Monday, February 28, 2011

LAYANG-LAYANGKU MENCUMBU REMBULAN




Ketika benang terbentang dan layangku siap terbang
Kulantunkan tembang mantra pemanggil angin
“cempe-cempe golekno angin gede tak opahi duduh tape”
“cempe-cempe golekno angin gede tak opahi duduh tape”

Tembang mantraku berhasil
Terasa lembut semilir mulai menyapaku
Anginpun datang dan layangku terbang
Terbang melayang dibirunya langit sore

Senja membiru disebelah timur
Senja semburat jingga disebelah barat
Biru mengantar bulan berwarna perak menyambut malam
Temaram jingga menutup siang

Merah layangku membumbung tinggi,
Benang kutarik dan layangku naik
Benang kendur terulur layangku menjauh
Merah layangku menuju langit biru

Layangku menuju rembulan perak dilangit biru
Kusalurkan rinduku lewat benang terjulur menyatu dilayangku
Mendekat, mencumbu rembulan
Kelepas kerinduanku pada rembulan

Ujunggenteng 6 Pebruari 2011

Sunday, February 20, 2011

Kuliner sehari di NHI




Abram anakku yg kuliah di NHI, ngasih undangan dari Kampus untuk orang tua siswa, untuk menghadiri case study siswa jurusan pastery dan kicthen.
Tlg 12 Pebruari 2011, sekitar pk 10.00 siang hingga pk.14.00 untuk melihat hasil karya siswa SM III yang praktek sesuai dengan tugas yang dibagikan.
Satu kelompok teridiri dari 5 s/d 6 orang untuk tiap negara, dan ada sekitar 12 kelompok atau 12 negara yang akan menyajikan makanan khas mereka.

Baik dari segi tampilan maupun rasa, benar-benar prima......,
Sedikit demi sedikit mencoba untuk mencicipinya.... hingga akhirnya ...
terasa kenyang....

Pilihan mereka masuk NHI membanggangkan orang tua kalilan.

Silahkan untuk dinikmati gambarnya saja....

Waduk Jatiluhur




Setelah beberapa kali berjunjung ke waduk Jatiluhur…., rasanya sulit sekali memperoleh kesempatan menikmati indahnya langit biru di atas waduk. Kali ini saya beruntung banget, sepulang mengantar ibu dari Bekasi, terlihat cuaca yang sangat cerah…., langsung mengarahkan kendaraan ke Waduk Jatiluhur.

Langit biru cerah dan sedikit awan putih menambah indahnya pemandangan Jatiluhur.
Mengunjungi perkampungan terapung yang banyak memelihara ikan, nengok water boom yang cukup asri dan menyenangkan bagi anak2, juga menyusuri dam serta melihat dari dekat penginapan yang tersedia.

Rasanya Jatiluhur bisa menjadi alternative tujuan wisata dan bermalam disana.

Silahkan untuk menikmati keindahannya.
Jangan lupa sarannya....

Matur nuwun

Wednesday, February 16, 2011

Senja di Ujunggenteng




waktu menjelang senja, kami segera menyusuri jalan tanah berbatu menuju TPI Ujunggenteng untuk menikmati indahnya lembayung senja.
Langit mulai memerah di ujungbarat, perlahan sang surya menghilang
tinggal semburat jingga yang tersisa.
terima kasih Gusti..., untuk senja yang indah

Tuesday, February 15, 2011

Ujunggenteng




MInggu pagi jam 09.00 start dari Bandung, kami ber3 berangkat ke Ujunggenteng.
Ini merupakan kunjungan saya yang ke2 dan sekaligus melunasi janji ingin mengantar rekans ke sana..... (lunas janjiku).
Kami hanya mengunjungi ujungnya Ujunggenteng... dan menikmati sunset di TPI Ujunggenteng.
Biru langit, biru laut.... mengharu biru.....siapa suka?
Monggo dinikmati...

