Jalan2 lagi ke Jatiluhur.. kali ini survey untuk rencana kegiatan wilayah.
Saturday, July 02, 2011
Wednesday, June 29, 2011
Menu Ndeso Pinggir Kali Serayu
Hampir setiap kami pulang ke Wonosobo, menyempatkan untuk singgah di warung Ikan Goreng Lik Tuti. Tepatnya di Desa Kalibagor dekat Banyumas, berada dekat dengan tepi Sungai Serayu.
Yang khas di warung ini adalah Sambel dan ikan goreng dari kali Serayu.
ketika mampir bulan lalu ada yang menarik, selama ini kentang diolah jadi kentang goreng, sambel goreng kentang, perkedel kentang, atau campuran untuk sop.
Oseng-oseng kentang menjadi sajian selain oseng2 kacang panjang..
Untuk rasa.... wis.. maknyuss tenan
dan harga relatif murah
nah... jika rekans pas dalam perjalanan melalui banyumas, saya sarankan untuk singgah dan menikmati sambel dan ikan goreng kali serayu...
pasti akan ingin kembali kesini...
Monday, June 27, 2011
Es Toko OEN
Sunday, June 26, 2011
Bermain Cahaya di BNS
Batu - Malang. semakin lengkap tujuan wisata dan cukup menarik mulai dari Wisata Agro, Jatim Park, Secret Zoo, kini ada BNS (Batu Night Spectacular)
Berbagai macam permainan cukup menarik bagi pengunjung dan dibuka mulai senja hingga tengah malam.
Kesempatan buat saya untuk belajar lagi dan bermain dengan cahaya warna warni...
silahkan dinikmati
silahkan untuk dikritik
matur nuwun
Saturday, June 25, 2011
Keindahan Fajar di Punthuk Setumbu
Rasa penasaran minggu yang lalu sewaktu ke borobudur belum sempat naik ke Punthuk Setumbu.
Meluncur dari Yogya sekitar jam 04,00 menuju lokasi Wisata Borobudur dan dilanjutkan mengarah ke barat candi sekitar 4 Km.
Jalan akses cukup baik menuju Punthuk Setumbu dan sudah ada penunjuk arah.
Setelah sampai di kaki bukit, dilanjutkan dengan jalan kaki menyusuri jalan desa.
Cukup melelahkan buat saya... namun terasa lelah cepat hilang karena pemandangan yang sangat indah di Punthuk Setumbu
Terima kasih Gusti, untuk pagi yang indah ini.
Friday, June 24, 2011
Indahnya Pantai Balekambang
Perjalanan menuju Pantai Balekambang kami tempuh sekitar 2 Jam dari Malang.
Jalan menuju Pantai menurut saya masih cukup bagus, sudah beraspal, hanya sedikit ruas jalan yang rusak, selebihnya bisa menikmati perjalanan yang menembus perkebunan tebu, perkebunan pohon jati dan hutan kecil.
Pukul 7 pagi sudah sampai di Pantai, pengunjung masih sepi, udara terlihat mulai cerah.
Pantai pasri putih terhampar sepanjang pantai, dan terlihat pulau Ismoyo yang didalamnya ada Pura.
Sisi Timur dari pulau terlihat pantai yang lebih landai dan ombak relatif kecil,
sementara sisi barat terlihat pasir putih yang bersih, pepohonan hijau dipinggir pantai.
Pemandangan pantai yang sangat indah....,
Selamat menikmati....
Terima kasih Tuhan, untuk alam yang Kau berikan buat bangsa ini.
Thursday, June 23, 2011
Indahnya Alam Kita
Perjalanan dari Bandung ke Malang dengan KA Malabar yang berangkat agak sore sekitar 15.30. Membuat rasa penasaran karena pemandangan alam yang sangat indah ketika Kereta mulai menyusuri pedesaan sekitar Kabupaten Garut.
Demikian juga ketika pulang dari Malang ke Bandung, cuaca sore hari yang cerah, KA menyusuri pertengahan sawah yang mulai di garap.
Selamat menikmati keindahan alam kita.
Bermain Ombak
Wednesday, June 15, 2011
Thursday, June 09, 2011
Wednesday, June 08, 2011
Dipinggir kali Progo
Menghindari kemacetan jalur utama Magelang - Yogyakarta, saya mencoba jalur alterntif Magelang - Pakelan - Kalinegoro - Mungkin - Candi pawon hingga melewati jalur utama menuju Sendang Sono.
Sepanjang jalur tepi kali progo masih terlihat jelas kedahsyatan banjir lahar dingin dari merapi melalui anak sungai Kali Putih.
Terlihat anak2 berlarian dan bermain layang2 juga mandi disungai dengan riangnya,
Ditempat lain seorang bapak sedang menambang pasir, dan semangat seorang nenek untuk bertahan dengan memecah batu kali.
Simbah tetap semangat, pantang menyerah
Tuesday, June 07, 2011
Borobudur di Pagi Hari
Menanti semburat mentari di Borobudur, dinginnya pagi tidak terasa walaupun kabut pagi begitu tebal menyelimuti candi.
Berharap datangnya mentari dan berharap kabut terurai, ternyata pagi ini kabut tetap menyelimuti candi dan awan putih bahkan menyatu seolah menyelimuti mentari.
Namun suasana candi dan sekitarnya tetap indah dan menarik untuk dinikmati.
Selamat menikmati .....
Monday, June 06, 2011
DIENG - lagi
Dataran tinggi Dieng merupakan kawasan gunung berapi yang masih aktif.
Peningkatan aktivitas di kawah Timbang yang mengeluarkan gas CO menjadi bahan pemberitaan media massa.
