Saturday, April 24, 2010

Lido Resort




Lido Resort, terletak di jalur utama Bogor - Sukabumi. Lingkungan yang asri serba hijau dan danau Lido membuat suasana begitu nyaman, meskipun terletak dijalur utama tetapi tidak terasa kebisingannya. Tempat ini juga banyak dipergunakan untuk kegiatan outbond. Silahkan untuk menikmati....

Friday, April 23, 2010

Biru di Situ Gunung




Taman wisata alam Situ Gunung merupakan kawasan Pelestarian Alam dengan tujuan utama adalah untuk pariwisata dan rekreasi alam. Udara di Situ Gunung fresh...., bebas polusi, segar banget dab beningnya air situ yang dikelilingi hijau pepohonan yang besar-besar seperti pohon Damar, Rsamala, Puspa Saninteun.
TWA Situ Gunung terletak di kaki Gunung Gede Pangrango, kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi. Untuk mencapai lokasi ini bisa ditempuh melalui dua jalur yaitu :
1. Jakarta – Bogor – Cisaat-Situ Gunung -jarak total sekitar 123 Km
2. Bandung – Cianjur-Sukabumi-Cisaat - 108 Km.

Di TWA Situ Gunung dapat menikmati indahnya alam, mulai dari situ (danau kecil), air terjun atau trecking mengelilingi kawasan wisata, juga campaing ground, juta tersedia cottage yang cukup representatif. Untuk masalah keperluan makan, tersedia juga catering yang akan melayani kita dengan terlebih dahulu memesan.

Saya beruntung ketika mengunjungi Situ Gunung udara sangat cerah, sehingga bisa menikmati hijau pepohonan juga biru langit di atas Situ Gunung?
Selamat menikmati keindahan alam Situ Gunung......, siapa tahu ada yang tertarik untuk mengunjungi SITU GUNUNG.

Info TWA Situ Gunung silahkan hub. Tel. 0266-7076016

Biru di atas Selabintana




Selabintana, nama sebuah hotel pariwisata, terletak sekitar 7 Km dari Sukabumi kearah utara, berada di lereng Gunung Pangrango dan Gunung Gede. Hawa yang sejuk dan segar serta pemandangan alam yang indah dan tenang....,
Kicauan burung menyambut pagi....menambah cerah suasana pagi...

Biru Gunung dikejauhan




Perjalanan menuju Sukabumi melalui jalur Bandung-Cianjur-Sukabumi....., sangat menyenangkan karena bisa menikmati kesuburan sawah hijau dengan latar belakang gunung Pangrango dikejauhan dengan langit biru dan awan putih.
Indah sekali..... biru langit, biru gunung...

Sunday, April 18, 2010

Senja membiru semburat jingga




Melintasi jalan tol Purbaleunyi yang terletak di Bandung selatan,
sembari menengok temaram di ujung barat, perlahan mengarah ke jalur alternatif yang membelah sawah dan kolam2.
Pemandangan menjelang senja sangat indah....
beruntung hari ini diperkenankan untuk mengagumi indahnya senja membiru semburat jingga.
Berjalan dipematang yang sepi, langsung jeprat jepret untuk mengabadikan indahnya senja hari ini, meskipun mentari tertutup awan namun keindahan masih bisa dinikmati
Terima kasih Tuhan untuk hari yang cerah sepanjang hari ini.

Langit biru sore hari




Hari cerah sepanjang hari....., mungkin pertanda penghujan mulai berakahir....
Biru.... langit dan awan putih

Saturday, April 17, 2010

Saturday, April 10, 2010

Bunaken (Foto lama)




Berkas foto (hard copy), saya coba jepret ulang untuk di simpan di file, Bunaken tidak akan terlupakan, pemandangan taman laut yang indah dan pantai yang bersihdan lingkungan yang masih cukup alami ( 8 tahun lalu).

Tanjung BIRA ( 7 tahun lalu)




Butir pasir yang sangat lembut, air laut yang jernih.... sangat berkesan bagi kami sekeluarga. Tanjung Bira....

Monday, April 05, 2010

Langit biru




Selalu indah melihat biru langit,
Selalu beda motif awan putih di biru langit,
Selalu ada setiap hari,
Selalu ada biru langit
Biru kesukaanku

Sampeyan ada yang suka???

Saturday, April 03, 2010

Fajar




Merindukan Fajar dimusim hujan, seolah menanti penuh harap, semoga pagi tidak mendung, semoga hujan tidak menghampiri.
Sejenak semburat mentari muncul dari balik bukit, bersyukur menyambut hari baru. Silahkan dinikmati dan sarannya. tks

Friday, April 02, 2010

Panen Padi mulai Fajar




Sabtu pagi, ingin sekali menikmati fajar pagi, sekitar jal 5 pagi sudah meluncur dekat tol Purbaleunyi. Semula semburat jingga sudah mulai nampak, namun kabut pagi mulai menutup sang surya. Akhirnya pilihan berganti karena sudah terlihat aktivitas di sawah yang sudah menguning.
Terlihat para petani sudah mulai memotong bulir padi yang sudah masak.
Sejauh mata memandang, hamparan sawah yang menguning dan bekas pokok padi yang telah dipanen.
Beberapa aktivitas saya coba tampilkan, mohon komentar saran, kritik ... sak karepmu... saya ucapkan tengkyu.

Monday, March 29, 2010

Adakah Kasih tanpa syarat???

Dalam kehidupan bermasyarakat saat ini,  pada umumnya hubungan yang terjadi antara satu orang dengan orang lain seperti layaknya sebuah transaksi kehidupan.  Semua hubungan terjadi karena ada motif transaksi, bahkan seringkali memanfaatkan hubungan untuk memperoleh keuntungan diri sendiri.

Secara kasat mata, akan terllihat seolah seseorang membantu orang yang lain, namun tidak sepenuhnya orang tersebut membantu tanpa pamrih.

