Di beberapa kota besar setiap hari Senin pagi, sudah menjadi hal yang rutin yaitu kemacetan lalu lintas dari arah perumahan menuju ke kota.
Semua berebut untuk dapat lebih dahulu mencapai tempat tujuan, namun karena ketidaktaatan berlalu lintas, akhirnya saling serobot jalur laju kendaraan dan ujung-ujungnya terjadi kemacetan.
Demikian pula di hari Jumat sore, kemacetan parah terjadi pada arah sebaliknya dari kota menuju perumahan karena semua orang berebut untuk segera sampai di rumah.
Namun ada tempat yang lebih parah lagi karena kemacetan bukan hanya terjadi di hari Senin dan Jumat, karena hari Sabtu dan Minggu juga terjadi kemacetan yang lebih parah di dalam kota. Bandung sekarang selalu dikelilingi dengan kemacetan karena di setiap weekend apalagi long weekend, serbuan kendaraan dari Jakarta mulai dari Pintu Tol Pasteur, Pasirkoja, Kopo, M Toha, Buah Batu maupun dari arah timur semua mengalir ke pusat FO dan jajanan di Dago, Riau, Cihampelas, Setiabudi dan jelas seputaran Gasebo macet total setiap hari minggu hingga sore hari.
Bagi banyak orang, kemacetan yang luar biasa akan meningkatkan emosi dan kemarahan karena berbagai alasan seperti kehilangan banyak waktu, capek, gerah dan mungkin juga gangguan dari orang yang minta-minta atau para pedagang asongan.
Namun bila kita harus menghadapi kemacetan setiap hari, apakah kita juga akan merasa tidak nyaman dengan keadaan ini? Bila tidak suka kemacetan, maka janganlah melawati jalur macet, atau lebih baik berangkat lebih awal supaya tidak terjebak kemacetan.
Jika memang jalur dan jadwal perjalanan selalu menghadapi kemacetan, maka nikmati saja kemacetan tersebut karena dalam kemacetan kita masih punya waktu yang dapat dimanfaatkan. Bila anda menggunakan kendaraan pribadi, pastikan dikendaraan anda selalu siap dengan buku bacaan, kaset/ cd yang dapat dimanfaatkan ketika mengalami kemacetan.
Musik yang ringan, bias mengiringi anda dalam kemacetan agar tidak mudah terpancing emosi karena kesemrawutan lalu lintas. Bisa juga dengan mendengarkan kaset yang berisi ilmu pengetahuan, atau juga dapat mendengarkan radio yang memiliki program tetap dan isi siarannya bersifat membangun. Biarkan saja kemacetan terjadi, karena pasti akhirnya akan lancar juga. Waktu untuk menunggu lalu lintas kembali lancer akan terasa sebentar dan ada manfaat yang diperoleh dari kemacetan tersebut.
Apabila sudah terjadi macet total, nikmatilah kemacetan itu, ibarat kita sedang parkir dan menunggu giliran untuk berangkat. Biasanya bila macet total, kendaraan tidak akan bergerak dalam waktu yang cukup lama. TIdak perlu disesali tetapi ambil buku yang anda bawa dan bacalah karena dengan membaca buku maka banyak manfaat yang dapat diperoleh seperti :
Waktu menunggu menjadi lebih pendek
Menjadi lebih sabar dengan menerima keadaan yang terjadi
Bisa menambah wawasan karena sempat membaca buku pengetahuan
Bisa mengerti dan memahami perjuangan seorang pedagang asongan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Bisa juga untuk berbagi kasih dengan orang lain
Bisa juga untuk mendekatkan diri pada Tuhan dalam kemacetan itu.
Jadi, jika terjadi kemacetan tidak perlu panil, tidak perlu emosi, tetapi manfaatkan dan nikmati kemacetan dengan bertindak positif.
Biarkan jalanan macet, tapi kemauan untuk selalu maju, jalan terus.
Smoga
Sunday, October 10, 2010
KEGAGALAN
Dalam berbagai kesempatan ataupun pertemuan, kata yang sering diucapkan dan orang akan merasa senang mendengarkan adalah kata keberhasilan.
Ketika keberhasilan diperoleh, maka ucapan selamat akan mengalir tidak putusnya kepada seseorang yang memperoleh keberhasilan.
