Sunday, January 29, 2012

Camp Hulu Cai




Semasa remaja, saya paling suka dengan kegiatan pramuka...., hingga sempat ikut jambore daerah.
Paling senang dengan kegiatan out door karena memang alam yang indah didaerah wonosobo semasa saya masih remaja.
Banyak sungai, masih ada hutan, bukit, sawah, gunung...

Lha ini kemping nginep ditenda ketika umur wis tuwek...
hitung2 nostalgia masa remaja.

Ulu Cai, letaknya di sekitar Ciawi, satu jurusan dengan Tapos, akses ke lokasi melalui jalan desa yang kecil.
Ketika masuk tempat parkir... terlihat lokasinya kecil... ternyata tempat parkirnya berada di pinggir tebing.....sementara tempat aktivitasnya .... luas banget,
Gemericik air sepanjang hari juga malam hari membuat perasaan hati menjadi lebih tenang...
Ada banyak bungalow, tempat meeting, kemping , danau buatan....
Menarik banget.

yang paling mengesankan, tidur ditenda malam hari hujan... untung nggak kebanjiran.
sudah kehujan dan main air dan kedinginan... syukur nggak masuk angin dan bengek
kurang tidur.... ternyata masih tetap semangat dan sehat hingga balik bandung

rasa senang dan gembira membuat semua aktivitas berjalan dengan lancar

buat rekan2 di sekitar jakarta... tempat ini menjadi salah satu alternatif untuk nyepi dari keramaian..

Selamat menikmati.... gambarnya..
saya ambil pakai hengpong karena eman2 kalau kamera kehujanan hehehehe

Saturday, January 28, 2012

Gudeg jantung pisang




Akhirnya hari ini bojoku berhasil buat gudeg jantung pisang.

Pagi hari kang Itok ngirim 6 buah jantung pisang kapok.
Pisang kapoknya bagus-bagus dan ternyata bener tidak terasa pahit setelah dimasak.

Untuk memasak jantung pisang, pertama masak air hingga mendidih, dan jantung pisang langsung di potong2 masukkan ke air mendidih untuk menghilangkan getahnya.
Angkat ketika irisan jantung pisang sudah berubah warna menjadi putih dan lembek, tiriskan dan dinginkan.
Jika sudah dilakukan tahap ini, sebenarnya irisan jantung pisang siap digunakan menjadi bahan masakan apapun yang kita ingini.

Selanjutnya masklah sesuai dengan cara memasak gudeg nangka muda seperti biasa saja. bagian saya... ngaduk2 hingga gudeg jantung pisang masak.

Rasanya... wis enak tenan...

Matur nuwun ... bojoku

Thursday, January 26, 2012

Nikmatnya Menu Ndeso


tempe lombok ijo

Dua kali perjalanan ke Jateng Lewat jalur selatan, kami 3 kali makan siang di tempat yang sama.
Warung Margasana yang letaknya di Jatilawang (setelah Wangon) menuju arah Yogya (sebelah kiri jalan raya) menjadi pilihan kami untuk makan siang.
Lama sekali kami tidak pernah mampir ditempat ini karena tidak pas dengan waktu makan siang.
Kali ini sengaja kami rencanakan untuk makan siang di Warung ini.
Warungnya cukup sederhana, tidak terlalu besar, tapi juga mampu menampung lebih dari 30 orang sekaligus
Apa alasan kami makan siang disini ?
1. Ayam gorengnya yang lezat....
2. masakan selalu disajikan tiga jenis sayuran
3. oseng2 tempe lombok ijo.... top banget, cukup nasi putih hangetpun sudah oke...
4. urap ndeso jenis sayuran juga selalu berganti, kadang daun pepaya, kali ini ada lembayung, sawi putih, toge dan sawi ijo.
5. sambelnya bisa bikin nambah makan siang

Sekali waktu kami pernah dapat oseng2 nangka muda, kadang juga oseng2 pepaya muda.

Mengenai harga... wis relatif murah....

Ternyata.... menu Ndeso tapi nendang banget... rasanya bikin ketagihan...