 

Terlebih lagi, ketika seseorang mulai menjalin hubungan kasih dengan pasangannya, berbagai hal dilakukan untuk memperoleh imbalan kasih dari pasangaannya agar tidak bertepuk sebelah tangan.

 

Apakah mungkin seorang pria akan mengasihi seorang wanita tanpa syarat sama sekali ? jawabannya “tidak mungkin”, bahkan dalam kehidupan saat ini, banyak sekali pernikahan yang harus pecah ditengah jalan meskpun baru seumur jagung. Ini terjadi karena landasan kasih adalah transaksional, ada hitungan untung rugi, ada rasa dendam, ada rasa benci, ada rasa marah ketika pasangannya bertindak tidak sesuai dengan keinginan berdua yang telah disepakati.

 

Atau mungkin juga, seseorang memberi bantuan kepada yang lain,  baik atasan, rekan sekerja atau mitra bisnis atau juga hubungan pertemanan, sepanjang motif transaksi menjadi landasaran maka semuanya akan berakhir dengan tidak baik.  Transaksi terjadi ketika kedua belah pihak menerima syarat2 meskipun hal tersebut tidak pernah diungkapkan.

Transaksi akan berakhir ketika syarat itu tidak terpenuhi olah salah satu pihak.

 

Sering terucap hubungan/ kasih transaksional dengan ciri khusus yaitu terselip sebuah kata “tetapi/ tapi”

“Aku mengasihi sepenuh hatiku, tapi apakah engkau juga mengasihiku?”

“ Saya akan bantu sekuat tenaga, tapi apakah engkau mau ……..”

“ Saya akan menyelesaikan masalahmu, tapi kami harus………”

 

Jadi jikalau kita berniat untuk mengasihi/ membantu sesama, lakukanlah itu tanpa mengucapkan ”tetapi/tapi”

 

Lalu, mungkinkah seseorang mengasihi sesamanya tanpa syarat?

Hareee geneee? Masih ada orang bisa mengasihi sesama tanpa syarat??  Mimpi kali ye !!!

Ya, benar, ucapan seperti itu akan meluncur dengan cepat, karena pada dasarnya kita manusia sudah banyak mementingkan diri sendiri terlebih lagi ketika untuk memperoleh sesuatu harus bekerja keras sekuat tenaga. Namun perlu diingat bahwa keberhasilan yang kita raih, bukanlah kemampuan kita semata, tetapi Tuhan Yang Maha Kasih memberi kemampuan kepada kita.

 

Lha, kalau kita merasa bahwa keberhasilan kita juga suatu anugerah, apa kita juga tetap sulit untuk berbagi kasih tanpa syarat???

 

Kita masih ingat Bunda Theresa,  sebagai contoh Bunda Theresa tanpa banyak bicara, tanpa banyak seminar, tanpa banyak worskhop, namun Ibunda Theresa selalu bekerja, bekerja dan bekerja membagikan kasih kepada sesama, meskipun orang tersebut miskin, meskipun orang terebut terbuang, meskipun orang tersebut tidak dikenal, meskipun orang tersebut menolak dia, meskipun orang tersebut mendekati ajal. 

Kasih yang tulus, kasih tanpa syarat sudah dicontohkan oleh Bunda Theresa.

Itulah wujud kasih tanpa syarat,  membantu/ menolong orang lain tanpa kata tapi.

 

Sebentar lagi bagi umat Katholik/ Kristen akan merayakan Jumat Agung  2 April 2010 dan Hari Paskah 4 April 2010,  yang merupakan wujud Kasih Allah kepada umatNya. 

Begitu besar kasih Allah kepada manusia, mekipun kita banyak kesalahan, meskipun kita sering tidak taat, meskipun kita lupa mengucap syukur atas berkatNya, meskipun kita banyak dosa.

Melalui pengorbanan dan kematian Yesus di kayu salib sebagai karya keselamatan dan kasih Allah dinyatakan kepada setiap umatNya.

 

Selamat merayakan Hari Jumat Agung dan Hari Paskah bagi semua umat Katholik/ Kristen yang merayakan, semoga Kasih Tuhan selalu menyertai kita semua.

 

 

Bandung,  30  Maret 2010

 

 

 

Purwadi Siswana

 

Thank’s to Mr. IWN

Sunday, March 28, 2010

Daun Tanduk Menjangan




Secara bertahap susunan daun yang terbawah perlahan mulai mengering, berwarna coklat dan kemudian digantikan tunas baru.

Belajarlah pada semut.

Alam yang diciptakan oleh Tuhan Sang Pencipta, begitu indah, nyaman,  teratur dan sempurna.

Namun banyak manusia yang tidak pernah merasakan begitu indahnya alam ini, karena terbenam dalam berbagai kesibukan sehari-hari, bahkan tidak pernah mensyukuri keindahan yang ada dialam ini.

Ketika panas menerpa di siang hari, yang ada keluh kesah mengapa hari ini terasa begitu panas? Ketika turun hujan, banyak orang mengeluh mengapa harus hujan?.

Panas dan hujan diturunkan untuk maksud yang baik bagi alam ini, bagi semua orang tak terkecuali untuk orang yang baik maupun orang yang jahat.

Panas dan hujan pasti memberikan manfaat, tinggal bagaimana kita mau memahami dan belajar dari alam ini.

 

Banyak hal yang terjadi dialam ini yang sebenarnya memberikan kesempatan bagi semua orang untuk memahami, menghayati dan belajar dari alam.

Namun kepekaan itu semakin pudar, sehingga yang banyak terjadi adalah ”mengakali” alam ini untuk dijadikan sarana tujuan hidupnya. Hutan ditebang, tanah digali, mata air dikuasai demi untuk kepuasan duniawi. Ibarat seorang yang merasa kehausan, dihilangkan kehausan itu dengan segelas air laut, sehingga menambah rasa haus lagi. Itulah kehidupan jaman ini.