Namun sebaliknya cerita tentang kegagalan jarang sekali diceritakan oleh orang yang mengalami kegagalan.
Keengganan seseorang untuk menyatakan kegagalan, karena masyarakat secara umum berpandangan bahwa kegagalan adalah sesuatu yang memalukan, kegagalan menunjukkan ketidakmampuan, kegagalan juga seolah menunjukkan kekalahan.
Setiap orang pasti sudah pernah merasakan kegagalan, baik dalam sekala ringan maupun yang berat. Masing-masing orang akan berbeda dalam menyikapi kegagalannya, dan berbagai cara pula untuk melupakan kegagalannya.
Ada orang yang dengan mudah melupakan kegagalan, namun ada juga yang tidak bisa melupakan kegagalan, sehingga larut meratapi kegagalan, dan tidak bisa lepas dari belenggu ketakutan untuk mencoba lagi. Hal ini jelas akan merugikan diri sendiri, bahkan mungkin berdampak negatif bagi orang disekililingnya.
Tetaplah berpikiran positif terhadap setiap kegagalan yang kita alami karena kita akan selalu memperoleh hal yang baru ketika kita memahami arti dari kegagalan, sebab :
Kegagalan adalah suatu proses menuju tingkat yang lebih baik lagi, namun belum dapat diwujudkan pada saat yang diingini.
Kegagalan adalah suatu proses belajar, untuk memahami faktor-faktor apa saja yang berkontribusi.
Kegagalan adalah pengalaman untuk dapat memahami secara rinci setiap proses menuju akhir yang diharapkan.
Kegagalan bisa juga hanya masalah moment, yang tinggal menunggu waktu terjadinya.
Kegagalan juga bisa menumbuhkan ketekunan, dan timbul harapan untuk tetap berjuang menuju keberhasilan.
Belajar dari kegagalan akhirnya akan dapat mencapai moment keberhasilan.
Jadi segala sesuatu yang terjadi atas diri kita, hendaknya selalu berpikir positif dalam berbagai hal, baik ketika kita berhasil maupun mengalami kegagalan karena semuanya membawa kebaikan bagi kita, ketika kita memahami segala sesuatu yang terjadi di dunia ini pasti ada hikmah dibalik setiap kejadian.
Semoga kita senantiasa mampu belajar dari kegagalan untuk meraih keberhasilan.
Ketika keberhasilan diperoleh, maka ucapan selamat akan mengalir tidak putusnya kepada seseorang yang memperoleh keberhasilan.
Namun sebaliknya cerita tentang kegagalan jarang sekali diceritakan oleh orang yang mengalami kegagalan.
Keengganan seseorang untuk menyatakan kegagalan, karena masyarakat secara umum berpandangan bahwa kegagalan adalah sesuatu yang memalukan, kegagalan menunjukkan ketidakmampuan, kegagalan juga seolah menunjukkan kekalahan.
Setiap orang pasti sudah pernah merasakan kegagalan, baik dalam sekala ringan maupun yang berat. Masing-masing orang akan berbeda dalam menyikapi kegagalannya, dan berbagai cara pula untuk melupakan kegagalannya.
Ada orang yang dengan mudah melupakan kegagalan, namun ada juga yang tidak bisa melupakan kegagalan, sehingga larut meratapi kegagalan, dan tidak bisa lepas dari belenggu ketakutan untuk mencoba lagi. Hal ini jelas akan merugikan diri sendiri, bahkan mungkin berdampak negatif bagi orang disekililingnya.
Tetaplah berpikiran positif terhadap setiap kegagalan yang kita alami karena kita akan selalu memperoleh hal yang baru ketika kita memahami arti dari kegagalan, sebab :
Kegagalan adalah suatu proses menuju tingkat yang lebih baik lagi, namun belum dapat diwujudkan pada saat yang diingini.
Kegagalan adalah suatu proses belajar, untuk memahami faktor-faktor apa saja yang berkontribusi.
Kegagalan adalah pengalaman untuk dapat memahami secara rinci setiap proses menuju akhir yang diharapkan.
Kegagalan bisa juga hanya masalah moment, yang tinggal menunggu waktu terjadinya.
Kegagalan juga bisa menumbuhkan ketekunan, dan timbul harapan untuk tetap berjuang menuju keberhasilan.
Belajar dari kegagalan akhirnya akan dapat mencapai moment keberhasilan.