Memang kejadian ini bisa berdampak fatal bagi kelangsungan hidup manusia apabila gas CO keluar dari rekahan tanah dan terhirup manusia.
Pemberitaan yang menyebutkan dataran tinggi Dieng berbahaya tanpa menjelaskan secara rinci dimana letak kawah timbang dan letak kawasan wisata berdampak pada penurunan wisata lebih dari 70%.
Hal ini sangat berpengaruh pada pendduduk setempat yang menggantungkan hidupnya dari sektor pariwisata.
Alangkah bijaknya apabila pemberitaan dilakukan secara tepat karena jarak antara kawah Timbang dengan kawasan Wisata Dieng sekitar 15 Km.
Tanggal 3 Juni 2011 yang lalu, saya mengantar teman2 untuk mengunjungi kawasan wisata Dieng, Sempat saya tanyakan apakah jadi ke Dieng atau tidak?
Sepengetahuan saya jarak antara Kawah TImbang dengan kawasan Wisata cukup jauh. Jika ragu2 sebaiknya tidak usah berangkat....., ternyata teman2 setuju untuk berangkat ke Dieng sekitar 05.00 WIB.
Cuaca di dataran tinggu dieng cukup cerah, namun diarah timur awan tebal menutupi sang surya pagi.
Silahkan untuk dinikmati oleh2 saya dari perjalanan ke Dieng.
Terima kasih Gusti
Tuesday, May 31, 2011
Wednesday, May 25, 2011
Sejoli
Sunday, May 22, 2011
Mang Engking - Bandung
Jika kami mudik ke Yogya...., salah satu tempat favorit anak2 adalah Pondok Udang Mang Engking di daerah Minggir - Godean.
Udang bakar madu menjadi menu kesukaan anak2 serta tempat yang cukup nyaman berada dipinggir kota yang bersih terbebas polusi.
Bangunan gubug2 diatas empang/ kolam menjadi ciri khasnya.
Ternyata di Bandung sudah ada cabang yaitu di Jl Kopo (Bihbul)
Sabtu siang kami sekeluarga, juga mbah putri Yogya, menuju ke Kopo untuk "ngilangi rasa kangen".
Tempatnya cukup baik masuk dalam komplek sehingga ketika sudah di gubug mang Engking terasa seperti dalam suasana pinggiran yang jauh dari kemacetan...menikmati alunan degung yang mendayu....., padahal Jl. Kopo sudah terkenal dengan suasana macet sepanjang hari.
Menu yang disajikan, standar dengan Mang Engking di Yogya...
Siapa tahu ada rekan yang berwisata ke Bandung Selatan seprti Ciwidey...., cobalah untuk singgah ditempat ini...
Saturday, May 21, 2011
Selamat Pagi
Langit cerah dipagi hari, masih terlihat bintang dan bulan di sisi barat.
Keheningan pagi masih terasa di pinggir Bandung
Pengendara motor mulai menyusuri jalan sepi sepanjang tepi sawah.
Semburat jingga di ufuk timur...
Seolah menyambut dan menyapa petani yang mulai melangkah di pematang sawah.
Disisi selatan terlihat jajaran gunung di Bandung selatan masih dibalut birunya langit pagi
Terima kasih Tuhan untuk pagi yang indah ini
Friday, May 20, 2011
Karinding
Musik tradisional Sunda yang sudah cukup lama,
Anak2 ini begitu mencintai musik Karinding
Peralatan yang terbuat dari bahan yang sederhana, pelepah enau dan bambu menjadi bahan utama.
Namun alunan Karinding benar-benar bisa membuat hati menjadi tentram.
Salut... untuk anak2 ini.
Tuesday, April 19, 2011
Monday, April 18, 2011
Antara Keinginan dan Kebutuhan
Sekitar awal bulan April 2010, anakku yang cowok Abam ngajak ngobrol mengenai kuliah dan harapannya masa depan. Dengan bekal kuliah di NHI. Abam bilang kalau dengan bekal yang dimiliki akan dapat menghadapi masa depannya, karena profesionalisme di setiap bidang akan menjadi hal yang penting dalam berkompetisi di masa mendatang. Disisi lain, dia bilang kalau seseorang hanya ahli disatu bidang tapi tidak memiliki pengetahuan yang luas, juga akan berpengaruh dalam kecepatan berkarir.
Ujung-ujungnya dari ngobrol ini, dia bilang “Pa, boleh nggak kalau aku kuliah lagi di UNPAR, untuk ambil manajemen?”
Tidak langsung saya jawab pertanyaannya, tetapi saya balik bertanya “Mas, kamu ingin kuliah di UNPAR atau butuh kuliah manajemen?”
Kalau hanya sekedar “ingin”, banyak orang yang ingin kuliah dimana dia suka, tetapi beda bila dia merasa bahwa kuliah itu “kebutuhan”.
Jawaban Abam dengan mantab “ Saya membutuhkan ilmu manajemen untuk bekal saya dan sekaligus melengkapi keahlian saya yang diperoleh dari NHI”
Berbagai hal kami diskusikan mulai dari persiapan test masuk, pembagian waktu karena harus kuliah, juga masalah transportasi, dan kesiapan mental karena dua lingkungan yang sama sekali berbeda.
Aku bilang pada Abam “Secara prinsip papa mendukung rencanamu, dan kewajiban papa untuk memenuhi kewajiban jika Abam diterima di UNPAR”
Untuk mengetahui seberapa jauh minat Abam untuk kuliah di UNPAR, saya bilang “Mas kapan mau ambil formulir? Dan apa yang disiapkan untuk test masuk?”