Tuesday, January 10, 2012

Gudeg Manggar




Gudeg makanan khas Yogyakarta sudah banyak dikenal orang, bahan dasarnya dari buah nangka yang masih muda.
Namun sebenarnya banyak macam gudeg yang sudah jarang tahu bahkan orang Yogya pun belum tentu merasakan jenis gudeg yang lainnya.
Beberapa bahan yang bisa dijadikan gudeg antara lain manggar (kembang pohon kelapa), rebung (tunas bambu) juga bisa jantung pisang.

Mas Fajar temanku baru pulang dari Yogya, saya pesan "mas ojo lali gudeg manggar"
Pertama kali saya merasakan gudeg manggar ya dari dia.
Ehhh ternyata... saya beruntung banget dapat gudeg manggar dan gudeg jantung pisang.

Untuk gudeg manggar, masih sangat jelas bentuk rumbai2 manggar yang memanjang rasanya ya benar2 gudeg... hanya sedikit beda ketika gigitan pertama terasa lebih krenyes2 dibandingkan gudeg nangka.

Lha kalau gudeg jantung pisangnya, semula saya bingung apakah ini kulit aya atau apa? tapi rasanya kok pernah merasakan bahan ini...
potongan gudegnya ya seperti potongan jantung pisang dalm bentuk kembaran kecil2..(kebetulan nggak saya ambil photonya)

Lha kalau ada yang tertarik.... jalan2lah ke Bantul Yogya... mungkin bisa menemukan disana.

Monday, January 09, 2012

TENGKLENG YU TENTREM




Setiap kami sekeluarga ke Solo, menu wajib yang tidak boleh terlewatkan adalah Tengkleng. Meskipun saya hanya melihat anak & istri menikmatinya?
Mereka sdh cocok dengan rasa tenkleng kambing buatan Yu Tentrem.

Tuesday, December 27, 2011

Kebun Raya Bogor




Rekreasi... jalan kaki muter-muter kebun raya bogor
beruntung sekali udara cukup cerah..

Jalan makan, jalan makan, jalan


Asinan bogor

Setelah lebih dari 2 tahun tidak pernah naik KA dari Bandung ke Jakarta, akhirnya Selasa subuh meluncur ke stasiun Bandung.
Kereta berangkat pk 05.00 dijamin berangkat tepat waktu...
KA Argo Parahyangan sampai di Gambir pk.09.00 (sudah pasti telat)
Langsung ganti KRL Commuter Jakarta Bandung.

Tujuan pertama : Gang Aut Jl. Suryakencana Bogor.

Ngohiang & Nasi campur (non halal) siomay : komen wis enak buanget
Jalan kaki ke Kebun Raya ngilangin karbohidrat....

Balik Ke jakarta dgn commuter lagi menuju : Kopi Phoenam
Kopi susu phonam, roti bakar kaya, pisang bakar coklat keju...
Jalan kaki ke kebon kacang.... ngurangi karbo hidrat.....

Nasi uduk, ayam goreng, tempe goreng, iso dan babat goreng...
langsung kenyang..

balik ke Gambir.... wis klengerr.....

Balik ke bandung pk. 20.25 ..... langsung mimpi indah dalam perjalanan



Monday, December 26, 2011

Sumber Hidangan

Rating:
Category:Restaurants
Cuisine: Asian
Location:Jl. Braga Bandung
Roti Tawar Jadul
Jika ingin menikmati berbagai jenis kue kering maupun roti tawar yang masih mempertahankan gaya pengolahan dan juga suasana jadul..., silahkan singgah di Sumber Hidangan Jl. Braga Bandung.

Jika kita datang pagi-pagi..... akan terlihat roti yang masih hangat ngebul berjajar rapi...., suasana tradisional masih terasa disini, hingga ngitung harga juga masih manual.

Cobalah singgah di Sumber Hidangan, menikmati suasana tempo dulu, menikmati roti dan melihat pajangan gambar diseberang toko..