Jadi segala sesuatu yang terjadi atas diri kita, hendaknya selalu berpikir positif dalam berbagai hal, baik ketika kita berhasil maupun mengalami kegagalan karena semuanya membawa kebaikan bagi kita, ketika kita memahami segala sesuatu yang terjadi di dunia ini pasti ada hikmah dibalik setiap kejadian.
Semoga kita senantiasa mampu belajar dari kegagalan untuk meraih keberhasilan.
NILAI
Pada setiap akhir tahun ajaran sekolah, kata yang sering diucapkan oleh orang tua, guru sekolah juga anak-anak adalah “Nilai”. Kata ini juga dapat mengakibatkan petaka sekaligus anugrah bagi pemilik Nilai tersebut. Jika nilai yang diperolehnya kurang dari standar yang diwajibkan, maka akan menjadi petaka, dan dicap sebagai kegagalan, sebaliknya apabila nilai melebihi standar, maka akan menjadi anugrah bagi pemiliknya karena dianggap suatu keberhasilan.
Seolah-olah kata Nilai menjadi sesuatu yang paling penting dalam hidup seseorang karena berbagai hal akan selalu terkait dengan Nilai, mulai dari menginjakkan kaki di TK, SD, SMP, SMA, Universitas, baik untuk jenjang pendidikan S1, S2 bahkan S3 sekalipun akan sangat tergantung dari Nilai. Ketika mulai bekerjapun, nilai akan mengikuti, bahkan dalam masalah promosi kerja kata nilai ini berperan penting.
Ketika segala sesuatu diukur dari nilai, maka orang akan berupaya untuk mendapatkan nilai tersebut dengan berbagai cara, mulai dari usaha keras dan jujur untuk mempersiapkan dan memperoleh nilai, sampai dengan cara melakukan kecurangan secara sistematis yang dilakukan secara bersama-sama demi sebuah nilai yang harus dicapai untuk memenuhi standarnya, dan dengan bangganya menyatakan bahwa itu suatu keberhasilan.
Jika kondisi ini terjadi secara merata di semua lini tingkat pendidikan, maka tinggal menunggu waktu akan hancurnya bangsa ini.
Lembaga pendidikan diadakan untuk menciptakan manusia yang memiliki “nilai kehidupan yang hakiki” yaitu diperolehnya pengetahuan untuk mengentaskan dari kebodohan. Nilai itu bukan hanya sekedar ditunjukkan dari angka-angka yang diperoleh sehingga memenuhi syarat untuk naik ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi, namun lebih dari itu, Nilai kehidupan yang akan mengangkat harkat hidup bangsa ini dan menghindari dari kehancuran berbangsa.
Semenjak lama, bangsa ini sudah memiliki nilai kehidupan yang hakiki, mulai dari kejujuran, kebersamaan, tepo sliro saling menghormati, gotong royong juga sebagai bangsa yang pemaaf. Namun nilai hakiki ini sudah mulai luntur, karena keberhasilan pendidikan lebih ditekankan pada nilai ujian, nilai ulangan dan yang lebih memprihatinkan lagi adalah cara untuk memperoleh nilai tersebut dengan cara instant.
Banyak lembaga bimbingan belajar dan sekolah yang lebih menekankan pada cara untuk menjawab soal dengan cepat dan benar sehingga diperoleh Nilai yang tinggi. Sementara makna dari pengetahuan itu hanya sekedar pelangkap dibandingkan nilai yang dijadikan ukurannya. Keterbukaan, rasa kasih sayang, persaudaraan, sopan santun serta kejujuran menjadi hal sesuatu yang aneh dalam lingkungan pendidikan, dan terbukti dari banyaknya terjadi tindak kekerasan, kecurangan dan tidak terciptanya lingkungan sekolah yang harmonis.
Secara kumulatif setelah bertahun-tahun hal ini biasa terjadi maka ketika nilai yang hanya menjadi ukuran keberhasilan tanpa didasari nilai kehidupan yang hakiki, maka yang terjadi adalah kondisi kehidupan bangsa ini dalam ambang kehancuran karena tumbuh dan dibangun dengan batu-batu diatas kecurigaan, rasa amarah yang terpendam, ada kebencian yang akan meledak, kecurangan, penindasan, korupsi juga meningkatnya pola hidup yang serba instant untuk mencapai tujuan,
Jika pembaca merasa sebagai bagian dari bangsa ini, apakah rela bila bila bangsa ini hancur karena lunturnya nilai kehidupan yang hakiki.