Jawab Abam :“Secepatnya dan Abam mau panggil guru les untuk persiapan selama satu bulan mendatang”
“Ok,papa setuju,” dan untuk menge-test keseriusannya, saya katakan : “Mas, segera beli formulir, cari guru les ….., kalau mas ada tabungan, biaya pembelian formulir dan biaya guru les ambil dari tabungan mas, mengenai biaya kuliah nanti papa yang penuhi? Bagaimana ? setuju?”
“Ya pah, saya akan ambil dari tabungan, untuk beli formulir dan biaya les tambahan”, betapa terasa hati saya sangat dipenuhi dengan suka cita atas jawabannya. Puji Tuhan, karena Abam tahu apa yang menjadi kebutuhannya, bukan keinginannya.
Saya lihat kesungguhan hati Abam untuk masuk ke manajemen UNPAR, dengan belajar giat meskipun seharian dia sudah cukup lelah melakukan aktivitas job di salah satu hotel di
Dia juga bilang ke saya “Pah, aku akan gundul lagi jika diterima di UNPAR”
Ketika saya di
Satu pembelajaran dapat kita peroleh, seringkali kita punya banyak keinginan, dan seringkali kita tidak memahami dari banyak keinginan itu, mana yang sebenarnya menjadi kebutuhan kita?
Seringkali kita menyampaikan doa2 keinginan kita kepada Tuhan, namun karena kita juga tidak peka apa yang sebenarnya kita butuhkan, maka ketika doa2 keinginan kita belum /tidak dijawab oleh Tuhan Yang Maha Kasih, membuat kita jadi mengeluh mengapa doa-doa kita kepada Tuhan belum dijawab?
Kekurang pekaan manusia, kepada kehendakNya, dan berbagai keinginan manusia membuat hati tidak lagi jernih bahkan bisa menutupi nurani yang murni. Keserakahan manusia yang dibungkus dalam doa, bisa membuat seolah-olah berdoa seperti seseorang sedang berada di depan mesin ATM, kapanpun dan berapapun yang dimauinya dapat diterima dari mesin ATM.
Sebenarnya Tuhan sudah mengajarkan kepada kita, untuk bersyukur atas apa yang Tuhan berikan, untuk berdoa dengan sederhana, dan menyampaikan kebutuhan bukan keinginan2 kita.
“……berilah kami pada hari ini makanan yang secukupnya….”
Friday, April 15, 2011
Negeri di atas awan (2)
Serayu
Thursday, April 14, 2011
Dieng Lagi
Wednesday, April 13, 2011
Nikmatnya Menu Ndeso
Diperbatasan Wonosobo dan Banjarnegara, terdapat satu warung makan yang sangat sederhana dengan menu Ndeso sebagai andalannya.
Terprovokasi cerita adikku mengenai oblok2 daun talas/ keladi, daun singkong dan tempe lombok ijo, meskipun sudah sarapan pagi serabi, saya ikut menuju ke perbatasan wonosobo - banjarnegara.
ternyata tidak sia-sia, dan benar2 nikmat.... sepiring nasi, oblok2 daun talas dan daun singkong serta tempe lombok ijo.
menu lainnya seperti oseng2 kacang panjang, oseng labu siam... dan ikan goreng dari sungai serayu... wis enak tenan.
siang hari menikmati semangkung es bubur kacang ijo dan soto daging sapi... plus tempe kemul.
enak tak terkira...biarpun menu Ndeso....
Wednesday, March 23, 2011
Sunday, March 06, 2011
Gunung Padang Ciwidey
Gunung Padang identik dengan situs megalitikum…, dan daerah Jawa Barat terdapat 3 lokasi Gunung Padang yaitu :
1. Gunung Padang di Cianjut : lihat disini http://3ojo.multiply.com/photos/album/132/Gunung_Padang
2. Gunung Padang Ciwidey
3. Gunung Padang Ciamis.
Kali ini saya mengunjungi Gunung Padang Ciwidey, berangkat dari Bandung sekitar jam 5.00 pagi, langsung menuju Soreang melalui Tol Purbaleunyi.
Berhenti sebentar didepa Kantor Kabupaten Bandung – Soreang menikmati fajar pagi.
Setelah mengambil gambar sunrise, perjalanan dilanjutkan menuju Ciwidey, jalan realtif masih sepi sehingga terasa lancer hingga sampai di Ciwidey sekitar 06.45.
Sebelum arah pasar Ciwidey, kami mengambil jalur lurus menuju desa Rawabogo, jalan relatif bagus, bahkan ketika mau masuk desa Rawabogo, jalan desa sudah diperbaiki dengan jalan beton.
Sekita pk. 07.00 sampai diterminal Rawabogo (sebenarnya tidak tepat dibilang terminal, karena tidak tersedia sarana terminal yang memadai, hanya tempat parker dan pangkalan ojeg)
Gerimis mulai turun dan terlihat awan yang cukup tebal disebelah barat, kami singgah di warung kecil dan memesan dua gelas kopi susu, untuk mengusir rasa dingin dan menunggu gerimis berlalu.
Sekitar 30 menit, akhirnya gerimis berhenti dan terlihat awan dari sebelah barat berangsur pindah kearah timur.
Segera kami ambil rangsel, dan kami putuskan untuk jalan kaki saja menuju Gunung Padang meskipun beberapa tukang ojeg menawarkan untuk diantar sampai kaki gunung padang (tarif sekitar Rp.15 ribu s/d Rp.20 ribu).