 

Alam bukan lagi menjadi sahabat, sehingga banyak hal kecil yang terabaikan dalam kehidupan sehari-hari, seperti halnya semut, seolah tidak bermanfaat bagi kehidupan manusia.

 

Masih sempatkah anda melihat semut beriringan di dahan atau di pagar rumah?

Atau mungkin sudah terlalu lama tidak pernah melihat semut beriringan? Atau mungkin merasa marah ketika melihat semut beriringan dihalaman rumah dan langsung menyemprotkan insektisida?

 

Bila anda telah lupa karena tidak pernah melihatnya, cobalah sekali waktu tengok halaman rumah, teliti pagar rumah atau pohon disekitar rumah.

Bila ada semut beriringan, amatilah dengan seksama, dengan hari jernih bukan membunuhnya.

 

Apa yang dapat anda pelajari dari semut binatang kecil yang lemah ?

 

Semut selalu berjalan teratur dijalurnya, tidak seperti manusia yang sering melanggar jalur untuk hidupnya.

Semut selalu beriringan dan memberi jarak bagi yang lain, ada rasa teposliro, tidak seperti manusia saat ini yang sering menginjak atau melukai lainnya untuk keberhasilannya.

Semut selalu menyapa yang ditemuinya, tidak seperti manusia yang menyapa karena melihat ”wajah”, kepada siapa yang layak untuk disapa, dan membuang muka bila tidak menginginkannya.

Semut selalu rukun dengan sesamanya, namun kebencian dan pertengkaran selalu ada dalam kehidupan manusia.

Semut selalu bekerja keras, menghimpun makanan sedikit demi sedikit dengan teratur, tidak seperti jaman sekarang, manusia banyak mengambil jalan pintas untuk menumpuk kekayaannya, dengan berbagai cara.

Semut selalu bergotong royong ketika harus memindahkan beban yang berat, seia sekata ”berat sama dipikul, ringan sama dijinjing”, tidak seperti jaman sekarang, biar orang lain bekerja, kita menikmati hasilnya.

Semut selalu mengerti kapan harus bekerja, dimusim panas semut mengumpulkan makanannya, untuk menyambut musim hujan. Namun di jaman ini waktu seakan habis untuk bekerja, tanpa mengenal siang malam.

 

Betapa indahnya keteraturan, sapaan, kerukunan, kerja keras, gotong royong dan mampu memahami dan memanfaatkan waktu secara tepat seperti layaknya kehidupan semut dalam alam ini.

 

Janganlah merasa malu untuk belajar pada semut, karena belajar pada semut akan membuat anda lebih bijaksana.

 

Semoga

 

Bandung,   24   Oktober 2005

 

 

Purwadi Siswana

 

 

Friday, March 26, 2010

Kota Tua (upload foto lama)




Wisata di Jakarta kota, banyak obyek untuk diabadikan dan banyak hal bisa dipelajari karena berbagai musium berada di area yang berdekatan.

Sunday, March 21, 2010

Ujunggenteng dalam satu bingkai




Cara nyimpen foto liburan paling banyak dilakukan orang adalah dalam file digital. bisa juga dalam MP ini, namun saya sendiri sudah lama (mulai 2004) mencoba nyimpen setiap liburan dalam satu bingkai.
Semula ukuran cukup besar yaitu 60x40 Cm, ternyata sekarang sdh tidak diproduksi lagi. Ukuran cetak blok sekarang cukup bervariasai, tergantung sesuka hati kita. Tinggal pilih dan psang didinding.
Ujunggenteng saya cetak dalam ukuran kecil 30x60 Cm untuk 20 photo.
Dalam satu bingkai, akan bercerita banyak tentang liburan kita.

Thursday, March 18, 2010

Stasiun Gubeng berbenah jadi indah




Setelah lama sekali tidak ke Surabaya naik KA, saya cukup kaget dengan suasana stasiun Gubeng yang terlihat bersih dan indah. Dan terkejut lagi ketika masuk ke ruang tunggu VIP, nggak kalah dengan ruang tunggu di bandara, bersih, wangi, ada AC dan nyaman untuk istirahat menunggu perjalanan.
Jika PT KAI terus berbenah, penumpang akan bertambah dan betah menikmati layanan nya. Semoga.

Tuesday, March 16, 2010

Gudang Garment, Alternatif FO di Bandung

Rating:★★★★
Category:Other
Di kota mana terbanyak Factory Outlet (FO), jawabannya pasti di Bandung. Sebagai warga Bandung setelah mencoba mengamati dari banyak FO, maka waktu yang paling nyaman untuk berkunjung ke FO diluar longweekend, dijamin pengunjung tidak berjubel.
Selasa 26 Maret 2010, Libur hari raya Nyepi, kami mencoba nengok ke Pasar baru, dan beberapa mall untuk cari pakaian, setelah muter2 ternyata pakaian yang saya cari nggak dapat.
Akhirnya dengan tangan hampa pulang saja, dan ketika sampai diperempatan Jl Jakarta + Jl Kiaracondong, tiba2 saya teringat ada FO baru yaitu Gudang Garment.
Setelah melewati perempatan saya ambil U Turn mengarah ke jl Jakarta dan belok kiri ke Jl Banten no 9, menuju Gudang garment.
Koleksi pakaian cukup lengkap dan beragam mulai untuk anak kecil hingga dewasa dan... setelah menengok beberapa pakaian akhirnya mata terarah ke pajangan Jas dengan berbagai ukuran.
Saya coba satu ukuran terbesar XXL dan ternyata pas...., dan yang paling bikin gembira lagi ternyata harganya dibawah 20% dari harga normal.
Rasa lelah setelah keliling2 nggak dapat ukuran itu, terobati sudah dengan berbagai warna dan model yang cukup banyak.
Yang lucu lagi...., ternyata istriku sudah terlanjur beli celana dengan merk yang sama di salah satu Dept Store, ternyata di tempat ini dengan harga yang dibeli istriku akan dapat dua potong....., ketika tahu hal ini kami semua tertawa...:) seandainya saja tadi langsung kesini tentunya tidak akan terlalu capek dan akan memperoleh harga yang murah.
Silahkanbagi rekan yang ingin ke Bandung, saya rekomendasi untuk mengunjungi Gudang garment sebagai alternatif FO di Bandung
Kualitas yang baik, mode yang beragam dan harganya yang sangat fantastis.... layak untuk menjadi tujuan bila ke Bandung.