Kehancuran yang akan terjadi bisa dicegah apabila dari diri kita masing-masing mulai menanamkam benih nilai kehidupan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, juga memulai dari tiap keluarga , maka bangsa ini akan menjadi bangsa yang besar karena dibangun diatas pondasi nilai-nilai kehidupan yang hakiki.
Marilah kita berlomba menanam nilai kehidupan yang hakiki untuk msa depan bangsa ini. Smoga.
Seolah-olah kata Nilai menjadi sesuatu yang paling penting dalam hidup seseorang karena berbagai hal akan selalu terkait dengan Nilai, mulai dari menginjakkan kaki di TK, SD, SMP, SMA, Universitas, baik untuk jenjang pendidikan S1, S2 bahkan S3 sekalipun akan sangat tergantung dari Nilai. Ketika mulai bekerjapun, nilai akan mengikuti, bahkan dalam masalah promosi kerja kata nilai ini berperan penting.
Ketika segala sesuatu diukur dari nilai, maka orang akan berupaya untuk mendapatkan nilai tersebut dengan berbagai cara, mulai dari usaha keras dan jujur untuk mempersiapkan dan memperoleh nilai, sampai dengan cara melakukan kecurangan secara sistematis yang dilakukan secara bersama-sama demi sebuah nilai yang harus dicapai untuk memenuhi standarnya, dan dengan bangganya menyatakan bahwa itu suatu keberhasilan.
Jika kondisi ini terjadi secara merata di semua lini tingkat pendidikan, maka tinggal menunggu waktu akan hancurnya bangsa ini.
Lembaga pendidikan diadakan untuk menciptakan manusia yang memiliki “nilai kehidupan yang hakiki” yaitu diperolehnya pengetahuan untuk mengentaskan dari kebodohan. Nilai itu bukan hanya sekedar ditunjukkan dari angka-angka yang diperoleh sehingga memenuhi syarat untuk naik ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi, namun lebih dari itu, Nilai kehidupan yang akan mengangkat harkat hidup bangsa ini dan menghindari dari kehancuran berbangsa.
Semenjak lama, bangsa ini sudah memiliki nilai kehidupan yang hakiki, mulai dari kejujuran, kebersamaan, tepo sliro saling menghormati, gotong royong juga sebagai bangsa yang pemaaf. Namun nilai hakiki ini sudah mulai luntur, karena keberhasilan pendidikan lebih ditekankan pada nilai ujian, nilai ulangan dan yang lebih memprihatinkan lagi adalah cara untuk memperoleh nilai tersebut dengan cara instant.
Banyak lembaga bimbingan belajar dan sekolah yang lebih menekankan pada cara untuk menjawab soal dengan cepat dan benar sehingga diperoleh Nilai yang tinggi. Sementara makna dari pengetahuan itu hanya sekedar pelangkap dibandingkan nilai yang dijadikan ukurannya. Keterbukaan, rasa kasih sayang, persaudaraan, sopan santun serta kejujuran menjadi hal sesuatu yang aneh dalam lingkungan pendidikan, dan terbukti dari banyaknya terjadi tindak kekerasan, kecurangan dan tidak terciptanya lingkungan sekolah yang harmonis.
Secara kumulatif setelah bertahun-tahun hal ini biasa terjadi maka ketika nilai yang hanya menjadi ukuran keberhasilan tanpa didasari nilai kehidupan yang hakiki, maka yang terjadi adalah kondisi kehidupan bangsa ini dalam ambang kehancuran karena tumbuh dan dibangun dengan batu-batu diatas kecurigaan, rasa amarah yang terpendam, ada kebencian yang akan meledak, kecurangan, penindasan, korupsi juga meningkatnya pola hidup yang serba instant untuk mencapai tujuan,
Jika pembaca merasa sebagai bagian dari bangsa ini, apakah rela bila bila bangsa ini hancur karena lunturnya nilai kehidupan yang hakiki.
Kehancuran yang akan terjadi bisa dicegah apabila dari diri kita masing-masing mulai menanamkam benih nilai kehidupan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, juga memulai dari tiap keluarga , maka bangsa ini akan menjadi bangsa yang besar karena dibangun diatas pondasi nilai-nilai kehidupan yang hakiki.