Tanjakan tinggi sudah menghadang didepan, ketika meninggalkan desa Rawabogo kemudian belok kiri menuju jalan kecil arah ke Gunung Padang. Suasana masih sangat sepi, mulai melewat jalan berbatu, hingga sekitar 500 meter, jalan tanah merah yang membelah ladang penduduk.
Hanya kami berdua yang menyusuri jalan tanah yang cukup licin, benar-benar sepi dan kami bersyukur bias menikmati indahnya pagi, kicauan burung juga desir angina yang menerpa daun2 cemara seakan menikmati simphoni alam yang indah.
Sempat juga kami ragu ketika mencapai jalan persimpangan, karena tidak ada petunjuk jalan kea rah Gunung Padang, akhirnya kami harus bertanya kepada sorang petani yang akan mengangkut pupuk kandang ke kebun.
Dengan ramahnya menunjukkan arah ke Gunung Padang, “ikuti saja jalan ini dan lihat bekas roda motor saja, sebentar lagi akan sampai ke Gunung Padang”
Tanjakan yang cukup curam buat saya, karena terasa sangat”ngos-ngosan” ketika mulai menapak kea rah tanjakan curam dan licin. Tak berapa lama, dari jauh kelihatan bangunan pondok tempat masuk ke Wanawisata Gunung Padang.
Beruntung sekali, pak Dasep anak dari jurukunci, Gunung Padang bersedia menemai kami untuk menyusuri jalan setapak menuju puncak Gunung Padang.
Memasuki areal tempat wisata, kami disambut dengan gapura batu besar dengan lorong kecil yang terjal, ketika saya mencoba mulai mendaki memasuki tangga, ternyata rangselku nyangkut karena nggak muat, terpaksa harus di loggarkan agar bisa melewati lorong pertama. (maklum SETULEGI)
Setelah ambil nafas sebentar, kembali menaiki trap kedua, dengan sedikit merangkak karena memang jalan setapak cukup terjal dan sebelah kirinya tebing terjal yang menganga.
Betapa batu2 raksasa tersusun rapi dan dibalut akar-akar pohon yang mencengkeram sehingga terasa kokoh walau berada di gunung.
Hingga pada satu tempat harus merangkak mendaki tangga untuk menuju batu tinggi yang merupakan tempat favorit bagi pengunjung karena bisa memperoleh pemandangan yang sangat indah. dari puncak kearah Bandung maupun ke Saguling.
Hanya sayangnya saya tidak bisa menaiki batu tersebut karena memakai celana jeans, sehingga tidak bisa melangkah dengan leluasa.... :(.
Suasana cukup sepi, dan sedikit ada nuansa mistis karena banyak sisa dupa atau sesaji dibeberapa tempat, karena banyak orang yang melakukan tirakat di sini.
Betapa saya beruntung bisa menikmati keindahan alam parahyangan dari ketinggian sekitar 2.500 meter, di bebatuan yang besar-besar, rimbunya pepohonan dan hembusan angin yang sejuk.
Sejenak menikmati alam dipuncak Gunung Padang, ternyata tidak terlalu lama terdengar teriakan anak2 remaja yang dengan riangnya naik ke puncak Gunung Padang. Tidak terlihat rasa lewah di wajah mereka, bahwkan canda tawa terus mereka lakukan dan dengan senangnya berpose untuk diambil gambarnya.
Ketika akan pulang, menuju jalan setapa yang berbeda dengan arah naik, baru terasa kalau cukup tinggi dan terjal sewaktu menaiki Gunung Padang. Dengan bersusah payah dan harus berpegangan pada akar2 pepohonan secara perlahan dan pasti mulai menuruni jalan setapak. Wuih... terasa berat banget apalagi dengan kondisi badan "kelas berat"
Sampailah di pondok untuk istirahat adn sarapan pagi, dengan menu mie rebus, terasa nikmat dalam keadaan lapar....,
dua mangkok mie rebus, 4 bala-bala hanya mengeluarkan Rp. 7.000,-
Sejenak istirahat, ternyata mulai banyak pengunjung yang berdatangan, kebanyakan anak2 remaja, dan cukup terkejut ketika terdengar suara motor menuju tempat kami istirahat...., ojek motor dengan roda berantai agar bisa melalui jalan tanah yang licin.
Kami mulai menuruni jalan tanah yang terjal, sambil menikmati perkebunan sepanjang jalan.
Hitung-hitung hari ini saya sudah sebanding dengan mengelilingi lapangan sepakbola 10x..., kaos basah kuyup karena keringat yang menetes deras....., dapat rekreasi, dapat gambar, dapat sehat mengurangi kolesterol.
Sekitar pukul 11.00 kami sudah sampai di terminal Rawabogo, dan melanjutkan perjalanan menuju Ciwidey dan pulang ke Bandung.
Selamat menikmati.
Fajar di Soreang
Thursday, March 03, 2011
Kerupuk Jumbo
Monday, February 28, 2011
LAYANG-LAYANGKU MENCUMBU REMBULAN
Ketika benang terbentang dan layangku siap terbang
Kulantunkan tembang mantra pemanggil angin
“cempe-cempe golekno angin gede tak opahi duduh tape”
“cempe-cempe golekno angin gede tak opahi duduh tape”
Tembang mantraku berhasil
Terasa lembut semilir mulai menyapaku
Anginpun datang dan layangku terbang
Terbang melayang dibirunya langit sore
Senja membiru disebelah timur
Senja semburat jingga disebelah barat
Biru mengantar bulan berwarna perak menyambut malam
Temaram jingga menutup siang
Merah layangku membumbung tinggi,
Benang kutarik dan layangku naik
Benang kendur terulur layangku menjauh
Merah layangku menuju langit biru
Layangku menuju rembulan perak dilangit biru
Kusalurkan rinduku lewat benang terjulur menyatu dilayangku
Mendekat, mencumbu rembulan
Kelepas kerinduanku pada rembulan
Ujunggenteng 6 Pebruari 2011
Sunday, February 20, 2011
Kuliner sehari di NHI
Abram anakku yg kuliah di NHI, ngasih undangan dari Kampus untuk orang tua siswa, untuk menghadiri case study siswa jurusan pastery dan kicthen.