Friday, March 12, 2010

Muter2 Bandung




Setelah 4 tahun nggak ke Bandung, akhir bulan Feb 10, adikku ke bandung dan menyempatkan untuk menyusuri kembali beberapa tempat yang menarik untuk dikunjungi mulai dari Jl Asia Afrika, Gedung merdeka, gedung sate, lapang gazebo, taman perjuangan rakyat jawa barat, Sabuga, hingga ke Tegallega ke monumen Bandung Lautan Api.

Monday, February 22, 2010

Fajar 2 (Surabaya - Bandung)




Selepas stasiun Cibatu, fajar mulai bersinar...., jalan berliku sehingga kecepatan kereta berkurang, saatnya ngambil gambar. Ada satu lokasi yang menjadi impian untuk diabadikan, desa dan hamparan sawah hijau yang terlilhat dari tanjakan kereta menuju Nagrek setelah melewati desa Leles dan pagi ini dapat kesempatan untuk ambil pemandangan impian
Beruntung pagi ini cuaca cerah, dengan semangat bgt mulai buka pintu KA, dan jeprat-jepret. Silahkan menikmati dan jangan lupa kritik & saran.

Fajar 1 ( Di atas Turangga menuju Surabaya)




Perjalanan dari Bandung ke Surabaya dengan KA Turangga, membuat rasa penasaran bagaimana mengabadikan fajar dari atas kereta dengan kecepatan rata-rata 60 Km/jam.
Selepas kereta melalui tengah2 hutan di Caruban, fajar mulai menyising dan saya ambil kamera menuju pintu KA untuk mencoba mengambil gambar Fajar dari atas kereta.
Ada perasaan penasaran karena kita tidak pernah tahu bagaimana pemandangan di depan, sehingga dengan tebak2an dan mulai jeprat-jepret secara perlahan mulai menyesuaikan keadaan. Kapan waktunya jepret, kapan nongolkan kepala keluar dan akhirnya dapat juga beberapa gambar yang cukup menarik. silahkan untuk dinikmati dan sekaligus kritiknya. Matur nuwun

Birunya Malang




Setelah beberapa hari diguyur hujan deras, hari ini kami beruntung cuaca cerah dan mentari bersinar semenjak pagi. Menyusuri sebagian kota Malang dengan jalan kaki, becak dan angkot, kami dapatkan foto yang menarik dengan latar belakang biru langit yang cerah. Kebersihan dan keindahan kota terjaga, dan tidak berlebihan ketika sebutan Malang sebagai kota Kembang/ Bunga di wilayah Jawa Timur.

Toko Oen - Malang




Sudah buanyak yang memberikan review tentang cita rasa di Toko OEN, kali ini saya coba mengambil gambar suasana toko ketika masih pagi, sehingga bisa leluasa menikmati suasananya..... dan tentunya juga gambar beberapa menu yang kami nikmati....

Saturday, February 06, 2010

Nyoba njepret deket




Bunga selalu indah untuk dipandang...., dan didekat bunga terkadang ada....

Langit Biru di atas Bandung




Sepanjang Malam, Bandung hujan deras, dan reda mulai dini hari. Bersyukur untuk pagi yang cerah, ketika menuju Lembang, melalui jalur alternatif Dago Bengkok...., beruntung dapat menikmati indahnya pemandangan dari atas, melihat kota bandung yang dihiasi langit biru.

Friday, February 05, 2010

Onthel




Sepeda onthel...., minggu lalu penggemar sepeda onthel memeriahkan HUT Kota Bandung,.... hingga terjadi "Bandung Lautan Onthel".
Detil onthel menarik untuk dijadikan obyek jepretan...

Kaktus




Katus berwarna warni, kecil indah, bentuknya menarik...... dan indah.

Tuesday, January 26, 2010

Sawah - Banyumas




Perjalanan pulang ke Bandung dari Wonosobo berangkat pk 09.00 pagi, betapa beruntungnya kami karena pagi ini cuaca cerah. Sampai di daerah Banyumas, berhenti sejenak menikmati indahnya hijau sawah dan lukisan awan dilangit biru.

Warung Joglo - Reco Wonosobo




Setelah singgah di Magelang dan melanjutkan perjalan sekitar jam 18.30 dari Magelang, hujan mulai turun cukup deras sepanjang perjalanan.
Jalur menuju ke wonosobo cukup sepi, dan ketika menuruni daerah Reco, kami memutuskan untuk singgah di Warung Joglo untuk menikmati dinginnya malam dilereng Sindoro Sumbing. Segelas coklat susu dan semangkuk sekoteng dan ditemani tempe kemul plus pisang goreng, terasa mengurangi dinginnya malam.

Sawah - Cangkringan




Perjalanan pulang dari Solo ke Wonosobo sengaja mengambil jalur alternatif melalui Prambanan, Pakem, Turi, Magelang Temanggung Wonosobo.
Jalan alternatif ini kondisinya sangat bagus, hotmix mulus dan pemandangan yang indah dan beban stress, nggak ada yang mobil yang ngebut. Mungkin ini dampak positif adanya agrowisata... juga adanya lapangan golf.