Marilah kita berlomba menanam nilai kehidupan yang hakiki untuk msa depan bangsa ini. Smoga.
Membaca
MEMBACA
Sudahkah membaca menjadi bagian dari budaya bangsa ini?
Rasanya masih jauh jika dikategorikan sebagai bangsa yang memiliki budaya membaca. Di beberapa tempat masih ada masyarakat yang belum bisa baca, karena berbagai faktor seperti kemiskinan, tidak tersedianya sarana pendidikan, tidak ada kesempatan untuk belajar, juga lokasi yang terpencil.
Kalaupun sudah bisa membaca, ternyata membaca juga belum menjadi suatu kebutuhan karena secara ekonomi harga buku di Indonesia masih mahal, dibandingkan dengan kemampuan daya beli masyarakat.
Kalaupun sudah mampu secara ekomoni, membacapun belum menjadi kebutuhan, karena alokasi untuk membeli buku juga belum menjadi prioritas. Selain itu, sangat jarang hadiah atau oleh-oleh dari perjalanan dalam bentuk buku, tapi bentuk lain yang sifatnya lebih banyak ke urusan makanan atau cindera mata lain yang bisa dipandang.
Ketika penulis melakukan perjalanan keluar kota baik untuk urusan kedinasan maupun keluarga, ada satu hal yang menarik ketika berada diruang tunggu. Bagi beberapa turis asing, menggunakan waktu tersebut dengan membaca buku, namun banyak diantara calon penumpang domestic menghabiskan waktu dengan ngobrol dan nonton TV. Berbicara gossip, ngelantur dan tidak jarang akhirnya membicarakan masalah kekurangan atau kejelelekan orang lain.
Di kereta, bis, pesawat maupun kapal laut, pemandangan yang biasa kita lihat adalah kebiasaan membawa buku bacaan menjadi satu hal yang penting bagi turis asing. Sementara bagi kita urusan makan dan minum menjadi hal yang penting.
Dengan membaca maka waktu menunggu menjadi terasa sebentar, karena akan terpusat pada isi dari buku yang dibaca. Tidak ada rasa bosan karena menunggu, tetapi memanfaatkan waktu secara tepat dengan membaca dan…., lebih dari itu memperoleh ilmu yang akan membuat seseorang menjadi lebih berpengetahuan.
Banyak hal yang dapat diperoleh dengan budaya membaca, kita tahu bahwa ilmu yang diperoleh di pendidikan biasanya terbatas karena terkendala dengan waktu dan materi yang telah ditentukan, Sementara dengan meluangkan waktu atau memanfaatkan waktu yang sempit seseorang dapat memilih dan menentukan pengetahuan apa yang diinginkan dan bebas menentukan kapan untuk mempelajarinya.
Bukan hanya membaca buku yang diperlukan untuk menambah pengetahuan saja, sekali waktu membaca buku yang ringan dan untuk hiburan perlu dilakukan, namun jangan sampai lupa membaca kitab suci yang akan menumbuhkan iman kita sehingga terjadi kesimbangan pemenuhan kebutuhan dunia dan akherat.
Ketika bangun pagi, beberapa orang akan langsung mengambil Koran, membaca dan menikmati sarapan pagi untuk memperoleh informasi terbaru. Hal ini bagus, tetapi akan lebih sempurna apabila sebelum memulai aktivitas di hari itu diawali dengan membaca kitab suci sesuai dengan keyakinan masing-masing.
Kelihatannya susah untuk dilakukan karena banyak orang merasa ketika bangun pagi harus segera mempersiapkan segala sesuatu untuk menuju tempat kerjanya, sehingga tidak sempat untuk membaca kitab sucinya.
Memang pada awalnya, akan terasa berat untuk meluangkan waktu barang 10 – 15 menit untuk mengawali setiap hari dengan membaca kitab suci, namun ketika membaca kitab suci menjadi prioritas dan menjadi kebutuhan pribadi, maka bangun pagi lebih awal 10 - 15 menit dari kebiasaan akan terasa ringan dan menyenangkan.
Ada satu hal yang menarik bagi penulis, bahwa membaca & menulis menjadi kata yang tidak terpisahkan, karena semakin banyak membaca maka secara perlahan dan pasti kemampuan untuk menulis juga semakin meningkat.