Tlg 12 Pebruari 2011, sekitar pk 10.00 siang hingga pk.14.00 untuk melihat hasil karya siswa SM III yang praktek sesuai dengan tugas yang dibagikan.
Satu kelompok teridiri dari 5 s/d 6 orang untuk tiap negara, dan ada sekitar 12 kelompok atau 12 negara yang akan menyajikan makanan khas mereka.
Baik dari segi tampilan maupun rasa, benar-benar prima......,
Sedikit demi sedikit mencoba untuk mencicipinya.... hingga akhirnya ...
terasa kenyang....
Pilihan mereka masuk NHI membanggangkan orang tua kalilan.
Silahkan untuk dinikmati gambarnya saja....
Waduk Jatiluhur
Setelah beberapa kali berjunjung ke waduk Jatiluhur…., rasanya sulit sekali memperoleh kesempatan menikmati indahnya langit biru di atas waduk. Kali ini saya beruntung banget, sepulang mengantar ibu dari Bekasi, terlihat cuaca yang sangat cerah…., langsung mengarahkan kendaraan ke Waduk Jatiluhur.
Langit biru cerah dan sedikit awan putih menambah indahnya pemandangan Jatiluhur.
Mengunjungi perkampungan terapung yang banyak memelihara ikan, nengok water boom yang cukup asri dan menyenangkan bagi anak2, juga menyusuri dam serta melihat dari dekat penginapan yang tersedia.
Rasanya Jatiluhur bisa menjadi alternative tujuan wisata dan bermalam disana.
Silahkan untuk menikmati keindahannya.
Jangan lupa sarannya....
Matur nuwun
Wednesday, February 16, 2011
Senja di Ujunggenteng
Tuesday, February 15, 2011
Ujunggenteng
MInggu pagi jam 09.00 start dari Bandung, kami ber3 berangkat ke Ujunggenteng.
Ini merupakan kunjungan saya yang ke2 dan sekaligus melunasi janji ingin mengantar rekans ke sana..... (lunas janjiku).
Kami hanya mengunjungi ujungnya Ujunggenteng... dan menikmati sunset di TPI Ujunggenteng.
Biru langit, biru laut.... mengharu biru.....siapa suka?
Monggo dinikmati...
Thursday, February 10, 2011
Tuesday, February 08, 2011
Tokyo Tower & Tokyo Sky Tree
Monday, February 07, 2011
Sunday, February 06, 2011
Wednesday, February 02, 2011
Wednesday, January 26, 2011
Dago Car Free Day
Setiap hari Minggu, sepanjang jalan Dago mulai dari perempatan Cikapayang s/d Simpang Dago, bebas kendaraan bermotor.
Ternyata pengunjung sangat banyak, baik yang membawa sepeda (karena jalan penuh terpaksa di tuntun) maupun yang ingin joging akhirnya hanya jalan kaki saja.
Yang menarik adalah memperhatikan perilaku banyak orang dikeramaian...,
saya coba kendit .......selamat menikmati
Monday, January 24, 2011
BONBIN
Thursday, January 13, 2011
Monday, January 10, 2011
Curug MALELA
Letak obyek wisata curug Malela berada di Kabupaten Bandung Barat, tepatnya di Kecamatan Rongga.
Jarak dari bandung ke Gunung halu sekitar 60 Km, dengan alternatif rute yang nyaman melalui tol Purbaleunyi, keluar gerbang Padalarang. Ambil jalur kekiri menuju ke Cimareme, akan ketemu pertigaan menuju ke Cililin.
Ambil jalur ke Cililin hingga ke Gunung Halu, kondisi jalan relative bagus dan sebagian sudah di cor beton.
Meskipun jarak dekat namun perjalanan dari Bandung ke Gunung Halu sekitar 3 jam perjalanan karena melalui beberapa pasar yang membuat jalan menjadi macet.
Setelah sampai di Gunung Halu, perjalanan dilanjutkan hinggal ketemu pertigaan, lurus ke CIwidey, kekanan ke Buni Jaya kecamatan Rongga.
Sebenarnya ada juga angkutan kota dari Ciroyom ke Buni Jaya, namun perjalanan akan memakan waktu lebih dari 3 jam.
Sampai ke BuniJaya ambil arah ke kanan menuju perkebunan the Montaya, kita akan menikmati perkebunan the dan pohon2 mahoni yang besar2 sepanjang jalan. Sekitar 4 Kilo meter perjalanan masih bisa dilalui kendaraan roda 4 asal garden cukup tinggi.
Setelah mencapai ujung perekebunan teh, kondisi jalan rusak, dan tidak beraspal, jika hujan berlumpur, biasanya dipertigaan sudah banyak tukang ojek yang mencegat pengendara mobil untuk meinggalkan mobil di daerah tsb diganti ojeg.
Kami abaikan saja permintaan tukang ojeg, dan dengan perjalanan off road akhirnya bisa mencapai desa terdekat, mobil bisa diparkir di dekat sekolah SD. Dari sini berganti dengan ojeg menuju curug Malela, tarif PP Rp. 25.000,-
Namun apabila kita menggunakan jeep 4x4, masih bisa melalui kondisi jalan yang parah, hingga mencapai jalur setapak yang sedang di pasang beton untuk jalur pengunjung.
