Wednesday, May 12, 2010

Pantai Pulau Manuk




Hujan bertambah deras, ketika mendekati arah pantai ke Pulau Manuk, membayangkan betapa indahnya disini ketika sunset. Meskipun hujan, kami bersyukur karena masih sempat menikmati dari jauh pulau Manuk.
Sepi pengunjung dan masih natural... pisan!

Ombak & Karang




Setelah melewati Malingping menuju Bayah, hujan mulai turun dan pemandangan indah sepanjang pantai selatan tidak bisa dijadikan obyek jepretan, namun rasanya sayang kalau banyak spot yang sebenarnya sangat menarik untuk dinikmati. Hujan cukup deras, kami hanya sepintas menikmati indahnya jajaran karang dan ombak sepanjang jalan ke Bayah.

Bagedur




Sepengetahuan saya (CMIIW) pantai ini cukup panjang lebih dari 6km panjangnya, pantai sangat landai, dan pasirnya cukup padat sehingga sebagian besar bisa dilalui kendaraan roda4.
Selain itu ombaknya juga tidak terlalu besar dibandingkan dengan lokasi lain sepanjang pantai selatan jawa.
Fasilitas umum rasanya masih perlu ditingkatkan untuk menarik wisatawan, sementara dari tepi pantai terdapat pondok bagedur yang cukup representatif, bila ingin bermalam di pantai bagedur.

Monday, May 10, 2010

Muara Binuangen




Dari tanjung lesung, balik kanan menuju Cigeulis, dan dilanjutkan menuju Cikeusik. Ternyata jalur ini cukup parah, tidak ada yang bisa dipilih karena sebagian besar aspal sudah mengelupas tinggal bebatuan yang nampak dan lubang-lubang yang cukup besar. Kebetulan tidak ada kendaraan lain baik dari arah belakang maupun dari depan sehingga kami leluasa untuk memilih jalur yang lebih baik.
Perjalanan menuju Cikeusik benar-benar cukup menguras tenaga, karena semi off road, nggak terbayang jalur ini ternyata banyak yang rusak.
Setelah melewati Kecamatan Cikeusik, kondisi jalan relatif lebih baik dan bisa sedikit memacu perjalanan menuju Muara Binuangen. Banyak orang bilang muara binuangen menjadi salah satu tempat favorit untuk memancing.
Akhirnya kami sampai di Muara Binuangen setelah melewati Jembatan kemudian belok kanan menuju pasar sekaligus menuju tepi pantai dan muara sungai. Pemandangan cukup baik dan silahkan menikmati gambar dan jangan lupa kalau mau ngritik atau saran. Matur nuwun

Tanjung Lesung




Rute perjalanan dari Anyer - Carita dilanjutkan ke Tanjung Lesung, untuk menghilangkan rasa penasaran. Hanya singgah sebentar untuk ambil gambar di pantai, silahkan untuk dikomentari

Dikeheningan pagi - Pantai Anyer




Menyusuri pantai bagian barat dan selatan Banten & Jabar, diawali dengan kesunyian disekitar Pantai Anyer. Belum banyak aktivitas disepanjang jalan Anyer, kami sudah mulai menapak ke area Pantai Anyer dan Karang Bolong.
Pintu gerbang pantai masih tertutup, dan belum ada penjaga yang datang, setelah jeprat-jepret... menuju warung makan untuk sarapan pagi.

Saturday, May 08, 2010

Kerbau berendam di Pantai Bagedur




Di Kalimantan, banyak sekali kerbau yang hidup di rawa-rawa sehingga kerbau bisa berenang di rawa yang sudah menjadi habitat hidupnya.
Dibanyak tempat di Jawa, sebagian besar kerbau bila sudah selesai membajak sawah, akan dibawa oleh penggembala menuju sungai untuk berendam membersihkan lumpur.
Di pantai Bagedur, saya menunggu rombongan kerbau yang berjalan kearah timur menuju tempat saya berdiri. Ternyata kerbau2 tersebut tidak berjalan kearah saya tetapi menuju pantai dan ketika penggembala mengarahkan ke satu tempat, semuanya menurut dan masuk ke air dipantai Bagedur.
Sebanyak 23 ekor kerbau, dengan tenang dan pasti menuju satu tempat untuk berendam di pantai dan menikmati deburan ombak....., baru sekali ini saya melihat kerbau berendam di pantai selatan yang ombaknya besar2.
Sambil mengambil gambar kerbau berendam di pantai, saya tanyakan kepada penggembala ternyata hal ini sidah menjadi jadwal rutin berendam di pantai untuk membersihkan badan kerbau dari lumpur.....
Silahkan menikmati, atau mau mencoba lihat ketika mengunjungi pantai Bagedur.