Jadi, penulis berharap semoga tercipta budaya membaca bagi bangsa ini, karena akan dapat mengantar kepada bangsa yang kaya akan pengetahuan. Smoga.
Sudahkah membaca menjadi bagian dari budaya bangsa ini?
Rasanya masih jauh jika dikategorikan sebagai bangsa yang memiliki budaya membaca. Di beberapa tempat masih ada masyarakat yang belum bisa baca, karena berbagai faktor seperti kemiskinan, tidak tersedianya sarana pendidikan, tidak ada kesempatan untuk belajar, juga lokasi yang terpencil.
Kalaupun sudah bisa membaca, ternyata membaca juga belum menjadi suatu kebutuhan karena secara ekonomi harga buku di Indonesia masih mahal, dibandingkan dengan kemampuan daya beli masyarakat.
Kalaupun sudah mampu secara ekomoni, membacapun belum menjadi kebutuhan, karena alokasi untuk membeli buku juga belum menjadi prioritas. Selain itu, sangat jarang hadiah atau oleh-oleh dari perjalanan dalam bentuk buku, tapi bentuk lain yang sifatnya lebih banyak ke urusan makanan atau cindera mata lain yang bisa dipandang.
Ketika penulis melakukan perjalanan keluar kota baik untuk urusan kedinasan maupun keluarga, ada satu hal yang menarik ketika berada diruang tunggu. Bagi beberapa turis asing, menggunakan waktu tersebut dengan membaca buku, namun banyak diantara calon penumpang domestic menghabiskan waktu dengan ngobrol dan nonton TV. Berbicara gossip, ngelantur dan tidak jarang akhirnya membicarakan masalah kekurangan atau kejelelekan orang lain.
Di kereta, bis, pesawat maupun kapal laut, pemandangan yang biasa kita lihat adalah kebiasaan membawa buku bacaan menjadi satu hal yang penting bagi turis asing. Sementara bagi kita urusan makan dan minum menjadi hal yang penting.
Dengan membaca maka waktu menunggu menjadi terasa sebentar, karena akan terpusat pada isi dari buku yang dibaca. Tidak ada rasa bosan karena menunggu, tetapi memanfaatkan waktu secara tepat dengan membaca dan…., lebih dari itu memperoleh ilmu yang akan membuat seseorang menjadi lebih berpengetahuan.
Banyak hal yang dapat diperoleh dengan budaya membaca, kita tahu bahwa ilmu yang diperoleh di pendidikan biasanya terbatas karena terkendala dengan waktu dan materi yang telah ditentukan, Sementara dengan meluangkan waktu atau memanfaatkan waktu yang sempit seseorang dapat memilih dan menentukan pengetahuan apa yang diinginkan dan bebas menentukan kapan untuk mempelajarinya.
Bukan hanya membaca buku yang diperlukan untuk menambah pengetahuan saja, sekali waktu membaca buku yang ringan dan untuk hiburan perlu dilakukan, namun jangan sampai lupa membaca kitab suci yang akan menumbuhkan iman kita sehingga terjadi kesimbangan pemenuhan kebutuhan dunia dan akherat.
Ketika bangun pagi, beberapa orang akan langsung mengambil Koran, membaca dan menikmati sarapan pagi untuk memperoleh informasi terbaru. Hal ini bagus, tetapi akan lebih sempurna apabila sebelum memulai aktivitas di hari itu diawali dengan membaca kitab suci sesuai dengan keyakinan masing-masing.
Kelihatannya susah untuk dilakukan karena banyak orang merasa ketika bangun pagi harus segera mempersiapkan segala sesuatu untuk menuju tempat kerjanya, sehingga tidak sempat untuk membaca kitab sucinya.
Memang pada awalnya, akan terasa berat untuk meluangkan waktu barang 10 – 15 menit untuk mengawali setiap hari dengan membaca kitab suci, namun ketika membaca kitab suci menjadi prioritas dan menjadi kebutuhan pribadi, maka bangun pagi lebih awal 10 - 15 menit dari kebiasaan akan terasa ringan dan menyenangkan.
Ada satu hal yang menarik bagi penulis, bahwa membaca & menulis menjadi kata yang tidak terpisahkan, karena semakin banyak membaca maka secara perlahan dan pasti kemampuan untuk menulis juga semakin meningkat.