Sunday, December 04, 2011

Rel Kereta & Jalan Tol




Persimpangan jalur KA dan jalan tol banyak terjadi sepanjang jalan tol Purbaleunyi.
Ditempat ini jembatan KA berada dibawah jembatan tol

Saturday, December 03, 2011

Keramik Plered




Setelah melihat proses pembuatan genteng, kami balik menuju ke pabrik keramik yang cukup besar.
Kebetulan pas saat istirahat, dan kami diijinkan untuk melihat proses pembuatan keramik mulai dari tanah liat, membentuk gentong, proses pengeringan hingga pembakaran.

Silahkan untuk menikmati....

Desa Pengrajin Genteng




Setelah menikmati keindahan alam di KM 97, kami melanjutkan perjalanan sampai KM 84 keluar pintu gerbang Ciganea.
Acara pertama, langsung menuju ke arah bandung dan singgah di RM Ciganea/ Cijantung dengan menu sarapan pagi sambal lalap tahu tempe ....rasa tetap oke.

Acara selanjutnya setelah selesai sarapan kami menuju ke Plered yang terkenal dengan indutsri keramik dan genteng.
Langsung kami menuju ke desa penghasil genteng.....
Terlihat berjajar tobong / tempat pembuatan genteng dan hamparan genteng yang sedang dijemur sebelum proses pembakaran.

Lahan sawah terlihat lebih rendah dari badan jalan karena tanah nya diambil untuk bahan baku genteng..., semakin lama semakin dalam.

Cara pembuatan genteng press... agak berbeda dengan proses beberapa tahun yang lalu karena di masa lalu tanah liat diadoni dengan cara dinjak2,
Sekarang sudah menggunakan mesin alat untuk membuat adonan.
Terlihat hasil adonan lebih baik dan siap untuk dijadikan genteng secara langsung.

Ternyata setelah saya berbincang dengan pemilik pabrik genteng, cara ini belum lama dilakukan karena sebenarnya dikarenakan kualitas tanah liat sudah menurun, banyak pasir sehingga diperlukan alat bantu.

silahkan untuk menikmati gambar ini.

Bukit Patenggeng KM 97




Mengambil jalan pintas setelah menyebrang jalan tol, kami melalui jalan setapak untuk menyingkat perjalanan karena jalan besar menuju bukit Patenggeng cukup mendaki, kondisi jalan berbatu-batu.

Menuruni bukit melalui jalan setapak yang cukup licin, kemudian meniti pematang sawah kami menuju lembah bukit.
Sempat saya tergelincir dan masuk selokan irigasi...yang berlumpur, tapi tidak mematahkan semangat kami untuk menikmati keindahan alamnya.

Ternyata benar, kami akhirnya menemukan jalan beton yang merupakan jalur utama dari jembatan peneberangan.

Meskipun terlambat menikmari sunrise, kami dapat menikmati keindahan alam sekitar bukit Patenggeng.
Kami menuju pinggiran jalan tol KM 97 dan .....memperoleh pemandangan alam yang sangat indah.

Sawah terasering, bukit batu, dan suasana alam yang indah....., terlihat di kejauhan Waduk Jatiluhur dan jalan tol KM 97 ketika kami pulang menuju Rest Area.

Selamat menikmati sebagian gambar yang dapat saya peroleh.

Keindahan KM 97 Cipularang




Ketika melakukan perjalanan dari Bandung ke Jakarta dan berangkat di pagi hari, setiap melintas di sekitar KM 97 di sekitar Rest Area, terlihat keindahan lembah yang hijau, bukit batu yang kokoh menjulang tinggi.
Juga semburat mentari pagi yang terasa hangat, seolah menceritakan keindahan alam sekitar area ini.

Demikian pula ketia pulang dari Jakarta, disebelah kiri terlihat hijau sawah terasering yang luas yang berada di kaki bukit Batu.

Sabtu pagi kami berangkat dari Bandung sekitar 04.30 dengan harapan bisa mendapat gambar yang baik sunrise dekat dengan bukit batu.
Sekitar 05.00 kami sudah mendekati rest area dan suasana masih sepi.
Kami bertanya kepada sekuriti adakah jalan menuju bukit batu tersebut? ternyata ada jalan aksesnya, harus melalui jembatan penyebrang jalan tol.