Wednesday, May 05, 2010

Awan Awan




Diantara langit biru....., akan ada awan ketika turun hujan, dan akhirnya hujan..., terkadang habis hujan akan tampak pelangi....

Gudeg Yu Nap

Rating:
Category:Restaurants
Cuisine: Other
Location:Bandung
Menu sarapan pagi ketika sedang pulang ke Jogya ada bubur gudeg...., mungkin nggak pernah terbayang bagi yang belum pernah menikmatinya.
Ada beberapa warung nasi gudeg di Bandung, satu diantaranya Gudeg Yu Nap, kami bertiga sengaja untuk mencoba menu gudeg komplit di Gudeg Yu Nap. Ternyata cocok untuk "taste"nya sehingga makan siang satu piring ludes... dan sekalian bungkus untuk menu sarapan pagi esok hari.... bubur gudeg. Enak tenan.

Friday, April 30, 2010

Keindahan Lampung Selatan




Sekitar 1,5 Jam perjalanan dari Bakauhuni, dikejauhan sudah mulai terlihat hamparan pantai dengan pasir putihnya.
Betapa beruntungnya kami, karena penginapan di Kalianda saat kami datang benar-benar sepi karena, karena cek in hari Senin.
Suasana yang nyaman dan ketika fajar terrasa bebas untuk menikmati kecantikan fajar pagi.

Ratu Boko Kala Senja




Candi Ratu Boko, cukup menarik untuk diabadikan, mau fajar, siang hari, maupun kala senja...., tetap menarik dan seolah "ngawe-awe, untuk mbalik nengok candi ratu boko"

Selamat Pagi Solo




Mentari muncul diatas Gunung Lawu, menyapa setiap insan.
Selamat pagi Solo

Saturday, April 24, 2010

Lido Resort




Lido Resort, terletak di jalur utama Bogor - Sukabumi. Lingkungan yang asri serba hijau dan danau Lido membuat suasana begitu nyaman, meskipun terletak dijalur utama tetapi tidak terasa kebisingannya. Tempat ini juga banyak dipergunakan untuk kegiatan outbond. Silahkan untuk menikmati....

Friday, April 23, 2010

Biru di Situ Gunung




Taman wisata alam Situ Gunung merupakan kawasan Pelestarian Alam dengan tujuan utama adalah untuk pariwisata dan rekreasi alam. Udara di Situ Gunung fresh...., bebas polusi, segar banget dab beningnya air situ yang dikelilingi hijau pepohonan yang besar-besar seperti pohon Damar, Rsamala, Puspa Saninteun.
TWA Situ Gunung terletak di kaki Gunung Gede Pangrango, kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi. Untuk mencapai lokasi ini bisa ditempuh melalui dua jalur yaitu :
1. Jakarta – Bogor – Cisaat-Situ Gunung -jarak total sekitar 123 Km
2. Bandung – Cianjur-Sukabumi-Cisaat - 108 Km.

Di TWA Situ Gunung dapat menikmati indahnya alam, mulai dari situ (danau kecil), air terjun atau trecking mengelilingi kawasan wisata, juga campaing ground, juta tersedia cottage yang cukup representatif. Untuk masalah keperluan makan, tersedia juga catering yang akan melayani kita dengan terlebih dahulu memesan.

Saya beruntung ketika mengunjungi Situ Gunung udara sangat cerah, sehingga bisa menikmati hijau pepohonan juga biru langit di atas Situ Gunung?
Selamat menikmati keindahan alam Situ Gunung......, siapa tahu ada yang tertarik untuk mengunjungi SITU GUNUNG.

Info TWA Situ Gunung silahkan hub. Tel. 0266-7076016

Biru di atas Selabintana




Selabintana, nama sebuah hotel pariwisata, terletak sekitar 7 Km dari Sukabumi kearah utara, berada di lereng Gunung Pangrango dan Gunung Gede. Hawa yang sejuk dan segar serta pemandangan alam yang indah dan tenang....,
Kicauan burung menyambut pagi....menambah cerah suasana pagi...

Biru Gunung dikejauhan




Perjalanan menuju Sukabumi melalui jalur Bandung-Cianjur-Sukabumi....., sangat menyenangkan karena bisa menikmati kesuburan sawah hijau dengan latar belakang gunung Pangrango dikejauhan dengan langit biru dan awan putih.
Indah sekali..... biru langit, biru gunung...

