan pilihan “komplit” karena beberapa pelanggan memang cukup fanatik untuk menikmati soto ayam komplit, karena masih bisa minta menu sesuai pilihan (yen..., kebagian). Di sini berlaku siapa cepat dia dapat.

Jika lewat waktu makan siang, bisa-bisa tidak kebagian karena biasanya soto sudah habis sekitar jam 12.30.

Untuk sebagian pelanggan (termasuk rekans sekantor) cak Tohir and his gang sudah hafal menu pilihan sesuai selera antara lain :
• Soto daging ayam + kulit
• Soto daging ayam + swiwi (sayap, merupakan bagian daging yang paling empuk)
• Soto daging ayam + brutu + telur
• Soto daging ayam + brutu + (ndas, gulu + ceker yang disajikan di mangkuk terpisah) paling asyik dua tangan aktif semua.

Daging ayam kampung sudah di masak bumbu kuning dan terlihat kesat tidak berlemak (ciri khas ayam kampung), dan sesuai dengan permintaan pembeli, maka staf cak tohir agar segera meracik soto ayam, mulai dari nasi (sesuai permintaan), diatasnya ditambah irisan kol, kemudian bihun.

Baru kemudian, irisan titpis2 daging ayam langsung ditaburkan diatasnya, dan apabila kita meminta tambahan, misal brutu maka dengan cekatan rongkongan brutu beralih ke tangah dan pisau yang tajam segera memilah antara tulang dengan daging brutu yang kuning mringin, dan ditambahkan diatas taburan daging ayam.
Diatasnya ditambahkan garam halus, penyedap rasa (bila mau), bubuk koya, kemudian taburan irisan daun seledri, terakhir bawang merah goreng , kecap manis dan penyeimbang rasa sekaligus penghilang bau daging adalah peresan jeruk nipis.

Kemudian, kuah kuning soto dituangkan diatas mangkok yang sudah terisi racikan, serta sesendok sambal merah akan membuat pembeli untuk segera menikmatinya.
Untuk memperoleh ”rasa” yang pas, aduklah perlahan agar kuah menyatu dengan nasiputih juga potongan daging ayam yang empuk.
Ketika sesendok kuah beserta irisan daging ayam, mulai masuk dalam olah rasa lidah, terasa nendangnya perpaduan rasa gurih kuah soto dan empuknya daging ayam (apalagi yang pakai brutu) dan sedikit rasa pedas.
Selanjutnya terserah anda, kalau masih kuat bisa nambah, atau bisa juga dibekal bawa pulang dengan minta ”kuah dipisah”.

Dijamin setelah menghabiskan semangkuk soto ayam madura ini, kenyang, puas karena rasa dan pasti akan berkeringat (maklum nggak ada AC karena di pinggir jalan raya) akhirnya pasti ingin kembali mencicipinya.

Untuk rasa, kalau dalam skala 10, saya berani pasang angka 8 - 9 karena memang benar-benar enak.... mak klenyer.

Friday, July 03, 2009

Sun Rise Candi Ratu Boko




Lokasi ini terletak dekat dengan Prambanan, tetapi lokasinya berada di atas bukit, dan kendaraan bisa parkir sampai ke atas bukit jika melalui jalan melingkar.
Saat sun set, banyak pengunjung yang datang untuk menikmati sun set dari beranda cafe.
Kali ini saya coba datang waktu fajar, dan sun rise dinikmati dari pendopo candi disebelah timur.

Thursday, July 02, 2009

Sea Food Pantai Jatimalang

Rating:★★★
Category:Restaurants
Cuisine: Asian
Location:Jatimalang - Purworejo
Minggu 28 Juni 2009, perjalanan pulang dari Yogyakarta ke Bandung, terpaksa harus mampir dulu ke Godean nganter dulu ke DOWA (tas khusus untuk wanita, juga bermacam handycraft) sesuai permintaan istri dan si bungsu.
Ternyata ada untungnya, karena berangkat dari godean sudah hampir jam 10.00 pagi dan perkiraan saya sampai di Pantai Jatimalang sekitar jam 11.30 lihat pantai sebentar terus makan sea food di Warung makan Pak Sunardi.