Terlihat banyak pekerja yang sedang menyiapkan prasarana tempat wisata, mulai dari tempat istirahat, kamar mandi juga tempat jaga.
Dari tempat ini terlihat dikejauhan curug Malela yang gemuruhnya terdengar jelas meskipun jaraknya lebih dari 1 Km.
Perjalanan dilanjutkan melalui jalan setapak dan turunan tajam, namun pemandangan benar-benar indah.
Turun dengan tertatih-tatih melewati jalur setapak dan akhirnya ada ruang terbuka yang sudah disiapkan bangunan untuk istirahat bagi pengunjung. Kita bisa menikmati indahnya curug dari kejauhan warna putih diantara hijau lereng pegunungan.
Wis.... dengan napas ter-engah-engah (karena SETULEGI), saya mencoba untuk terus turun dan akhirnya sampai di tepi curug...., rasanya sangat sesuai dengan perjuangan menuruni bukit ke lembah curug Malela.
Benar-benar curug yang besar dan tinggi, dibandingkan dengan beberapa curug yang pernah saya kunjungi. Curug ini masih sangat natural, belum ada fasilitas untuk para pengunjung, tidak ada tempat bilas, ataupun kamar kecil.
Bebatuan yang besar-besar dan curah air yang turun dari curug membuat kita terasa kecil dibandingkan curug ini.
Silahkan untuk dinikmati.
Terima kasih Tuhan untuk kesempatan menikmati keindahan alamMu.
Bandung, 8 Januari 2010
nb : curug Malela mulai ramai dikunjungi wisatawan semenjak bpk Wagub Jabar Dede Yusuf mengunjungi tempat ini tahun lalu.
Sunday, January 09, 2011
Surabaya
Thursday, January 06, 2011
Pantai Sraung, Pasir Putih
Selepas makan siang di Pantai Teleng Ria, perjalanan dilanjutkan menuju Pantai Sraung, TPI dan Pantai Pasir Putih.
Jalur menuju lokasi, cukup nyaman, aspal hotmix halus hanya agak sempit, namun penunjuk lokasi minim sekali.
Kami sempat bertanya beberapa kali.
Ketika sampai di gardu jaga, kami sangat penasaran dengan suara deburan ombak yang cukup keras.
Pantai Sraung cukup panjang dan ada 3 lokasi dengan kondisi yang berbeda, yang pertama dekat dengan pintu masuk, banyak terlihat peselancar yang menikmati ombak besar pantai ini, lokasi kedua... pasir putihnya memanjang namun terlihat warna air lautnya langsung biru pertanda cukup dalam, dan yang ketiga.... deburan ombaknya cukup besar, sama sekali tidak ada yang bermain air dilokasi ini.
Dari pantai Sraung menuju TPI dan Pasir Putih kami harus mengambil rute balik hingga pertigaan, dan berbelok kearah barat.
Kembali kami harus bertanya kepada beberapa orang karena minimnya petunjuk jalan.
Kita akan menjumpai TPI sebelum ke Pasir Putih, nampak sekali kebanyakan perahu "tertulis MINA CIAMIS". Tidak salah duga karena nelayan jawabarat lebih piawai dan sekaligus menjadi penggerak di pantai selatan pulau jawa.
Tidak jauh dari TPI kami mengunjungi Pantai Pasir Putih yang memanjang....,
meskipun mendung, kami coba untuk menikmati sejenak keindahan pantai ini.
Maksud hati akan melanjutkan perjalanan ke pantai Klayar..., mengambil jalan pinggir pantai, namun lama kelamaan jalan menjadi sempit, aspal mulai mengelupas, lama kelamaan sepi tidak ada perkampungan, jalan rusak parah...,
akhirnya balik kanan.. tidak jadi melanjutkan ke Pantai Klayar.
Silahkan untuk dinikmati
Aman dibawah sayap
Pantai Teleng Ria - Pacitan
Siang hari sekitar pk.10.30 sudah sampai di Pantai Teleng Ria Pacitan, langsung buru-buru menuju pantai, main air.
Suasana cukup ramai, meskipun mendung menggantung di atas Pacitan.
Selesai main air, kami langsung menuju warung makan yang berada tepat di depan pantai untuk makan siang.
Silahkan untuk dinikmati
Sungai di Pacitan
Perjalanan dari Ponorogo ke Pacitan cukup mengasyikan karena harus mendaki bukit dan turun ke lembah serta mengikuti aliran sungai yang bermuara di Pacitan.
Air berwarna coklat keruh karena kondisi hulu yang sudah tidak terjaga hutannya,
Banyak jembatan beton yang rubuh diganti dengan jembatan gantung...maksimal jumlah orang yang melintas hanya 10 orang dalam waktu yang sama.
Dibeberapa bagian sungai terdapat batu2 besar sepanjang sungai.
Silahkan untuk dinikmati
Candi Penataran
Sehabis mengunjungi makam Bung Karno, langsung menuju candi Penataran yang letaknya tidak begitu jauh.
Rasa penasaran terlunasi ketika masuk kawasan candi yang cukup rapi.
Ada yang menarik, ketika akan mengambil gambar di candi utama, ternyata ada pengunjung yang sedang melakukan ritual.
Diujung belakang komplek candi terdapat mata air yang tidak pernah kering dan terlihat sangat jernih.
Silahkan untuk dinikmati.
Wednesday, January 05, 2011
Jejak Sang Proklamator
Melanjutkan liburan akhir tahu dari Surabaya - Porong - Malang - Blitar, sesuai permintaan anak & istri....