Sunday, April 18, 2010

Senja membiru semburat jingga




Melintasi jalan tol Purbaleunyi yang terletak di Bandung selatan,
sembari menengok temaram di ujung barat, perlahan mengarah ke jalur alternatif yang membelah sawah dan kolam2.
Pemandangan menjelang senja sangat indah....
beruntung hari ini diperkenankan untuk mengagumi indahnya senja membiru semburat jingga.
Berjalan dipematang yang sepi, langsung jeprat jepret untuk mengabadikan indahnya senja hari ini, meskipun mentari tertutup awan namun keindahan masih bisa dinikmati
Terima kasih Tuhan untuk hari yang cerah sepanjang hari ini.

Langit biru sore hari




Hari cerah sepanjang hari....., mungkin pertanda penghujan mulai berakahir....
Biru.... langit dan awan putih

Saturday, April 17, 2010

Saturday, April 10, 2010

Bunaken (Foto lama)




Berkas foto (hard copy), saya coba jepret ulang untuk di simpan di file, Bunaken tidak akan terlupakan, pemandangan taman laut yang indah dan pantai yang bersihdan lingkungan yang masih cukup alami ( 8 tahun lalu).

Tanjung BIRA ( 7 tahun lalu)




Butir pasir yang sangat lembut, air laut yang jernih.... sangat berkesan bagi kami sekeluarga. Tanjung Bira....

Monday, April 05, 2010

Langit biru




Selalu indah melihat biru langit,
Selalu beda motif awan putih di biru langit,
Selalu ada setiap hari,
Selalu ada biru langit
Biru kesukaanku

Sampeyan ada yang suka???

Saturday, April 03, 2010

Fajar




Merindukan Fajar dimusim hujan, seolah menanti penuh harap, semoga pagi tidak mendung, semoga hujan tidak menghampiri.
Sejenak semburat mentari muncul dari balik bukit, bersyukur menyambut hari baru. Silahkan dinikmati dan sarannya. tks

Friday, April 02, 2010

Panen Padi mulai Fajar




Sabtu pagi, ingin sekali menikmati fajar pagi, sekitar jal 5 pagi sudah meluncur dekat tol Purbaleunyi. Semula semburat jingga sudah mulai nampak, namun kabut pagi mulai menutup sang surya. Akhirnya pilihan berganti karena sudah terlihat aktivitas di sawah yang sudah menguning.
Terlihat para petani sudah mulai memotong bulir padi yang sudah masak.
Sejauh mata memandang, hamparan sawah yang menguning dan bekas pokok padi yang telah dipanen.
Beberapa aktivitas saya coba tampilkan, mohon komentar saran, kritik ... sak karepmu... saya ucapkan tengkyu.

Monday, March 29, 2010

Adakah Kasih tanpa syarat???

Dalam kehidupan bermasyarakat saat ini,  pada umumnya hubungan yang terjadi antara satu orang dengan orang lain seperti layaknya sebuah transaksi kehidupan.  Semua hubungan terjadi karena ada motif transaksi, bahkan seringkali memanfaatkan hubungan untuk memperoleh keuntungan diri sendiri.

Secara kasat mata, akan terllihat seolah seseorang membantu orang yang lain, namun tidak sepenuhnya orang tersebut membantu tanpa pamrih.

 

Terlebih lagi, ketika seseorang mulai menjalin hubungan kasih dengan pasangannya, berbagai hal dilakukan untuk memperoleh imbalan kasih dari pasangaannya agar tidak bertepuk sebelah tangan.

 

Apakah mungkin seorang pria akan mengasihi seorang wanita tanpa syarat sama sekali ? jawabannya “tidak mungkin”, bahkan dalam kehidupan saat ini, banyak sekali pernikahan yang harus pecah ditengah jalan meskpun baru seumur jagung. Ini terjadi karena landasan kasih adalah transaksional, ada hitungan untung rugi, ada rasa dendam, ada rasa benci, ada rasa marah ketika pasangannya bertindak tidak sesuai dengan keinginan berdua yang telah disepakati.

 

Atau mungkin juga, seseorang memberi bantuan kepada yang lain,  baik atasan, rekan sekerja atau mitra bisnis atau juga hubungan pertemanan, sepanjang motif transaksi menjadi landasaran maka semuanya akan berakhir dengan tidak baik.  Transaksi terjadi ketika kedua belah pihak menerima syarat2 meskipun hal tersebut tidak pernah diungkapkan.

Transaksi akan berakhir ketika syarat itu tidak terpenuhi olah salah satu pihak.

 

Sering terucap hubungan/ kasih transaksional dengan ciri khusus yaitu terselip sebuah kata “tetapi/ tapi”

“Aku mengasihi sepenuh hatiku, tapi apakah engkau juga mengasihiku?”