Tuesday, February 08, 2011

Tokyo Tower & Tokyo Sky Tree




Tokyo Tower dibuka untuk umum mulai tahun 1958
Tinggi bangunan 332,6 M

Tokyo Sky Tree masih dalam tahap penyelesaian, rencana peresmian 2012
Tinggi bangunan 662 M

Sunday, February 06, 2011

Wednesday, January 26, 2011

Dago Car Free Day




Setiap hari Minggu, sepanjang jalan Dago mulai dari perempatan Cikapayang s/d Simpang Dago, bebas kendaraan bermotor.
Ternyata pengunjung sangat banyak, baik yang membawa sepeda (karena jalan penuh terpaksa di tuntun) maupun yang ingin joging akhirnya hanya jalan kaki saja.
Yang menarik adalah memperhatikan perilaku banyak orang dikeramaian...,
saya coba kendit .......selamat menikmati

Monday, January 24, 2011

DIbawah Ranting Dedaunan




BONBIN




Sejenak melepas rutinitas, setelah nganter istri kegiatan rutin...., dari pada nungguin lebih baik nyari obyek jepretan di Bonbin....,
iseng belajar ambil gambar satwa di bonbin.

Monday, January 10, 2011

Curug MALELA




Letak obyek wisata curug Malela berada di Kabupaten Bandung Barat, tepatnya di Kecamatan Rongga.
Jarak dari bandung ke Gunung halu sekitar 60 Km, dengan alternatif rute yang nyaman melalui tol Purbaleunyi, keluar gerbang Padalarang. Ambil jalur kekiri menuju ke Cimareme, akan ketemu pertigaan menuju ke Cililin.
Ambil jalur ke Cililin hingga ke Gunung Halu, kondisi jalan relative bagus dan sebagian sudah di cor beton.
Meskipun jarak dekat namun perjalanan dari Bandung ke Gunung Halu sekitar 3 jam perjalanan karena melalui beberapa pasar yang membuat jalan menjadi macet.
Setelah sampai di Gunung Halu, perjalanan dilanjutkan hinggal ketemu pertigaan, lurus ke CIwidey, kekanan ke Buni Jaya kecamatan Rongga.

Sebenarnya ada juga angkutan kota dari Ciroyom ke Buni Jaya, namun perjalanan akan memakan waktu lebih dari 3 jam.

Sampai ke BuniJaya ambil arah ke kanan menuju perkebunan the Montaya, kita akan menikmati perkebunan the dan pohon2 mahoni yang besar2 sepanjang jalan. Sekitar 4 Kilo meter perjalanan masih bisa dilalui kendaraan roda 4 asal garden cukup tinggi.

Setelah mencapai ujung perekebunan teh, kondisi jalan rusak, dan tidak beraspal, jika hujan berlumpur, biasanya dipertigaan sudah banyak tukang ojek yang mencegat pengendara mobil untuk meinggalkan mobil di daerah tsb diganti ojeg.

Kami abaikan saja permintaan tukang ojeg, dan dengan perjalanan off road akhirnya bisa mencapai desa terdekat, mobil bisa diparkir di dekat sekolah SD. Dari sini berganti dengan ojeg menuju curug Malela, tarif PP Rp. 25.000,-
Namun apabila kita menggunakan jeep 4x4, masih bisa melalui kondisi jalan yang parah, hingga mencapai jalur setapak yang sedang di pasang beton untuk jalur pengunjung.

Terlihat banyak pekerja yang sedang menyiapkan prasarana tempat wisata, mulai dari tempat istirahat, kamar mandi juga tempat jaga.
Dari tempat ini terlihat dikejauhan curug Malela yang gemuruhnya terdengar jelas meskipun jaraknya lebih dari 1 Km.