Ketika melintas jembatan penyeberangan, terlihat keindahan pemandangan sekitar rest area Km 97.

Silahkan menikmati...

Thursday, December 01, 2011

Selalu ada pelangi

Warna-warni pelangi yang muncul setelah hujan berhenti, membuat setiap orang yang menikmatinya, sejenak terpana akan keindahan pelangi dan melupakan hujan deras yang mengguyur bumi. Mungkin hanya dalam hitungan menit muncul bersama sinar mentari dari balik awan yang gelap.

 

Kemuraman , kesedihan, kerja keras yang terkadang sering menyakitkan, mungkin telah berlangsung lama dan terasa perjuangan begitu panjang serta melelahkan. Namun semuanya itu pasti akan ada batasnya. Jikalau waktu-waktu yang kita jalani ibarat hujan deras, maka akan ada saatnya hujan akan berhentu dan muncul pelangi yang indah.

 

Selama hampir 6 bulan terakhir di tahun 2010, banyak hal yang harus kami lalui, berbagai hal yang banyak menyita waktu, tenaga, semangat juga pengorbanan anak istri yang harus memahami kondisi saya. Bahkan sempat beberapa kali harus terkapar karena kelelahan, emosi yang tinggi, istirahat yang kurang dan tugas yang terlalu berat yang harus saya jalani.

 

Hingga di satu malam, dalam keletihan yang sangat menyesakkan, kusampaikan keinginanku kepada istriku “ Aku mau lempar handuk saja, karena terasa beban yang sangat berat dan tidak kuat untuk aku pikul sendiri”

Dengan tenangnya istriku berkata “ Jangan menyerah, semangatlah karena tidak mungkin Tuhan membiarkan kita menanggung beban kalau kita tidak kuat. Tetap bertahan hingga tugas selesai dan tetap berharap bahwa rencana Tuhan yang terindah buat kita”

 

Malam itu terasa sangat tenang dan damai, menyelimuti perasaan saya, betapa bodohnya saya memandang berbagai permasalahan  hanya dari sisi manusiawi saja. Mengapa tidak segera bersimpuh dan meletakkan semua beban beratku di hadapanNya?

Apalah kekuatan manusia?  Sangat terbatas,  kekhawatiran tidak akan mampu merubah kondisi yang ada, tetapi sebaliknya dengan pasrah dan mengetahui kelemahan kita, maka Tuhan sendiri yang akan memberikan kekuatan bagi kita.

 

Ketika badai kehidupan menghadang kita, tetaplah berjalan dengan mengandalkan kekuatan kepada Tuhan, karena kita akan dituntunnya  hingga badai itu berlalu hingga muncul pelangi kehidupan kita.

 

Tetap bertahan didalam badai kehidupan dengan berpegang dan mengandalkan pada Yang Maha Kasih, karena di akhir badai akan selalu ada pelangi kehidupan.

Wednesday, November 30, 2011

Berani berkata tentang “Kebenaran” (2)

Terinspirasi oleh keberanian seorang anak SD yang menyatakan kebenaran bahwa “banyak teman sekelasnya mencontek ketika ujian berlangsung”, sempat iseng saya lontarkan kepada teman-teman bagaimana dengan kondisi di kita, apakah berbicara tentang kebenaran juga menjadi hal yang aneh?

Ada yang menjawab: “rasanya sih enggak”

Ada juga yang ngomong: ”nggak begitu amat sih”

Ada yang komentar: ”banyak yang nggak berani untuk berkata benar”

Ada yang bilang : ” kebenaran menjadi barang langka dinegeri ini lho”

Apasih kebenaran itu ?

Menurut kamus bahasa indonesia

(Referensi http://kamusbahasaindonesia.org/)

kebenaran adalah :
(1) keadaan (hal dsb) yg cocok dng keadaan (hal) yg sesungguhnya:

(2) sesuatu yg sungguh-sungguh (benar-benar) ada :

(3) kelurusan hati; kejujuran:

Dengan mengacu kata ”kebenaran” ini, sudah sewajarnya ketika seorang anak SD berkata tentang kebenaran, maka siapapun orangnya seharusnya tidak perlu marah, tidak perlu mesara disalahkan, karena dia menyampaian yang benar.