“ Saya akan bantu sekuat tenaga, tapi apakah engkau mau ……..”

“ Saya akan menyelesaikan masalahmu, tapi kami harus………”

 

Jadi jikalau kita berniat untuk mengasihi/ membantu sesama, lakukanlah itu tanpa mengucapkan ”tetapi/tapi”

 

Lalu, mungkinkah seseorang mengasihi sesamanya tanpa syarat?

Hareee geneee? Masih ada orang bisa mengasihi sesama tanpa syarat??  Mimpi kali ye !!!

Ya, benar, ucapan seperti itu akan meluncur dengan cepat, karena pada dasarnya kita manusia sudah banyak mementingkan diri sendiri terlebih lagi ketika untuk memperoleh sesuatu harus bekerja keras sekuat tenaga. Namun perlu diingat bahwa keberhasilan yang kita raih, bukanlah kemampuan kita semata, tetapi Tuhan Yang Maha Kasih memberi kemampuan kepada kita.

 

Lha, kalau kita merasa bahwa keberhasilan kita juga suatu anugerah, apa kita juga tetap sulit untuk berbagi kasih tanpa syarat???

 

Kita masih ingat Bunda Theresa,  sebagai contoh Bunda Theresa tanpa banyak bicara, tanpa banyak seminar, tanpa banyak worskhop, namun Ibunda Theresa selalu bekerja, bekerja dan bekerja membagikan kasih kepada sesama, meskipun orang tersebut miskin, meskipun orang terebut terbuang, meskipun orang tersebut tidak dikenal, meskipun orang tersebut menolak dia, meskipun orang tersebut mendekati ajal. 

Kasih yang tulus, kasih tanpa syarat sudah dicontohkan oleh Bunda Theresa.

Itulah wujud kasih tanpa syarat,  membantu/ menolong orang lain tanpa kata tapi.

 

Sebentar lagi bagi umat Katholik/ Kristen akan merayakan Jumat Agung  2 April 2010 dan Hari Paskah 4 April 2010,  yang merupakan wujud Kasih Allah kepada umatNya. 

Begitu besar kasih Allah kepada manusia, mekipun kita banyak kesalahan, meskipun kita sering tidak taat, meskipun kita lupa mengucap syukur atas berkatNya, meskipun kita banyak dosa.

Melalui pengorbanan dan kematian Yesus di kayu salib sebagai karya keselamatan dan kasih Allah dinyatakan kepada setiap umatNya.

 

Selamat merayakan Hari Jumat Agung dan Hari Paskah bagi semua umat Katholik/ Kristen yang merayakan, semoga Kasih Tuhan selalu menyertai kita semua.

 

 

Bandung,  30  Maret 2010

 

 

 

Purwadi Siswana

 

Thank’s to Mr. IWN

Sunday, March 28, 2010

Daun Tanduk Menjangan




Secara bertahap susunan daun yang terbawah perlahan mulai mengering, berwarna coklat dan kemudian digantikan tunas baru.

Belajarlah pada semut.

Alam yang diciptakan oleh Tuhan Sang Pencipta, begitu indah, nyaman,  teratur dan sempurna.

Namun banyak manusia yang tidak pernah merasakan begitu indahnya alam ini, karena terbenam dalam berbagai kesibukan sehari-hari, bahkan tidak pernah mensyukuri keindahan yang ada dialam ini.

Ketika panas menerpa di siang hari, yang ada keluh kesah mengapa hari ini terasa begitu panas? Ketika turun hujan, banyak orang mengeluh mengapa harus hujan?.

Panas dan hujan diturunkan untuk maksud yang baik bagi alam ini, bagi semua orang tak terkecuali untuk orang yang baik maupun orang yang jahat.

Panas dan hujan pasti memberikan manfaat, tinggal bagaimana kita mau memahami dan belajar dari alam ini.

 

Banyak hal yang terjadi dialam ini yang sebenarnya memberikan kesempatan bagi semua orang untuk memahami, menghayati dan belajar dari alam.

Namun kepekaan itu semakin pudar, sehingga yang banyak terjadi adalah ”mengakali” alam ini untuk dijadikan sarana tujuan hidupnya. Hutan ditebang, tanah digali, mata air dikuasai demi untuk kepuasan duniawi. Ibarat seorang yang merasa kehausan, dihilangkan kehausan itu dengan segelas air laut, sehingga menambah rasa haus lagi. Itulah kehidupan jaman ini.

 

Alam bukan lagi menjadi sahabat, sehingga banyak hal kecil yang terabaikan dalam kehidupan sehari-hari, seperti halnya semut, seolah tidak bermanfaat bagi kehidupan manusia.