Tuesday, January 19, 2010

Wijaya Kusuma Mekar




Jalur Lembang - Bandung




Setiap libur panjang, jalur utama Bandung Lembang melalui Jalan Setiabudhi selalu macet dan jarak tempuh kurang dari 10 Km bisa sampai 2 Jam.
Sebenarnya ada lima jalur alternatif yang bisa dilalui dari lembang yaitu :
Jalur barat melalui perempatan pasar lembang menuju La Oma restoran, ada dua jalur yang bisa diambil yaitu kekanan melalui Puncrut hingga sampai di bandung melalui Ciumbeluit terus Cihampelas. Atau kekiri melalui Dago. Jalan sudah hotmix dan pemandangan sangat bagus.
Jalur tengah dari lembang menuju taman Maribaya, akan ada perempatan 1 km sebelum Maribaya, kekanan melalui dago atas, jalur lurus juga akan bertemu di dago atas. Kondisi jalan sudah baik.
Satu lagi jalur timur melalui taman Maribaya, lewat dago warung bandrek... tidak direkomendasi, kondisi jalan belum hotmix.
Mudah2an bermanfaat bagi rekan yang akan berkunjung ke Lembang dan sekitarnya.

Saturday, January 16, 2010

Gowa Pawon - Padalarang




Lokasi goa Pawam berada jalur utama Bandung - Cianjur, tepatnya di Padalarang. Diantara himpitan dari banyak gunung kapur yang mulai diruntuhkan untuk diolah menjadi kapur atau produk lainnya, gua pawon mulai terancam keutuhannya. Terlebih lagi jika penambangan batu kapur semakin dekat dengan lokasi goa pawon.

Info lebih lengkap saya ambil artikel dari KOMPAS
BANDUNG BARAT, KOMPAS - Pelestarian situs arkeologi Goa Pawon di Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, membutuhkan dana besar untuk bisa sepenuhnya mempelajari manusia purba yang tinggal di sana. Sebaiknya, pihak asing juga dilibatkan dalam penelitian mengenai manusia purba di Goa Pawon.

Empat rangka manusia utuh diperkirakan berusia 5.600 tahun ditemukan dari salah satu ruangan di Goa Pawon yang berlokasi di Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, pada 2004. Penemuan tersebut menempatkan Goa Pawon dalam studi mengenai pergerakan manusia pada masa prasejarah.

"Saya yakin, penemuan rangka manusia di Goa Pawon hanyalah bagian kecil dari kehidupan masyarakat pada zaman tersebut di wilayah itu. Diperkirakan masih ada bekas kehidupan di bukit lain ataupun di daerah lembah sekitar Goa Pawon," papar Jean Christophe Galipaud, arkeolog berkebangsaan Perancis, di Bandung Barat, Rabu (12/8).

Dia menegaskan, keberadaan Goa Pawon merupakan aset arkeologi yang sangat berharga di Pulau Jawa. Jawa Barat dengan wilayah yang dipenuhi gunung berapi sangat beruntung memiliki goa yang sebagian besar masih utuh. Dia merujuk pada goa serupa di benua Eropa yang menjadi acuan dalam mempelajari cara hidup orang pada zaman purba.

Dia menyarankan kepada pemerintah untuk membuat studi komprehensif mengenai Goa Pawon meski bisa memakan waktu 10-15 tahun. Konsekuensinya, bakal menyedot anggaran besar. Untuk itulah, opsi meminta bantuan dari dunia internasional sebaiknya dipertimbangkan. Kedatangan Galipaud ke Goa Pawon didampingi ahli geologi dari Institut Teknologi Bandung, Budi Brahmantyo, dan peneliti lain dari Komunitas Riset Cekungan Bandung, T Bachtiar. Rombongan melihat bagian puncak Pasir Pawon yang di atasnya terdapat taman batu, lalu mengunjungi bagian dalam Goa Pawon.

Menurut Budi, diskusi singkat dengan Galipaud memunculkan beberapa kemungkinan baru mengenai manusia purba yang ditemukan di Goa Pawon. Salah satunya, usia rangka yang diperkirakan mencapai 9.500 tahun.

"Kalau benar, bisa jadi kerangka di Goa Pawon merupakan kerangka manusia mongoloid tertua yang ditemukan di Indonesia," tutur Budi. Selain itu, salah satu artefak yang ditemukan saat penggalian berupa gigi ikan hiu yang digunakan sebagai aksesori juga diduga berusia lebih tua dari kerangka tersebut. Dari kebiasaan hidup manusia purba, dimungkinkan gigi ikan hiu tersebut diberikan secara turun-temurun selama beberapa generasi.

Kerusakan

Menurut pengamatan Kompas, eksploitasi karst Citatah di sekitar Goa Pawon masih berlangsung. Gerusannya hingga perbukitan dalam radius 1 kilometer dari Goa Pawon. Padahal, kawasan Goa Pawon dilindungi oleh peraturan gubernur mengenai zonasi sehingga tidak boleh ada penambangan dalam bentuk apa pun hingga radius 400 meter.

Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Bandung Barat Giat Sugiawan mengatakan, pihaknya hanya memberikan izin kepada perusahaan penambangan di luar zonasi yang ditetapkan di sekeliling Goa Pawon. (ELD)

Friday, January 08, 2010

Gotong Royong nelayan pantai Depok




Mengamati perahu nelayan mulai mepi ke pantai, bergegas saya mendekat dan memperoleh moment yang cukup menarik diabadikan. Betapa sifat gotong royong sudah menjadi nafas kehidupan para nelayan. Tanpa ada perintah, maka berduyun-duyun para nelayan yang ditepi pantai membantu menepikan perahu dan mendorong perahu bersama-sama ke arah TPI.