Di Malang hanya dua tujuan, satu ke toko Oen, icip2 es cream dan ke RM Gloria makan siang (cui mie, nasgor kepiting) belakang Kantor Kabupaten.
Blitar dengan tujuan Istana Gebang dan Makam Sang Proklamator Soekarno, dilajutkan ke Candi Penataran.
Berikut beberapa gambar rumah Bung Karno, Gedung perpustakaan dan Makam Bung Karno.
Masih ada semburan
Monday, January 03, 2011
Kenjeran jilid 2
Tahun lalu ketika ke Pantai Kenjeran Surabaya, air pasang dan matahari ada disebelah utara. Kali ini air surut dan matahari ada disebelah selatan.
Ternyata saya datang sudah kesiangan, matahari sudah cukup tinggi, dan banyak juga rombongan yang lagi hunting disini, beserta beberapa model yang menyertai.
Kesulitan akses masuk lokasi taman ria Pantai Kenjeran rasanya tidak seberapa dibandingaan suasana sepi dan indahnya pagi di pantai Kenjeran.
Silahkan untuk dinikmati, juga sarannya... saya terima dengan hati terbuka.
Madura
Banyak orang merasa penasaran ketika jembatan SURAMADU sudah diresmikan, hingga saat ini jembatan SURAMADU menjadi ikon dan sebagai tempat tujuan wisata.
Namun demikian, masih banyak para wisatawan yang hanya menyeberang jembatan SURAMADU dan singgah sebentar di ujung jembatan Madura kemudian kembali lagi ke Surabaya.
Kali ini kami sekeluarga sengaja, mengunjungi Madura mulai dari Jembatan SURAMADU terus menyusuri jalur selatan Madura hingga sampai ke Sumenep.
Ternyata banyak pemandangan indah, juga obyek wisata yang menarik untuk dikunjungi, antara lain pantai, api abadi di Pamekasan, Masjid Kuno, Musium dan keraton Sumenep.
Sebagian dari foto yang sempat kami singgahi..., silahkan dinikmati.
Wednesday, December 22, 2010
Menyambut NATAL dengan hati yang sederhana
Mulai dari lingkungan Keluarga, komunitas gereja, hingga ke Mall-mall di kota besar menyambut hari Natal dengan sangat meriah.
Berbagai aktivitas dilaksanakan dengan antusias untuk menyambut dan merayakan hari Natal,
Mulai membuka kotak penyimpan pohon natal yang mulai berdebu karena hampir satu tahun tidak dipasang.
Beramai-ramai dengan anggota keluarga untuk memasang dan menghiasi pohon Natal.
Mulai merencanakan pesta Natal, bagaimana acaranya, bagaimana hiasannya, bagaimana hidangan pestanya.
Mulai menyiapkan diri untuk tampil di acara Natal dengan pakaian terbaru, dan tampilan atau dandanan terbaru. Bahkan jika perlu dengan keluar masuk mall untuk memperoleh baju yang terbaik.
Mulai sibuk latihan Koor, latihan musik, latihan drama untuk perayaan natal, bahkan sampai kelelahan karena latihan yang intensif agar pada saat tampil bisa lebih baik.
Kesibukan membelenggu banyak orang, keluarga dan umat dalam menyiapkan Hari Natal dengan berbagai aktivitas yang sangat baik.
Namun dibalik itu, sering kali apa yang kita lakukan tidaklah sejalan dengan makna Natal yaitu kesederhanaan, kasih, pengampunan dan kedamaian.
Ketika seorang ibu sedang asyik menata pohon natal, lupa tersenyum manakala anak atau suaminya merasa lelah sehabis sekolah atau kerja, bahkan mungkin akan menghardik anaknya yang kecil ketika merengek untuk bermain.
Lebih fokus pada acara pesta Natal dan hidangannya, bukan pada makna persekutuan, ibadah dan saling menyayangi sesama.
Lebih fokus pada bagaimana ketika tampil dalam paduan suara atau musik atau drama, bukan pada makna puji kemulian bagi Allah melalui paduan suaranya.
Kesibukan yang dilakukan untuk menyambut Natal, sering kali terkait dengan motivasi seseorang bahkan identik dengan masa unjuk diri dengan berbagai hal yang dapat dilihat orang.
Maka ketika semua yang disiapkan ternyata tidak sesuai dengan harapan orang itu, yang muncul adalah rasa marah karena pestanya tidak baik, hidangan standar, acara membosankan.
Alangkah menyedikan, ketika semangat natal menggebu di awal Desember akhirnya berubah rasa kecewa.
Marilah kita menyiapkan Natal dengan hati yang sederhana, hati yang penuh kasih, hati yang penuh damai, hati yang penuh syukur....., agar kita juga selalu ingat masih banyak saudara kita yang menderita tertimpa bencana.
Menyambut Natal dengan hati yang sederhana...., semoga.
Selamat merayakan Hari Natal, Semoga Damai buat kita semua.
Bandung, 22 Desember 2010
Menyambut NATAL dengan hati yang sederhana
Bagi banyak orang yang merayakan Hari Natal, menjelang awal bulan Desember, selalu melakukan ritual tahunan dengan menyambut Hari Natal.
Mulai dari lingkungan Keluarga, komunitas gereja, hingga ke Mall-mall di kota besar menyambut hari Natal dengan sangat meriah.
Berbagai aktivitas dilaksanakan dengan antusias untuk menyambut dan merayakan hari Natal,
Mulai membuka kotak penyimpan pohon natal yang mulai berdebu karena hampir satu tahun tidak dipasang.
Beramai-ramai dengan anggota keluarga untuk memasang dan menghiasi pohon Natal.