 

Masih sempatkah anda melihat semut beriringan di dahan atau di pagar rumah?

Atau mungkin sudah terlalu lama tidak pernah melihat semut beriringan? Atau mungkin merasa marah ketika melihat semut beriringan dihalaman rumah dan langsung menyemprotkan insektisida?

 

Bila anda telah lupa karena tidak pernah melihatnya, cobalah sekali waktu tengok halaman rumah, teliti pagar rumah atau pohon disekitar rumah.

Bila ada semut beriringan, amatilah dengan seksama, dengan hari jernih bukan membunuhnya.

 

Apa yang dapat anda pelajari dari semut binatang kecil yang lemah ?

 

Semut selalu berjalan teratur dijalurnya, tidak seperti manusia yang sering melanggar jalur untuk hidupnya.

Semut selalu beriringan dan memberi jarak bagi yang lain, ada rasa teposliro, tidak seperti manusia saat ini yang sering menginjak atau melukai lainnya untuk keberhasilannya.

Semut selalu menyapa yang ditemuinya, tidak seperti manusia yang menyapa karena melihat ”wajah”, kepada siapa yang layak untuk disapa, dan membuang muka bila tidak menginginkannya.

Semut selalu rukun dengan sesamanya, namun kebencian dan pertengkaran selalu ada dalam kehidupan manusia.

Semut selalu bekerja keras, menghimpun makanan sedikit demi sedikit dengan teratur, tidak seperti jaman sekarang, manusia banyak mengambil jalan pintas untuk menumpuk kekayaannya, dengan berbagai cara.

Semut selalu bergotong royong ketika harus memindahkan beban yang berat, seia sekata ”berat sama dipikul, ringan sama dijinjing”, tidak seperti jaman sekarang, biar orang lain bekerja, kita menikmati hasilnya.

Semut selalu mengerti kapan harus bekerja, dimusim panas semut mengumpulkan makanannya, untuk menyambut musim hujan. Namun di jaman ini waktu seakan habis untuk bekerja, tanpa mengenal siang malam.

 

Betapa indahnya keteraturan, sapaan, kerukunan, kerja keras, gotong royong dan mampu memahami dan memanfaatkan waktu secara tepat seperti layaknya kehidupan semut dalam alam ini.

 

Janganlah merasa malu untuk belajar pada semut, karena belajar pada semut akan membuat anda lebih bijaksana.

 

Semoga

 

Bandung,   24   Oktober 2005

 

 

Purwadi Siswana

 

 

Friday, March 26, 2010

Kota Tua (upload foto lama)




Wisata di Jakarta kota, banyak obyek untuk diabadikan dan banyak hal bisa dipelajari karena berbagai musium berada di area yang berdekatan.

Sunday, March 21, 2010

Ujunggenteng dalam satu bingkai




Cara nyimpen foto liburan paling banyak dilakukan orang adalah dalam file digital. bisa juga dalam MP ini, namun saya sendiri sudah lama (mulai 2004) mencoba nyimpen setiap liburan dalam satu bingkai.
Semula ukuran cukup besar yaitu 60x40 Cm, ternyata sekarang sdh tidak diproduksi lagi. Ukuran cetak blok sekarang cukup bervariasai, tergantung sesuka hati kita. Tinggal pilih dan psang didinding.
Ujunggenteng saya cetak dalam ukuran kecil 30x60 Cm untuk 20 photo.
Dalam satu bingkai, akan bercerita banyak tentang liburan kita.

Thursday, March 18, 2010

Stasiun Gubeng berbenah jadi indah




Setelah lama sekali tidak ke Surabaya naik KA, saya cukup kaget dengan suasana stasiun Gubeng yang terlihat bersih dan indah. Dan terkejut lagi ketika masuk ke ruang tunggu VIP, nggak kalah dengan ruang tunggu di bandara, bersih, wangi, ada AC dan nyaman untuk istirahat menunggu perjalanan.
Jika PT KAI terus berbenah, penumpang akan bertambah dan betah menikmati layanan nya. Semoga.