Sengaja kam mengambil rute lintas selatan pantai Jawa Tengah, karena anak2 minta untuk makan siang di Pantai Jatimalang. Perjalanan relatif dari Godean dilanjutkan ke Wates langsung menuju pantai selatan Jawa Tengah. Terasa betapa nyaman ketika melintasi jalan yang halus hotmix, dan di kanan kiri jalan terdapat saluran air yang cukup jernih dan pemandangaan hijau sawah.
Tak terasa perjalan sudah masuk daerah Purworejo, dan jalur selatan di kabupaten Purwarejo ini ada yang lebar sebanyak 4 jalur (dua arah) kualitasnya seperti jalan tol, dan lurus sepanjang hampir 4 kilometer, serta masih dikerjakan perpanjangan lagi.

Sampai diujung jalan ini, terlihat papan penunjuk Pantai jatimalang, anak2 terlihat begitu senang, karena selama ini belum pernah menikmati sea food Jatimalang dan penasaran hanya cerita saja dari saya.

Rumah makan ini letaknya hanya beberapa meter saja dari gardu pungutan restribusi masuk area wisata. Jadi sangat mudah untuk ditemukan karena merupakan rumah makan pertama sebelum masuk pantai Jatiwangi.

Kali ini kami memesarn 2 porsi uang asam manis, 2 porsi kepiting saus tiram, ikan bawal putih goreng dan bakar dan tak lupa cumi goreng tepung. Udang bakar tidak jadi kami pesan karena stok udang galah lagi kosong. Untuk minuman dipesan 2 kelapa muda (masih baru karena langsung dipetik dari kebun) es jeruk dan teh panas.

Sembari menunggu proses masak, kami sekeluarga langsung menuju ke pantai untuk melihat sepintas bagaimana kondisi pantainya. Ternyata hampir sama dengan kondisi pantai selatan pulau jawa tengah, sebagian besar tidak boleh untuk berenang. Dari pada berpanas ria, maka segera kami kembali ke warung makan.
Masakan belum selesai dan kami harus menunggu beberapa waktu, sambil menikmati minuman yang telah disediakan.

Pesanan akhirnya datang juga dan disajikan secara bersamaan, mulai dari kepiting kemudian udang, ikan dan terakhir cumi goreng tepung.
Anak-anak langsung menyerbu hidangan yang tersedia, dan saya sangat senang ketika anak-anak makan dengan lahapnya. Bahkan sampai tambah nasi dua kali.

Untuk rasa, menurut ukuran saya pada kisaran angka 7 – 8 dari skala 10, udang asam manis terasa kesegaran udangnya, dan gurihnya saus asam manis, serta rasa jahe yang cukup nendang. Taburan potongan hijau daun bawang sangat kontras dengan kulit udang yang berwarna merah, sangat menggugah selera makan.

Kepiting satu porsi berisi dua ekor dan tampilannya cukup menarik, saus tiramnya terlihat coklat dan kontras dibandingkan dengan kepitingnya. Saus tiramnya saya coba dipadu dengan sesuap nasi putih terasa gurih, sedikit pedas tapi pas dengan ukuran saya. Daging kepiting juga terasa masih segar dan manis, dan ketika dioleskan ke saus terjadi perpaduan yang nikmat.

Ikan bawal putih goreng terasa krispi karena digoreng dalam bentuk potongan kecil-kecil sehingga tampilannya menjadi kuning menarik, gigitan pertama terasa gurih dan renyah. Ikan bawal goreng tampilannya kurang menarik karena terkesan gosong, namun dibalik kulit ikan yang gosong terlihat putih daging ikan dan rasanya enak ketika dicocol dengan sambel kecapnya.
Cumi goreng tepung disajikan dalam irisan yang kecil-kecil dan nikmat kalau dimakan hanya dengan nasi putih saja.

Rasanya tidak sia-sia kami mengajak makan siang bersama anak-anak untuk makan di Warung pak Sunardi di pantai Jatimalang, karena semua hidangan ludes habis (kecuali kulit udang dan kulit kepiting serta duri ikan yang tersisa).
Dan yang lebih puas lagi ketika total kerusakan untuk berlima sekitar Rp 200 ribu.

Cobalah nikmati rute jalur linta selatan Pantai Jawa Tengah, betapa nikmatnya mengendari mobil tanpa kuatir akan diserempet bus atau truk, juga tidak terganggu oleh banyaknya sepeda dan sepeda motor, juga masih dapat pemandangan yang indah dan bonus sea food yang enak dengan harga yang murah.