Mulai merencanakan pesta Natal, bagaimana acaranya, bagaimana hiasannya, bagaimana hidangan pestanya.
Mulai menyiapkan diri untuk tampil di acara Natal dengan pakaian terbaru, dan tampilan atau dandanan terbaru. Bahkan jika perlu dengan keluar masuk mall untuk memperoleh baju yang terbaik.
Mulai sibuk latihan Koor, latihan musik, latihan drama untuk perayaan natal, bahkan sampai kelelahan karena latihan yang intensif agar pada saat tampil bisa lebih baik.
Kesibukan membelenggu banyak orang, keluarga dan umat dalam menyiapkan Hari Natal dengan berbagai aktivitas yang sangat baik.
Namun dibalik itu, sering kali apa yang kita lakukan tidaklah sejalan dengan makna Natal yaitu kesederhanaan, kasih, pengampunan dan kedamaian.
Ketika seorang ibu sedang asyik menata pohon natal, lupa tersenyum manakala anak atau suaminya merasa lelah sehabis sekolah atau kerja, bahkan mungkin akan menghardik anaknya yang kecil ketika merengek untuk bermain.
Lebih fokus pada acara pesta Natal dan hidangannya, bukan pada makna persekutuan, ibadah dan saling menyayangi sesama.
Lebih fokus pada bagaimana ketika tampil dalam paduan suara atau musik atau drama, bukan pada makna puji kemulian bagi Allah melalui paduan suaranya.
Kesibukan yang dilakukan untuk menyambut Natal, sering kali terkait dengan motivasi seseorang bahkan identik dengan masa unjuk diri dengan berbagai hal yang dapat dilihat orang.
Maka ketika semua yang disiapkan ternyata tidak sesuai dengan harapan orang itu, yang muncul adalah rasa marah karena pestanya tidak baik, hidangan standar, acara membosankan.
Alangkah menyedikan, ketika semangat natal menggebu di awal Desember akhirnya berubah rasa kecewa.
Marilah kita menyiapkan Natal dengan hati yang sederhana, hati yang penuh kasih, hati yang penuh damai, hati yang penuh syukur....., agar kita juga selalu ingat masih banyak saudara kita yang menderita tertimpa bencana.
Menyambut Natal dengan hati yang sederhana...., semoga.
Selamat merayakan Hari Natal, Semoga Damai buat kita semua.
Wednesday, December 15, 2010
Karena Gusti Allah
Itu bukan karena kemampuanku
Itu karena rekan sekerjaku
Dan pasti..., itu karena Gusti Allah
Kalaupun saya bisa menahan amarah dan rasa geram...
Itu bukan karena aku orang yang sabar...
Itu karena dukungan dari rekan sekerjaku
Dan pasti.. itu karena Gusti Allah
Kalaupun saya bisa membagi waktu untuk kantor, keluarga juga gereja
Itu bukan karena saya mampu mengatur waktu
Itu karena rekan sekerja/ sepelayanan yang memahami peranku
Dan pasti ..., itu karena Gusti Allah
Kalaupun saya bisa tersenyum ketika sampai dirumah...
Itu bukan karena saya mampu melepas keletihan
Itu karena dukungan anak istriku yang bisa mengerti kondisiku
Dan pasti..., itu karena Gusti Allah
Kalaupun saya bisa tidur nyenyak ketika larut malam
Itu bukan karena saya mampu melepas stress karena beban kerjaku
Itu karena istriku yang membuat aku bisa melupakan kerjaan
Dan pasti...., itu karena Gusti Allah
Kalaupun saya bisa mengucap syukur
Itu bukan karena saya mampu menghitung berkatNya
Itu karena memang saya wajib bersyukur untuk segala yang Ia berikan
Dan pasti..., itu karena Gusti Allah
Kalau saya bisa cuti akhir tahun ini
Itu bukan karena hak saya semata untuk cuti
Itu karena kebaikan rekan sekerja, staf juga atasan saya memberikan kesempatan
Dan pasti..., itu karena Gusti Allah
Karena Gusti Allah
Itu bukan karena kemampuanku
Itu karena rekan sekerjaku
Dan pasti..., itu karena Gusti Allah
Kalaupun saya bisa menahan amarah dan rasa geram...
Itu bukan karena aku orang yang sabar...
Itu karena dukungan dari rekan sekerjaku
Dan pasti.. itu karena Gusti Allah
Kalaupun saya bisa membagi waktu untuk kantor, keluarga juga gereja
Itu bukan karena saya mampu mengatur waktu
Itu karena rekan sekerja/ sepelayanan yang memahami peranku
Dan pasti ..., itu karena Gusti Allah
Kalaupun saya bisa tersenyum ketika sampai dirumah...
Itu bukan karena saya mampu melepas keletihan
Itu karena dukungan anak istriku yang bisa mengerti kondisiku
Dan pasti..., itu karena Gusti Allah
Kalaupun saya bisa tidur nyenyak ketika larut malam
Itu bukan karena saya mampu melepas stress karena beban kerjaku
Itu karena istriku yang membuat aku bisa melupakan kerjaan
Dan pasti...., itu karena Gusti Allah
Kalaupun saya bisa mengucap syukur
Itu bukan karena saya mampu menghitung berkatNya
Itu karena memang saya wajib bersyukur untuk segala yang Ia berikan
Dan pasti..., itu karena Gusti Allah
Kalau saya bisa cuti akhir tahun ini
Itu bukan karena hak saya semata untuk cuti
Itu karena kebaikan rekan sekerja, staf juga atasan saya memberikan kesempatan
Dan pasti..., itu karena Gusti Allah