Dalam kenyataan kehidupan sehari-hari, ternyata sangat berbeda dengan apa yang diharapkan, karena lebih banyak orang yang berkata dan bertindak baik, dibandingkan dengan berkata dan bertindak benar.

Sikap menyenangkan atasan, atapun sikap hanya menyenangkan orang lain lebih dominan terjadi. Laporan dibuat dengan baik dengan maksud Asal Bapak Senang (ABS) dengan mengesampingkan fakta-fakta dilapangan. Menyampaikan hal yang baik meskipun hal itu tidak benar, karena kalau menyampaikan hal yang benar akan menyakitkan bagi orang yang terkait.

Dilingkungan pekerjaan, seringkali harus menghadapi dilema, ketika harus menyampaikan sesuatu, apakah hasil pekerjaan atau laporan kepada atasan. Jika kita mengatakan yang sebenarnya dan informasi ini tidak baik menurut pandangan atasan, mungkin atasan akan marah atau tidak menerima hasil kerja kita.

Jika kita hanya ingin menyenangkan atasan berarti secara tidak langsung kita sudah turut andil dalam hal yang tidak benar dan jika hal ini berlangsung dalam jangka yang cukup lama, kita berkontribusi untuk kehancuran tempat kita bekerja. Dimanapun anda bekerja, ketika semua orang berlaku ABS maka dampaknya secara kumulatif akan menggerogoti negara ini.

Jika kita berani menyatakan kebenaran dengan berdasarkan ketulusan hati, maka kita akan berani menerima resiko yang harus diterima, namun pada akhirnya hal ini akan memberikan kebaikan bagi semua bila telah menyadari bahwa terkadang kebenaran itu menyakitkan, terasa pahit seperti obat atau jamu yang menyehatkan.

Kalau kita tidak berani menyaatkan kebenaran? Siapa lagi?

Kalau tidak mulai sekarang menyatakan kebenaran? Kapan lagi?


Salam

Berani berkata tentang “Kebenaran” (1)

Masih ingatkah kita mengenai kisah seorang anak SD yang secara jujur menginformasikan bahwa banyak teman sekelasnya yang mencontek ketika ujian berlangsung?

Bagaimana sikap dari orang tua murid yang mencontek juga para tetangga di lingkungan sekitarnya terhadap keluarga anak tersebut?

Si anak dan ibunya harus mengungsi demi keselamatan dan keamanan karena lingkungan yang tidak suka dengan “kebenaran” yang disampaikan anak kecil itu.

Disisi lain, para orang tua yang sebenarnya sadar bahwa menyontek itu tidak benar, berpandangan bahwa kalau tidak diberi contekan akan berakibat tidak baik bagi anaknya dengan kemungkinan tidak lulus. Dengan upaya mencontek ini akan berakibat baik bagi banyak anak yang berkemampuan pas-pasan.

Secara nurani, benarkah tindakah mencontek? Benarkah orang tua merestui anaknya untuk mencontek? Saya yakin bahwa dinurani mereka juga akan setuju kalau mencontek itu tidak benar, tapi baik bagi anaknya agar lulus.

Bagi pembaca yang tidak mengalami permasalahan seperti orang tua anak2 yang nyontek tentu akan secara langsung bilang bahwa tindakan mencontek tidak bisa ditolelir?

Tapi coba tanyakan pada diri sendiri apakah anda juga pernah nyontek waktu sekolah atau kuliah? Adakah perasaan bersalah ketika itu? Atau justru membanggakan diri kalau bisa lulus karena hasil copy paste atas hasil karya orang lain?

Saya harus berkata jujur, kalaupun seandainya posisi saya sama persis dengan anak itu saat menghadapi ujian nasional SD, belum tentu saya bisa berbicara “benar” tentang kondisi yang ada dalam ruangan kelas.