Trancam Pantai Depok Parangtritis




Seringkali pengunjung di pantai Parangtritis bingung untuk memilih warung makan untuk menikmati makan siang, salah satu alternatif yang patut dicoba adalah TPI Pantai Depok. Letaknya sebelah barat Pantai Parangtritis, melalui jalur pinggir pantai sebelum keluar gerbang loket wisata.
Saya mencoba paduan menu yang tidak lazim, yaitu seafood dan sayur trancam, ternyata enak juga perpaduan antara trancam dengan bawal putih goreng, udang tepung, kerang dan kepiting saus tiramnya.

Wednesday, January 06, 2010

Selamat Tahun Baru 2010




Malam tahun baru kali ini, dirayakan di komplek perumahan dengan melibatkan muda-mudi untuk merancang, dan menyelenggarakan acara dengan sukses.

Lembang




Menyusuri jalan desa yang cukup menantang menuju desa Cisaroni Lembang, ternyata sebanding dengan kesejukan udara dan indahnya pemandangan diperkebunan. sejenak kita bisa melupakan rutinitas menikmati indahnya alam ini.

Parangtritis




Pantai Parangtritis menjadi salah satu tujuan wisata pantai di DIY, setelah lebih dari 3 tahun tidak berkunjung di sini, akhirnya akhir tahun 2009 kembali menelusuri pantai Parangtritis dan penataan sudah lebih baik, demikian pula akses ke pantainya lebih nyaman.

Wednesday, December 30, 2009

Sarapan pagi Rp. 1.500,-




Rasa penasaran karena ada pejual nasi jagung dengan urab dan ikan asin goreng tepung, saya coba untuk beli sendiri sambil ngobrol dengan penjual nasi jagung. Nasi jagung ini terlihat seperti nasi putih karena proses pembuatan mulai dari jagung ditumbuk, dipisahkan dari kulit arinya, hingga lembut seperti butiran beras, kemudian dikukus. Dan ketika masak dipindahkan kedalam bakul besar dari anyaman bambu untuk menjaga nasi jagung tetap enak hingga sore hari, bahkan bisa sampai 3 hari tidak akan basi.
Nasi jagung disajikan dalam pincuk daun pisang, sayuran rebus seperti daun kenikir, kluban sawah (mirip krokot), bumbu urap kelapa, sambal cabe rawit yang pedasnya melebihi oseng-oseng mercon dan tiga potong kecil ikan asin goreng tepung.
Ketika saya membayar satu porsi nasi jagung... ternyata harganya hanya Rp. 1.500 rupiah saja.
Saya benar-benar menikmati sarapan pagi dengan menu nasi jagung dan ternyata sangat mengenyangkan, plus rasa yang sangat nikmat dibandingkan harga yang harus saya bayar. Layak untuk dicoba untuk sarapan pagi di wonosobo.

Serabi - Wonosobo




Natal kali ini, kami sekeluarga pulang ke Wonosobo.
Jika ke Wonosobo maka tidak pernah terlewatkan mie ongklok, yang dinikmati sore hari. Untuk pagi hari.... serabi bisa menjadi satu pilihan yang pas ditemani dengan secangkir kopi atau teh panas.
, Serabi di belakang RSU menjadi pilihan favorit bagi para pemudik, karena rasa yang patent dari penjual pertama hingga anak cucu sekarang.
Kebetulan penjual serabi ini dekat rumah, dan sudah kenal sehingga kami bisa pesan malam hari dan pagi hari bisa langsung ambil, sebab bila kesiangan jangan harap untuk bisa menikmati serabi secara langsung karena antrian yang cukup panjang. Serabi ini terasa sekali perpaduan gurihnya adonan beras dan santan sekaligus parutan kelapa muda yang terkebih dahulu dimasak setengah matang, kemudian baru adonan dimasukan dalam wajan kecil sesuai permintaan pembeli. Serabi manis dibuat setelah adonan serabi mulai mengering diatasnya diberi cairan gula merah, bisa juga serabi telur, atau serabi putih tanpa gula merah.
Untuk rasa patoet di poedjiken. enak tenan

Wednesday, December 23, 2009

Rajamandala - Citarum




Ketika pulang dari Cianjur, kami memutuskan untuk lewat jalur lama di Rajamandala, sehingga bisa melihat jembatan baru yang cukup tinggi dan bersyukur mendapat pemandangan yang indah. silahkan menikmati

Menengok Masa Depan

Ritual tahunan, selalu terjadi ketika mulai mendekati akhir tahun.

 

Detik, bergulir ke menit,

Menit berjalan ke jam,

Jam melompat ke hari,

Hari berlari ke bulan dan ....

mencapai ke penghujung tahun.

Waktu berulang secara teratur

dari awal tahun ke akhir tahun

semua sama dan tidak ada yang berubah.

 

Bagi banyak orang, mendekati akhir tahun digunakan untuk introspesksi diri sebagai bekal untuk menyongsong tahun yang baru.

Apa saja yang telah kita lakukan selama tahun ini, dan apa saja yang telah dicapai hingga akhir tahun?

 

Sudahkah kita mampu membagi waktu dengan adil, untuk pekerjaan, untuk keluarga dan untuk ibadah?

Sudahkah kita mampu untuk memanfaatkan rejeki yang kita terima dengan benar?

Sudahkah kita selalu mensyukuri atas nikmat yang kita terima?

Sudahkah kita mampu memenuhi target yang dibebankan perusahaan?

Atau mungkin  kita bercermin kepada kegagalan-kegagalan yang telah terjadi, sehingga lebih paham akan kekurangan-kekurangan kita?

 

Masing-masing dari kita mempunyai pandangan yang berbeda mengenai sejarah yang kita lalui sepanjang tahun ini.

Jika kita selalu berpikir positif, maka yang ada dalam benak kita adalah rasa syukur atas apa yang telah kita jalani.

Sebaliknya bila selalu berpikir negatif, maka kekecewaan akan terpendam dalam hati kita.