Tuesday, March 16, 2010

Gudang Garment, Alternatif FO di Bandung

Rating:★★★★
Category:Other
Di kota mana terbanyak Factory Outlet (FO), jawabannya pasti di Bandung. Sebagai warga Bandung setelah mencoba mengamati dari banyak FO, maka waktu yang paling nyaman untuk berkunjung ke FO diluar longweekend, dijamin pengunjung tidak berjubel.
Selasa 26 Maret 2010, Libur hari raya Nyepi, kami mencoba nengok ke Pasar baru, dan beberapa mall untuk cari pakaian, setelah muter2 ternyata pakaian yang saya cari nggak dapat.
Akhirnya dengan tangan hampa pulang saja, dan ketika sampai diperempatan Jl Jakarta + Jl Kiaracondong, tiba2 saya teringat ada FO baru yaitu Gudang Garment.
Setelah melewati perempatan saya ambil U Turn mengarah ke jl Jakarta dan belok kiri ke Jl Banten no 9, menuju Gudang garment.
Koleksi pakaian cukup lengkap dan beragam mulai untuk anak kecil hingga dewasa dan... setelah menengok beberapa pakaian akhirnya mata terarah ke pajangan Jas dengan berbagai ukuran.
Saya coba satu ukuran terbesar XXL dan ternyata pas...., dan yang paling bikin gembira lagi ternyata harganya dibawah 20% dari harga normal.
Rasa lelah setelah keliling2 nggak dapat ukuran itu, terobati sudah dengan berbagai warna dan model yang cukup banyak.
Yang lucu lagi...., ternyata istriku sudah terlanjur beli celana dengan merk yang sama di salah satu Dept Store, ternyata di tempat ini dengan harga yang dibeli istriku akan dapat dua potong....., ketika tahu hal ini kami semua tertawa...:) seandainya saja tadi langsung kesini tentunya tidak akan terlalu capek dan akan memperoleh harga yang murah.
Silahkanbagi rekan yang ingin ke Bandung, saya rekomendasi untuk mengunjungi Gudang garment sebagai alternatif FO di Bandung
Kualitas yang baik, mode yang beragam dan harganya yang sangat fantastis.... layak untuk menjadi tujuan bila ke Bandung.


Friday, March 12, 2010

Muter2 Bandung




Setelah 4 tahun nggak ke Bandung, akhir bulan Feb 10, adikku ke bandung dan menyempatkan untuk menyusuri kembali beberapa tempat yang menarik untuk dikunjungi mulai dari Jl Asia Afrika, Gedung merdeka, gedung sate, lapang gazebo, taman perjuangan rakyat jawa barat, Sabuga, hingga ke Tegallega ke monumen Bandung Lautan Api.

Monday, February 22, 2010

Fajar 2 (Surabaya - Bandung)




Selepas stasiun Cibatu, fajar mulai bersinar...., jalan berliku sehingga kecepatan kereta berkurang, saatnya ngambil gambar. Ada satu lokasi yang menjadi impian untuk diabadikan, desa dan hamparan sawah hijau yang terlilhat dari tanjakan kereta menuju Nagrek setelah melewati desa Leles dan pagi ini dapat kesempatan untuk ambil pemandangan impian
Beruntung pagi ini cuaca cerah, dengan semangat bgt mulai buka pintu KA, dan jeprat-jepret. Silahkan menikmati dan jangan lupa kritik & saran.

Fajar 1 ( Di atas Turangga menuju Surabaya)




Perjalanan dari Bandung ke Surabaya dengan KA Turangga, membuat rasa penasaran bagaimana mengabadikan fajar dari atas kereta dengan kecepatan rata-rata 60 Km/jam.
Selepas kereta melalui tengah2 hutan di Caruban, fajar mulai menyising dan saya ambil kamera menuju pintu KA untuk mencoba mengambil gambar Fajar dari atas kereta.
Ada perasaan penasaran karena kita tidak pernah tahu bagaimana pemandangan di depan, sehingga dengan tebak2an dan mulai jeprat-jepret secara perlahan mulai menyesuaikan keadaan. Kapan waktunya jepret, kapan nongolkan kepala keluar dan akhirnya dapat juga beberapa gambar yang cukup menarik. silahkan untuk dinikmati dan sekaligus kritiknya. Matur nuwun

Birunya Malang




Setelah beberapa hari diguyur hujan deras, hari ini kami beruntung cuaca cerah dan mentari bersinar semenjak pagi. Menyusuri sebagian kota Malang dengan jalan kaki, becak dan angkot, kami dapatkan foto yang menarik dengan latar belakang biru langit yang cerah. Kebersihan dan keindahan kota terjaga, dan tidak berlebihan ketika sebutan Malang sebagai kota Kembang/ Bunga di wilayah Jawa Timur.

Toko Oen - Malang




Sudah buanyak yang memberikan review tentang cita rasa di Toko OEN, kali ini saya coba mengambil gambar suasana toko ketika masih pagi, sehingga bisa leluasa menikmati suasananya..... dan tentunya juga gambar beberapa menu yang kami nikmati....

Saturday, February 06, 2010

Nyoba njepret deket




Bunga selalu indah untuk dipandang...., dan didekat bunga terkadang ada....