Ada pelajaran yang bisa kita petik dari permasalahan ini :

  • Betapa beruntungnya kita mempunyai anak kecil ini yang berhati mulia seperti berlian sehingga bisa mengatakan tentang kebenaran.
  • Sanggupkan kita menyatakan kebenaran saat ini ditengah banyaknya orang ”ABS” dan berani mengambil resiko untuk berbeda dengan orang lain?

Semoga kita bisa ambil bagian untuk menyatakan ”kebenaran”

Sabtu 3 Des 2011 Hunting...Sunrise dari rest area 97........, terus ke Ciganea, ke sentra Keramik Plered mudah2an cuaca di pagi hari cerah....

Tuesday, November 22, 2011

Selalu Ada Pelangi

Warna-warni pelangi yang muncul setelah hujan berhenti, membuat setiap orang yang menikmatinya, sejenak terpana akan keindahan pelangi dan melupakan hujan deras yang mengguyur bumi. Mungkin hanya dalam hitungan menit muncul bersama sinar mentari dari balik awan yang gelap.

Kemuraman , kesedihan, kerja keras yang terkadang sering menyakitkan, mungkin telah berlangsung lama dan terasa perjuangan begitu panjang serta melelahkan. Namun semuanya itu pasti akan ada batasnya. Jikalau waktu-waktu yang kita jalani ibarat hujan deras, maka akan ada saatnya hujan akan berhentu dan muncul pelangi yang indah.

Selama hampir 6 bulan terakhir di tahun 2010, banyak hal yang harus kami lalui, berbagai hal yang banyak menyita waktu, tenaga, semangat juga pengorbanan anak istri yang harus memahami kondisi saya. Bahkan sempat beberapa kali harus terkapar karena kelelahan, emosi yang tinggi, istirahat yang kurang dan tugas yang terlalu berat yang harus saya jalani.

Hingga di satu malam, dalam keletihan yang sangat menyesakkan, kusampaikan keinginanku kepada istriku “ Aku mau lempar handuk saja, karena terasa beban yang sangat berat dan tidak kuat untuk aku pikul sendiri”

Dengan tenangnya istriku berkata “ Jangan menyerah, semangatlah karena tidak mungkin Tuhan membiarkan kita menanggung beban kalau kita tidak kuat. Tetap bertahan hingga tugas selesai dan tetap berharap bahwa rencana Tuhan yang terindah buat kita”

Malam itu terasa sangat tenang dan damai, menyelimuti perasaan saya, betapa bodohnya saya memandang berbagai permasalahan hanya dari sisi manusiawi saja. Mengapa tidak segera bersimpuh dan meletakkan semua beban beratku di hadapanNya?

Apalah kekuatan manusia? Sangat terbatas, kekhawatiran tidak akan mampu merubah kondisi yang ada, tetapi sebaliknya dengan pasrah dan mengetahui kelemahan kita, maka Tuhan sendiri yang akan memberikan kekuatan bagi kita.

Ketika badai kehidupan menghadang kita, tetaplah berjalan dengan mengandalkan kekuatan kepada Tuhan, karena kita akan dituntunnya hingga badai itu berlalu hingga muncul pelangi kehidupan kita.

Tetap bertahan didalam badai kehidupan dengan berpegang dan mengandalkan pada Yang Maha Kasih, karena di akhir badai akan selalu ada pelangi kehidupan.

Adakah Kasih Tanpa Syarat?

Dalam kehidupan bermasyarakat saat ini, pada umumnya hubungan yang terjadi antara satu orang dengan orang lain seperti layaknya sebuah transaksi kehidupan. Semua hubungan terjadi karena ada motif transaksi, bahkan seringkali memanfaatkan hubungan untuk memperoleh keuntungan diri sendiri.

Secara kasat mata, akan terllihat seolah seseorang membantu orang yang lain, namun tidak sepenuhnya orang tersebut membantu tanpa pamrih.

Terlebih lagi, ketika seseorang mulai menjalin hubungan kasih dengan pasangannya, berbagai hal dilakukan untuk memperoleh imbalan kasih dari pasangaannya agar tidak bertepuk sebelah tangan.