 

Keberhasilan yang kita capai maupun kegagalan yang kita terima, sudah lewat dan biarlah itu menjadi sejarah, dan tidak perlu lagi kita bawa kemasa depan, karena tidak akan pernah terulang lagi.

 

Meniti dipenghujung tahun, ibarat mengupas tuntas keberadaan kita, sisi hidup kita, yang orang lain mungkin tidak pernah tahu, hanya diri kita yang tahu. Apakah hasil instrospeksi diri ini akan kita manfaatkan sebagai bekal menyongsong tahun baru?

Hampir semua orang akan menjawab : ya, karena akan dapat dipakai sebagai awal pijakan untuk meloncat ke tahun berikutnya yang penuh dengan ketidakpastian.

 

Apakah yang akan terjadi ditahun mendatang?

Apakah kita akan dapat melalui tahun mendatang ?

Apakah kita akan memetik keberhasilan ditahun mendatang?

Apakah karir kita akan lebih baik ditahun mendatang?

Tidak ada jawaban yang 100% mampu menjawab secara tepat.

 

Namun diatas ketidakpastian dan kabut kehidupan yang harus kita tembus di tahun yang akan datang, pasti ada satu pengharapan. Pengharapan untuk memasuki tahun yang baru, menjalani dan melalui tahun depan dengan harapan lebih baik dari tahun ini.

 

Pengharapan itu bukan berpijak pada keyakinan diri atas kemampuan kita selama ini, tapi keyakinan bahwa Tuhan Yang Maha Kasih akan senantiasa menolong dan membimbing kepada setiap umatNya yang selalu bersandar kepadaNya.

Manusia boleh berencana, tetapi Tuhan yang menentukan.

 

Tengoklah pengharapan dimasa yang akan datang, bahwa kedamaian dan sukacita selalu dijanjikan dan ditepati oleh Tuhan Yang Maha Kasih, kepada siapapun yang selalu berserah kepadaNya.

 

Meniti waktu dipenghujung tahun.....

mengajak kita untuk menatap kemasa depan

masa depan yang penuh ketidakpastian.

Ketidakpastian akan membuat orang ragu,

Keraguan akan membuat orang takut

Ketakutan akan membuat orang tidak bertindak.

 

Tataplah masa depan dengan penuh pengharapan

Karena pengharapan akan membuat orang menjadi teguh

Keteguhan akan membakar semangat

Semangat akan membuat kita berani melangkah....

Melangkah dengan pasti berbekal tuntunan Ilahi.

 

Bandung,   12  Desember  2005

 

Friday, December 18, 2009

Curug Cikondang




Setelah kesasar di perkebunan teh, akhirnya kami bisa menikmati megahnya curug cikondang.
Curug ini letaknya dekat dengan perkebunan teh.

Bunga Jambu




Pohon jambu dersono di taman depan rumah, mulai kelilhatan merah dipenuhi bunga. saya tertarik untuk mencoba mengambil gambarnya..., indah layaknya seperti bunga pada umumnya.

Nyasar di perkebunan Teh




Info dari petugas di Gunung Padang, bahwa ada satu curug yang cukup menarik untuk dikunjungi yaitu curug Cikondang. Perjalanan ditempuh melalui jalur masuk ke Gunung Padang dan ketika sampai pertigaan, agar mengambil arah ke kanan, berlawanan dengan arah dari Warungkondang.
Perjalanan akan melewati perkebunan teh dan jalan cukup rusak.
Ketika masu memasuki perkebunan teh, kami bertanya ke salah satu penduduk mengenai jalan ke arah curug cikondang dan arah ke Cianjur, dijelaskan untuk ambil jalur lurus dan kalau ada belokan ambil arah ke belokan tersebut.
Ternyata kami kebingungan karena jalan yang rusak dan suasana jalan dan pertigaan hampir sama semua. Kami ambil jalan yang relatif besar tetapi makin lama semakin sepi dan menuju arah bukit.
Hingga akhirnya ketemu perumahan para pemetik teh, ternyata kami kesasar dan sudah cukup jauh.
Kami diarahkan untuk kembali kejalur utama,agar ambil arah kanan jika ada pertigaan dan tempat timbang teh. Ketika ada pertigaan pertama kami tidak yakin dan menunggu cukup lama akhirnya ada kendaraan yang lewat, ternyata arah yang akan kami lalui bukan menuju Cianjur tetapi ke gunung.
Beruntung, kami bertanya tetapi masih sesat dijalan hahaha.
Sepanjang mata memandang hanya hamparan hijau kebun teh hingga ke atas bukit.
Kami melanjutkan perjalanan lagi dan akhirnya ketemu pertigaan lagi, ada tempat penimbangan, jalur kekanan terlihat lebih sempit dan parah.
Untuk memastikan pilihan jalan, kami turun mobil untuk melihat kondisi jalan sejenak dan menunggu barang kali ada orang yang lewat. Cukup lama menunggu tetapi tidak ada juga yang lewat akhirnya kami putuskan untuk ambil jalan ke kanan.
Kondisi jalan sempit dan lebih parah serta turunan yang cukup tajam, tidak terlihat adanya perumahan penduduk dan sepi sekali.
Ya..., kalau salah lagi ya balik lagi.
Akhirnya kami mendengar suara diesel dikejauhan, dan kami yakin arah kami sudah benar.
Tak lama kemudian bertemu seorang pejalan kakii dan menginformasikan arah kami sudah benar.
Rasanya sudah plong..... banyak bertanya sempat sesat di jalan.. hahahaha.