Langit Biru di atas Bandung




Sepanjang Malam, Bandung hujan deras, dan reda mulai dini hari. Bersyukur untuk pagi yang cerah, ketika menuju Lembang, melalui jalur alternatif Dago Bengkok...., beruntung dapat menikmati indahnya pemandangan dari atas, melihat kota bandung yang dihiasi langit biru.

Friday, February 05, 2010

Onthel




Sepeda onthel...., minggu lalu penggemar sepeda onthel memeriahkan HUT Kota Bandung,.... hingga terjadi "Bandung Lautan Onthel".
Detil onthel menarik untuk dijadikan obyek jepretan...

Kaktus




Katus berwarna warni, kecil indah, bentuknya menarik...... dan indah.

Tuesday, January 26, 2010

Sawah - Banyumas




Perjalanan pulang ke Bandung dari Wonosobo berangkat pk 09.00 pagi, betapa beruntungnya kami karena pagi ini cuaca cerah. Sampai di daerah Banyumas, berhenti sejenak menikmati indahnya hijau sawah dan lukisan awan dilangit biru.

Warung Joglo - Reco Wonosobo




Setelah singgah di Magelang dan melanjutkan perjalan sekitar jam 18.30 dari Magelang, hujan mulai turun cukup deras sepanjang perjalanan.
Jalur menuju ke wonosobo cukup sepi, dan ketika menuruni daerah Reco, kami memutuskan untuk singgah di Warung Joglo untuk menikmati dinginnya malam dilereng Sindoro Sumbing. Segelas coklat susu dan semangkuk sekoteng dan ditemani tempe kemul plus pisang goreng, terasa mengurangi dinginnya malam.

Sawah - Cangkringan




Perjalanan pulang dari Solo ke Wonosobo sengaja mengambil jalur alternatif melalui Prambanan, Pakem, Turi, Magelang Temanggung Wonosobo.
Jalan alternatif ini kondisinya sangat bagus, hotmix mulus dan pemandangan yang indah dan beban stress, nggak ada yang mobil yang ngebut. Mungkin ini dampak positif adanya agrowisata... juga adanya lapangan golf.

Tuesday, January 19, 2010

Wijaya Kusuma Mekar




Jalur Lembang - Bandung




Setiap libur panjang, jalur utama Bandung Lembang melalui Jalan Setiabudhi selalu macet dan jarak tempuh kurang dari 10 Km bisa sampai 2 Jam.
Sebenarnya ada lima jalur alternatif yang bisa dilalui dari lembang yaitu :
Jalur barat melalui perempatan pasar lembang menuju La Oma restoran, ada dua jalur yang bisa diambil yaitu kekanan melalui Puncrut hingga sampai di bandung melalui Ciumbeluit terus Cihampelas. Atau kekiri melalui Dago. Jalan sudah hotmix dan pemandangan sangat bagus.
Jalur tengah dari lembang menuju taman Maribaya, akan ada perempatan 1 km sebelum Maribaya, kekanan melalui dago atas, jalur lurus juga akan bertemu di dago atas. Kondisi jalan sudah baik.
Satu lagi jalur timur melalui taman Maribaya, lewat dago warung bandrek... tidak direkomendasi, kondisi jalan belum hotmix.
Mudah2an bermanfaat bagi rekan yang akan berkunjung ke Lembang dan sekitarnya.

Saturday, January 16, 2010

Gowa Pawon - Padalarang




Lokasi goa Pawam berada jalur utama Bandung - Cianjur, tepatnya di Padalarang. Diantara himpitan dari banyak gunung kapur yang mulai diruntuhkan untuk diolah menjadi kapur atau produk lainnya, gua pawon mulai terancam keutuhannya. Terlebih lagi jika penambangan batu kapur semakin dekat dengan lokasi goa pawon.

Info lebih lengkap saya ambil artikel dari KOMPAS
BANDUNG BARAT, KOMPAS - Pelestarian situs arkeologi Goa Pawon di Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, membutuhkan dana besar untuk bisa sepenuhnya mempelajari manusia purba yang tinggal di sana. Sebaiknya, pihak asing juga dilibatkan dalam penelitian mengenai manusia purba di Goa Pawon.

Empat rangka manusia utuh diperkirakan berusia 5.600 tahun ditemukan dari salah satu ruangan di Goa Pawon yang berlokasi di Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, pada 2004. Penemuan tersebut menempatkan Goa Pawon dalam studi mengenai pergerakan manusia pada masa prasejarah.