Perjalanan dilanjutkan melalui jalan setapak dan turunan tajam, namun pemandangan benar-benar indah.
Turun dengan tertatih-tatih melewati jalur setapak dan akhirnya ada ruang terbuka yang sudah disiapkan bangunan untuk istirahat bagi pengunjung. Kita bisa menikmati indahnya curug dari kejauhan warna putih diantara hijau lereng pegunungan.

Wis.... dengan napas ter-engah-engah (karena SETULEGI), saya mencoba untuk terus turun dan akhirnya sampai di tepi curug...., rasanya sangat sesuai dengan perjuangan menuruni bukit ke lembah curug Malela.

Benar-benar curug yang besar dan tinggi, dibandingkan dengan beberapa curug yang pernah saya kunjungi. Curug ini masih sangat natural, belum ada fasilitas untuk para pengunjung, tidak ada tempat bilas, ataupun kamar kecil.

Bebatuan yang besar-besar dan curah air yang turun dari curug membuat kita terasa kecil dibandingkan curug ini.
Silahkan untuk dinikmati.

Terima kasih Tuhan untuk kesempatan menikmati keindahan alamMu.

Bandung, 8 Januari 2010


nb : curug Malela mulai ramai dikunjungi wisatawan semenjak bpk Wagub Jabar Dede Yusuf mengunjungi tempat ini tahun lalu.

Sunday, January 09, 2011

Surabaya




Jejak yang tertinggal pada saat liburan akhir tahun 2010.
Napak tilas di Surabaya, menyusuri jalan2 dan menemukan kembali tempat dimana kami bertemu pertama kali.
Mengajak anak2 mengunjungi museum kapal selam

Thursday, January 06, 2011

Pantai Sraung, Pasir Putih




Selepas makan siang di Pantai Teleng Ria, perjalanan dilanjutkan menuju Pantai Sraung, TPI dan Pantai Pasir Putih.
Jalur menuju lokasi, cukup nyaman, aspal hotmix halus hanya agak sempit, namun penunjuk lokasi minim sekali.
Kami sempat bertanya beberapa kali.
Ketika sampai di gardu jaga, kami sangat penasaran dengan suara deburan ombak yang cukup keras.
Pantai Sraung cukup panjang dan ada 3 lokasi dengan kondisi yang berbeda, yang pertama dekat dengan pintu masuk, banyak terlihat peselancar yang menikmati ombak besar pantai ini, lokasi kedua... pasir putihnya memanjang namun terlihat warna air lautnya langsung biru pertanda cukup dalam, dan yang ketiga.... deburan ombaknya cukup besar, sama sekali tidak ada yang bermain air dilokasi ini.

Dari pantai Sraung menuju TPI dan Pasir Putih kami harus mengambil rute balik hingga pertigaan, dan berbelok kearah barat.
Kembali kami harus bertanya kepada beberapa orang karena minimnya petunjuk jalan.
Kita akan menjumpai TPI sebelum ke Pasir Putih, nampak sekali kebanyakan perahu "tertulis MINA CIAMIS". Tidak salah duga karena nelayan jawabarat lebih piawai dan sekaligus menjadi penggerak di pantai selatan pulau jawa.

Tidak jauh dari TPI kami mengunjungi Pantai Pasir Putih yang memanjang....,
meskipun mendung, kami coba untuk menikmati sejenak keindahan pantai ini.

Maksud hati akan melanjutkan perjalanan ke pantai Klayar..., mengambil jalan pinggir pantai, namun lama kelamaan jalan menjadi sempit, aspal mulai mengelupas, lama kelamaan sepi tidak ada perkampungan, jalan rusak parah...,
akhirnya balik kanan.. tidak jadi melanjutkan ke Pantai Klayar.

Silahkan untuk dinikmati


Aman dibawah sayap




Bagi anak ayam yang masih kecil, tempat paling nyaman dan aman adalah ketika berada dibawah sayap induknya.
Demikian pula kita sebagai manusia, akan nyaman, aman dan damai kalau berlindung dibawah Tangan KasihNya.