Gunung Padang




Setelah puas ambil foto di perkebunan teh, kami melanjutkan perjalanan ke Gunung Padang, dan sekitar 2 Km menjelang lokasi, jalanan yang kami lalui berupa makadam... (bebatuan).
Tepat seperti rencana awal, kami sampai di pintu gerbang masuk sekitar jam 8 pagi, tidak terlihat penjaga/ kuncen yang bertugas, kami langsung masuk dan mulai menapak anak tangga yang tersusun dari potongan batu persegi panjang. Anak tangga cukup terjal sekitar 50derajat sehingga perlu mengeluarkan tenaga ekstra untuk menapaki anak tangga tersebut. Menurut informasi, jumlah anak tangga sekitar 300 buah.
Sebagai insan SETULEGI, saya harus menyadari..., nggak bisa mengikuti langkah mas Hadi dan mas Fajar yang jauh lebih cepat. Sambil ngatur nafas...., mungkin lebih dari 10x saya berhenti untuk ngatur nafas.
Akhirnya, ketika menapaki tangga terakhir, rasa lelah menjadi hilang karena hamparan bebatuan yang tersusun rapi, diteras1. Di gunung Padang ini terdiri dari 5 teras bebatuan.
Pemandangan kearah utara, terlihat sangat indah karena layaknya pintu gerbang, mengarah ke Gunung Gede. Dan semalam ada banyak orang yang melakukan tirakatan di tempat ini.
Saya coba mengabadikan keindahan bebatuan era megalitikum dari setiap sudut di seluruh teras yang ada. Betapa indahnya..... pemandangan di atas gunung padang.

Pemandangan Warungkondang - Pal Dua




Perjalanan dilanjutkan setelah sarapan pagi, menuju Gunung Padang.
Sekitar 15 menit dari warung makan, terlihat petunjuk arah Menuju Situs Megalitikum Gunung Padang.
Setelah melewati beberapa desa, mulai masuk perekebunan Teh, saya coba ambil gambar dari dalam mobil dan ketika memasuki 6 km sebelum Gunung Padang, kami beruntung sekali menikmati indahnya perkebunan teh dengan background Gunung Gede-Pangrango disebelah utara. Sangat indah dan menyegarkan... hamparan hijau teh, birunya langit dan gunung yang menjulang tinggi.

Sarapan pagi di Cianjur




Berangkat dari Bandung Jumat pagi sekitar 05.30 menuju ke Gunung Padang, tanpa sarapan pagi. Begitu sampai di Cianjur jam 06.30 perut mulai terasa keroncongan. Rencana semula mau makan di warung haji Omoh (Warung Dua Dara) ternyata belum siap. Akhirnya perjalanan dilanjutkan dan sampai di warungkondang, mampir di Warung Sunda rasa. Pengunjung masih sepi dan kami bertiga langsung menuju meja yang kosong. Menu cukup komplit mulai dari peyek udang, tempe tahu goreng, babat, lidah dan daging serta pete rebus.
Sambal cukup menarik dan ternyata memang sangat pas ketika tahu dicocol ke sambal bersama nasi putih yang pulen. udang goreng cukup renyak dan gurih dan pete rebusnya cukup berisi.
Selesai sarapan kami menuju gunung padang

Tuesday, December 15, 2009

Belajar foto motor




Ternyata cukup sulit untuk dapat gambar motor yang melaju dengan cepat.
akhirnya dapat juga meskipun hasilnya nggak karuan seperti dibawah ini.

Friday, December 11, 2009

Jalan Kaki Dago Pakar - Maribaya




Sejenak melupakan rutinitas, kebetulan keponakan dari Semarang datang, saya ajak jalan kaki dari Dago Pakar menuju Taman Maribaya.
Pukul 06.30 sudah sampai di Taman Dago Pakar, ternyata sudah cukup banyak mobil dan motor yang parkir, tentu cukup banyak yang sedang jalan kaki.
Semilir angin pagi, hijau dedaunan dan kicauan burung menyambut jalan kaki kami menuju Taman Maribaya. Semula cukup semangat tetapi setelah lewat waktu lebih dari 45 menit, dan jalan mulai menanjak, jalan kaki menjadi terasa berat. karena sudah SETULEGI (SEtengah TUwo LEmu GInak-ginuk) mulai ngatur nafas.
Hijau dedaunan, gemericik air terjun dan angin semilir yang segar, sejenak melupakan rutinitas saya.
Satu tempat yang wajib dikunjungi saat rute pulang dri Maribaya ke Dago Pakar adalah warung makan mang Ale. Sarapan pagi, dengan menu nasi timbel, pepes peda, sambal dadak, lalapan segar....menghilangkan rasa lelah.
Selalu rame di sabtu pagi, para pejalan kaki banyak yang singgah di tempat ini.
Jalan kaki, sehat murah meriah dan kenyang juga...

Pulau Bidadari




Setelah beberapa kali ke Ancol dan belum pernah ke P bidadari, akhirnya pisah dengan rombongan menuju marina untuk mencoba mengunjungi P Bidadari. Perjalanan dari marina ke P bidadari kurang lebih 45 menit.
Beruntung cuaca bersahabat sehingga tidak ada ombak besar dan cerah sepanjang perjalanan.
Di P bidadari terdapat sisa bangunan benteng yang sudah luluh lantak (akibat meletusnya G Krakatau? saya nggak tahu pasti).
Sarana penginapan juga sudah ada, menurut saya jika masalah kebersihan lebih ditingkatkan....., P bidadari akan seindah namanya.

Saturday, December 05, 2009

Kumsut J'ser Bandung




Setelah beberapa kali kumsut nggak bisa gabung... akhirnya, Jumat 4 Des 09, bisa gabung pertama kali. jumlah peserta sekitar 19 orang termasuk pak Bondan yang menyempatkan bergabung di Kumsut bandung.
Janjian di RM Sari Sanjaya masakan Palembang Jl. Burangrang Bandung untuk mencoba beberapa menu al: sop ikan, pepes belida tempoyak? juga mie celor. kemudian Pintong ke Nasi Bumbung Jl Gatot Subroto, untuk mencoba menikmati Nabung Ayam (Nasi Bumbung), Nasi Jambrong....