"Saya yakin, penemuan rangka manusia di Goa Pawon hanyalah bagian kecil dari kehidupan masyarakat pada zaman tersebut di wilayah itu. Diperkirakan masih ada bekas kehidupan di bukit lain ataupun di daerah lembah sekitar Goa Pawon," papar Jean Christophe Galipaud, arkeolog berkebangsaan Perancis, di Bandung Barat, Rabu (12/8).

Dia menegaskan, keberadaan Goa Pawon merupakan aset arkeologi yang sangat berharga di Pulau Jawa. Jawa Barat dengan wilayah yang dipenuhi gunung berapi sangat beruntung memiliki goa yang sebagian besar masih utuh. Dia merujuk pada goa serupa di benua Eropa yang menjadi acuan dalam mempelajari cara hidup orang pada zaman purba.

Dia menyarankan kepada pemerintah untuk membuat studi komprehensif mengenai Goa Pawon meski bisa memakan waktu 10-15 tahun. Konsekuensinya, bakal menyedot anggaran besar. Untuk itulah, opsi meminta bantuan dari dunia internasional sebaiknya dipertimbangkan. Kedatangan Galipaud ke Goa Pawon didampingi ahli geologi dari Institut Teknologi Bandung, Budi Brahmantyo, dan peneliti lain dari Komunitas Riset Cekungan Bandung, T Bachtiar. Rombongan melihat bagian puncak Pasir Pawon yang di atasnya terdapat taman batu, lalu mengunjungi bagian dalam Goa Pawon.

Menurut Budi, diskusi singkat dengan Galipaud memunculkan beberapa kemungkinan baru mengenai manusia purba yang ditemukan di Goa Pawon. Salah satunya, usia rangka yang diperkirakan mencapai 9.500 tahun.

"Kalau benar, bisa jadi kerangka di Goa Pawon merupakan kerangka manusia mongoloid tertua yang ditemukan di Indonesia," tutur Budi. Selain itu, salah satu artefak yang ditemukan saat penggalian berupa gigi ikan hiu yang digunakan sebagai aksesori juga diduga berusia lebih tua dari kerangka tersebut. Dari kebiasaan hidup manusia purba, dimungkinkan gigi ikan hiu tersebut diberikan secara turun-temurun selama beberapa generasi.

Kerusakan

Menurut pengamatan Kompas, eksploitasi karst Citatah di sekitar Goa Pawon masih berlangsung. Gerusannya hingga perbukitan dalam radius 1 kilometer dari Goa Pawon. Padahal, kawasan Goa Pawon dilindungi oleh peraturan gubernur mengenai zonasi sehingga tidak boleh ada penambangan dalam bentuk apa pun hingga radius 400 meter.

Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Bandung Barat Giat Sugiawan mengatakan, pihaknya hanya memberikan izin kepada perusahaan penambangan di luar zonasi yang ditetapkan di sekeliling Goa Pawon. (ELD)

Friday, January 08, 2010

Gotong Royong nelayan pantai Depok




Mengamati perahu nelayan mulai mepi ke pantai, bergegas saya mendekat dan memperoleh moment yang cukup menarik diabadikan. Betapa sifat gotong royong sudah menjadi nafas kehidupan para nelayan. Tanpa ada perintah, maka berduyun-duyun para nelayan yang ditepi pantai membantu menepikan perahu dan mendorong perahu bersama-sama ke arah TPI.

Trancam Pantai Depok Parangtritis




Seringkali pengunjung di pantai Parangtritis bingung untuk memilih warung makan untuk menikmati makan siang, salah satu alternatif yang patut dicoba adalah TPI Pantai Depok. Letaknya sebelah barat Pantai Parangtritis, melalui jalur pinggir pantai sebelum keluar gerbang loket wisata.
Saya mencoba paduan menu yang tidak lazim, yaitu seafood dan sayur trancam, ternyata enak juga perpaduan antara trancam dengan bawal putih goreng, udang tepung, kerang dan kepiting saus tiramnya.

Wednesday, January 06, 2010

Selamat Tahun Baru 2010




Malam tahun baru kali ini, dirayakan di komplek perumahan dengan melibatkan muda-mudi untuk merancang, dan menyelenggarakan acara dengan sukses.

Lembang




Menyusuri jalan desa yang cukup menantang menuju desa Cisaroni Lembang, ternyata sebanding dengan kesejukan udara dan indahnya pemandangan diperkebunan. sejenak kita bisa melupakan rutinitas menikmati indahnya alam ini.

Parangtritis




Pantai Parangtritis menjadi salah satu tujuan wisata pantai di DIY, setelah lebih dari 3 tahun tidak berkunjung di sini, akhirnya akhir tahun 2009 kembali menelusuri pantai Parangtritis dan penataan sudah lebih baik, demikian pula akses ke pantainya lebih nyaman.