Pantai Jatimalan - Purworejo

Wednesday, July 01, 2009

Nasi Liwet Bu Wongso Lemu

Rating:★★★★
Category:Restaurants
Cuisine: Asian
Location:Keprabon Kulon Solo
Sabtu sore 27 Juni 2009, kami sekeluarga meluncur ke Solo untuk silaturahmi dengan “papi” (ayah dari teman yang sudah seperti orang tua kami).
Sudah menjadi kebiasaan, setiap kali kami melakukan perjalanan sikecil selalu Tanya “kita makan malam dimana”. Mengingat waktu yang terbatas karena kami berencana menginap di Jogyakarta, maka pilihan makan malam tentunya harus sejalur dengan jalan yang akan dilewati sebelum ke rumah papi. Pilhan makan malam dengan menu nasi liwet mendapat persetujuan semua.

Ketika masuk ke Jalan Slamet Riyadi, waktu sudah menunjukkan pukul 18.30 rasanya waktu yang tepat untuk makan malam, dan kami langsung menuju ke Jalan Keprabon Kulon yang terdapat banyak penjual nasi liwet di lokasi tersebut.
Pilihan kami langsung ke Nasi Liwet Bu Wongso Lemu. Langsung kami berlima memesan Nasi Liwet komplit, minuman Es teh manis dan teh panas manis. Sambil menunggu pesanan, mata mulai menyasar sekeliling tempat duduk lesehan. Terlihat ada kerupuk rambak, kerupuk gendar/ puli kerupuk aci juga ceker goreng, sebagai pelengkap makan nasi liwet.
Akhirnya pesanan datang, nasi liwet disajikan dalam daun pincuk, dan mulai rasa penasaran muncul karena sudah lama tidak mampir ke tempat ini. Untuk ukuran makan malam rasanya pas bagi yang selera makannya biasa saja, tetapi untuk yang doyan makan, 1 porsi terasa nangung.

Dalam daun telah disajikan nasi liwet terlihat putih dan lembut sementara diujung pincukan sudah tertutup kuah agak merah dari sayur labu siam karena bumbu cabe, ada potongan tahu, suwiran daging ayam, ati ampela, paha ayam kampung, telur dan sedikit taburan bawang merah. Benar-benar menggugah selera makan malam.
Meskipun sudah kepingin mulai makan, saya tahan sebentar untuk menggambil gambar agar review makanan ini jadi komplit.

Saya mulai menyendok nasi liwet yang sudah tercampur dengan kuah sayur labu siam, nasi liwetnya terasa sedikit gurih dampak dari santan, dan kuah sayur yang sedikit pedas menjadi perpaduan yang pas. Kemudian suwiran daging ayam kampung saya nikmati, terasa dagingnya empuk dan kesat (kenyal dan tidak berlemak) bumbu meresap sampai kedalam daging dan aroma rempah juga terasa sehingga menambah selera makan.
Suapan berikutnya, beralih nasi liwet beserta telur ayam, dan sayur labu siam, terasa lembutnya potongan kecil labu siam menjadi satu dengan nasi liwet ada sedikit rasa pedas, namun masih terasa nikmat dilidah saya. (Bagi penggemas pedas, sudah disediakan cabe rawit di meja)
Terasa masih ada yang kurang, yaitu kerupuk sebagai pelengkap makan nasi liwet, dan saya coba untuk menikmati krupuk rambak sembari menikmati suapan-suapan nasi liwet plus krupuk rambak, Ya, ternyata memang pas sekali perpaduan nasi liwet daging ayam dan krupuk rambak yang gurih.
Irama tangan menjadi lebih cepat dalam menikmati sepincuk nasi liwet, dan tak terasa semua yang tersaji didalamnya habis ludes.

Makan malam menjadi terasa lebih nikmat, karena ditemani alunan siter dan tabuhan kendang yang melantunkan tembang-tembang jawa oleh ibu-ibu dan seorang bapak yang telah lanjut usia. Benar-benar terasa suasana solo diwaktu malam menjadi lengkap sembari menikmati teh manis dan rasa kenyang .

Saya lihat pasukan sudah menghabiskan sepincuk nasi liwet, dan rekan kami bahkan nambah karena ukuran porsi yang nanggung dan memang nasi liwetnya memang enak tenan.

Apabila rekans kebetulan singgah ke Solo, cobalah untuk singgah di Keprabon Kulon untuk menikmati sajian nasi liwet yang enak tak terkira.