Jadi, penulis berharap semoga tercipta budaya membaca bagi bangsa ini, karena akan dapat mengantar kepada bangsa yang kaya akan pengetahuan. Smoga.
Saturday, October 09, 2010
Siapa pemotong daun mawar ini?
Ketika melihat daun bunga mawar banyak yang terpotong rapi hampir setengah lingkaran, langsung dalam benak saya pasti banyak ulatnya.
Ternyata tidak terlihat satupun ulat yang hidup di bunga mawar.
Setelah saya tunggu beberapa waktu, terlihat seekor lebah terbang dan hinggap di daun mawar yang masih muda. Bertengger miring di daun dan terlihat mulutnya seperti gunting tajam yang memotong daun begitu rapinya.
Potongan daun dibawa terbang ke tempat lebah tersebut
Berulang kali lebah datang dan memotong daun mawar yang muda.
Baru sekali ini saya tahu, dan beruntung membawa kamera di halam depan rumah...., silahkan menikmati dan kritiknya.
Jambu Air
Friday, October 08, 2010
Tuesday, September 28, 2010
Buntut Panggang
Kali ini anakku Bram yang gede sibuk di dapur ngolah buntut sapi.
Sambil masak ngomong " kelihatannya enak ya pa, kalau punya warung makan sekaligus bisa jadi dosen"....., lho kok sama seperti keinganan papa mas....
Ternyata, menu buntut panggang ini benar-benar enak, dan patut untuk menjadi menu andalan warung kita nanti... ya mas.
Ini gambarnya saja..., karena Warung Gendut belum di buka...
Saturday, September 25, 2010
Iseng
Memasuki akhir bulan Septembe...., identik dengan menu nasi goreng atau bubur ayam (istilah lembur sampai malam atau lembur sampai pagi).
Ketika larut malam kejenuhan datang dan terasa pikiran buntet..., nggak ngalir...
Iseng ambil kamera, lumayan berantakan ..., cangkir kopi, gelas plastik, spidol, hp, jam tangan, kabel dan infokus jadi sasaran jepretan untuk mengurangi kejenuhan.
Tuesday, September 21, 2010
Sunday, September 19, 2010
Lilin
Menjelang malam, ketika sedang santai menikmati malam minggu bersama keluarga, tiba-tiba listrik padam, cukup mengganggu keceriaan suasana malam minggu. Percuma kalau kalau menggerutu kalau pelayanan yang kurang baik, listrik mati, terasa gelap gulita.
Dari pada menggerutu dan tidak bermanfaat, lebih baik segera ambil lilin dan nyalakan untuk penerangan rumah, sambil memandang nyala lilin yang semakin lama berkurang, terlintas ide belajar njepret nyala lilin dari sisi lain. Langsung ambil kamera dan tripod untuk mencoba ambil gambar dengan obyek lilin.
Ternyata tidak terasa kegelapan menyelimuti rumah, namun yang ada adalah keasyikan melihat lilin mulai meredup dan tak terasa tiba-tiba lampu menyala dan saya sudah dapat banyak gambar lilin yang cukup menarik. Satu pelajaran yang dapat saya peroleh, tetap berpikir positif ketika terjadi sesuatu, dan sekarang saya dapatkan bisa belajar njepret lilin tanpa harus mengganggu ketenangan orang lain karena suasana gelap.
Selamat menikmati, jangan lupa saran & kritiknya
Warung Poer Gendut
| Rating: | |
| Category: | Restaurants |
| Cuisine: | Other |
| Location: | Pinggiran Yogya (nanti) |
Hidangan pecel identik dengan sayuran rebus yang ditaburi bumbu kacang, sayuran biasanya terdiri dari kol, kangkung, kecambah, bayam, kacang panjang, kembang turi, atau kenikir bisa juga bunga kecombrang.
Untuk pecel spesial ini, sayuran terdidi dari wortel, daun bayam, buncis dan kecambah, disajikan bersama dengan tahu telur, yaitu potongan tahu ukuran dadu 1cm yang digoreng dengan telur, ayam kampung goreng dan peyek kacang. Terasa lebih special karena diatasnya ditaburi remukan kerupuk aci.
Untuk sementara pecel special ini belum bisa dipesan, karena masih dalam taraf coba-coba dan hanya ada di Warung Poer Gendut.