Apakah mungkin seorang pria akan mengasihi seorang wanita tanpa syarat sama sekali ? jawabannya “tidak mungkin”, bahkan dalam kehidupan saat ini, banyak sekali pernikahan yang harus pecah ditengah jalan meskpun baru seumur jagung. Ini terjadi karena landasan kasih adalah transaksional, ada hitungan untung rugi, ada rasa dendam, ada rasa benci, ada rasa marah ketika pasangannya bertindak tidak sesuai dengan keinginan berdua yang telah disepakati.

Atau mungkin juga, seseorang memberi bantuan kepada yang lain, baik atasan, rekan sekerja atau mitra bisnis atau juga hubungan pertemanan, sepanjang motif transaksi menjadi landasaran maka semuanya akan berakhir dengan tidak baik. Transaksi terjadi ketika kedua belah pihak menerima syarat2 meskipun hal tersebut tidak pernah diungkapkan.

Transaksi akan berakhir ketika syarat itu tidak terpenuhi olah salah satu pihak.

Sering terucap hubungan/ kasih transaksional dengan ciri khusus yaitu terselip sebuah kata “tetapi/ tapi”

“Aku mengasihi sepenuh hatiku, tapi apakah engkau juga mengasihiku?”

“ Saya akan bantu sekuat tenaga, tapi apakah engkau mau ……..”

“ Saya akan menyelesaikan masalahmu, tapi kami harus………”

Jadi jikalau kita berniat untuk mengasihi/ membantu sesama, lakukanlah itu tanpa mengucapkan ”tetapi/tapi”

Lalu, mungkinkah seseorang mengasihi sesamanya tanpa syarat?

Hareee geneee? Masih ada orang bisa mengasihi sesama tanpa syarat?? Mimpi kali ye !!!

Ya, benar, ucapan seperti itu akan meluncur dengan cepat, karena pada dasarnya kita manusia sudah banyak mementingkan diri sendiri terlebih lagi ketika untuk memperoleh sesuatu harus bekerja keras sekuat tenaga. Namun perlu diingat bahwa keberhasilan yang kita raih, bukanlah kemampuan kita semata, tetapi Tuhan Yang Maha Kasih memberi kemampuan kepada kita.

Lha, kalau kita merasa bahwa keberhasilan kita juga suatu anugerah, apa kita juga tetap sulit untuk berbagi kasih tanpa syarat???

Kita masih ingat Bunda Theresa, sebagai contoh Bunda Theresa tanpa banyak bicara, tanpa banyak seminar, tanpa banyak worskhop, namun Ibunda Theresa selalu bekerja, bekerja dan bekerja membagikan kasih kepada sesama, meskipun orang tersebut miskin, meskipun orang terebut terbuang, meskipun orang tersebut tidak dikenal, meskipun orang tersebut menolak dia, meskipun orang tersebut mendekati ajal.

Kasih yang tulus, kasih tanpa syarat sudah dicontohkan oleh Bunda Theresa.

Itulah wujud kasih tanpa syarat, membantu/ menolong orang lain tanpa kata tapi.

Sebentar lagi bagi umat Katholik/ Kristen akan merayakan Jumat Agung 2 April 2010 dan Hari Paskah 4 April 2010, yang merupakan wujud Kasih Allah kepada umatNya.

Begitu besar kasih Allah kepada manusia, mekipun kita banyak kesalahan, meskipun kita sering tidak taat, meskipun kita lupa mengucap syukur atas berkatNya, meskipun kita banyak dosa.

Melalui pengorbanan dan kematian Yesus di kayu salib sebagai karya keselamatan dan kasih Allah dinyatakan kepada setiap umatNya.

Selamat merayakan Hari Jumat Agung dan Hari Paskah bagi semua umat Katholik/ Kristen yang merayakan, semoga Kasih Tuhan selalu menyertai kita semua.

Bandung, 30 Maret 2010


Purwadi Siswana

Thank’s to Mr. IWN