Selamat menikmati gambarnya saja..
Saturday, September 18, 2010
Daun Teratai
Bunga teratai selalu menjadi obyek yang menarik bagi banyak orang,
Saya mencoba untuk melihat dari sisi lain, bukan bunga teratai yang menjadi obyek, tetapi daun teratai yang mengapung dipermukaan air ternyata juga memiliki keindahan tersendiri.
Susunan daun yang berhimpitan, air jernih yang tersisa di atas daun, juga bayang awan disisi daun, terasa menarik untuk dinikmati.
ojo lali, kritikan dan sarannya
Matur nuwun
Friday, September 17, 2010
Ubi Ungu
Thursday, September 16, 2010
Arbei Liar
Sewaktu kecil kalau ke desa, saya selalu mencari arbei liar (diwonosobo namanya ucen), yang sudah merah rasanya cukup manis dan ada rasa kecutnya.
Kali ini mencoba jalan-jalan dipinggir kota dan saya dapatkan beberapa butir, dengan sedikit mblusuk karena harus ngambil yang merah dan harus hati2 karena durinya cukup banyak.
Arbei liar, menarik untuk dilihat juga enak untuk dinikmati
Awan Menggantung di atas Bandung
Betapa senangnya melihat langit biru diatas Bandung, dari Braga meluncur ke Dago atas untuk menikmati cuaca yang cerah. Perjalanan cukup lancar hingga mendekati pintu gerbang Taman Hutan Raya Juanda, perjalanan dilanjutkan ke tempat yang lebih tinggi, yaitu Warung Bandrek.Namun ternyata cuaca berubah dengan cepat dan mendung mulai menggantung diatas Bandung.
Sambil menikmati secangkir kopi susu, kamera mulai kumainkan, jeprat-jepret kuarahkan ke lembah kota Bandung
Berbagai bentuk awan diatas kota Bandung dan gunung2 di daerah Bandaung Selatan menambah indahnya pemandangan dari ketinggian bukit Dago.
Terima kasih Tuhan untuk pemandangan yang indah
Wednesday, September 15, 2010
Lebah di Putik Bunga
Siang hari udara cukup cerah, saya meluncur ke dago atas, menuju warung bandrek, salah satu tempat favorit para penggemar sepeda karena lokasi yang cukp menantang dan pemandangan yang indah melihat kota bandung dengan background gunung disebelah selatan.
Namun sasaran berubah ketika melihat bunga merah yang mekar, menarik untuk diambil gambarnya dan ternyata ada lebah madu yang sedang mencoba untuk mengambil madu.
Saya mencoba untuk mengambil gambar (macro2an) dan betapa indahnya dalam dunia kecil ini.
Silahkan untuk menikmati juga kritik dan saran sangat saya harapkan.
Terima kasih Tuhan untuk moment yang indah ini
Tuesday, September 14, 2010
Senja
Thursday, September 09, 2010
Manisan Carica
Carica bentuknya seperti pepaya tetapi ukurannya kecil dan beraroma wangi jika sudah masak (kuning). Ketika sarapan pagi di Dieng, pemilik warung sedang menawarkan buah carica kepada pembeli, dengan harga Rp. 6.000,-/ kg atau sekitar Rp. 1.000,- per buah.
Saya tertarik untuk membeli sebanyak 6 buah carica dan akan saya coba untuk buat manisan carica.
Ternyata daging buah carica yang berwarna kuning tidak manis, dan juga tidak beraroma wangi, sebaliknya biji2 dalam dagin buahlah yang beraroma wangi.
Setelah kulit buah dikupas, carica dibelah menjadi dua dan seluruh biji dikeluarkan dan diaduk hingga merata maka aroma wangi benar-benar keluar. Dicampur dengan sedikit air maka benar-benar air menjadi wangi carica, tinggal ditambahkan gula pasir secukupnya sesuai keinginan kita seberapa manisnya.
Sementara daging buah diiris tipis dan campurkan dengan air perasan biji buah carica, rebus hingga air mendidih dan buah menjadi empuk.
Dari satu kilo buah carica, dapat menjadi 5 mangkok kecil siap saji.
Manisan carica akan lebih enak bila disajikan dengan es.
Harga carica kemasan yang sudah siap makan sekitar rp. 12.000/ botol
Subscribe to:
Posts (Atom)